Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 20 Desember 2024.
Kalender Liturgi hari buat Jumat 20 Desember 2024 merupakan Hari Jumat Pekan Adven III, Hari Biasa Khusus Adven, Santo Filigon, Uskup dan Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 20 Desember 2024:
Bacaan Pertama Yesaya 7:10-14
“Seorang perempuan muda akan mengandung.”
Beginilah firman Tuhan Allah kepada Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.”
Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah! Dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
Mazmur Tanggapan Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6
Ref. Inilah angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu ya Allah Yakub.
Bait Pengantar Injil Matius 24:42,44
Ref. Alleluya, alleluya.
Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga.
Bacaan Injil Lukas 1:26-38
“Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki.”
Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.
Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?”
jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Jumat 20 Desember 2024
Renungan ini mengajak kita untuk merenungkan peristiwa yang sangat luar biasa, yang tertulis dalam Bacaan Injil dan Bacaan Pertama, yang berfokus pada janji dan penggenapan firman Tuhan melalui Maria dan peranannya dalam sejarah keselamatan umat manusia.
“Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” (Lukas 1:34). Maria, seorang gadis muda, terkejut dan bahkan bingung ketika malaikat Gabriel menyampaikan kabar gembira bahwa dia akan mengandung seorang anak yang akan menjadi Juruselamat dunia. Dengan segala keterbatasan manusiawi, Maria bertanya, “Bagaimana mungkin?” Pertanyaan yang sangat wajar, karena secara logika, itu tampak mustahil. Namun, jawaban malaikat sangat menguatkan: “Bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37).
Di tengah kegelisahan, ketakutan, dan keraguan, Maria memilih untuk menerima rencana Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan iman. “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38). Keberanian dan ketundukan Maria pada kehendak Tuhan mengajarkan kita tentang iman yang tulus dan penuh pengharapan, meskipun kita tidak selalu mengerti rencana Tuhan.
Sama halnya dengan bacaan pertama dari Yesaya, “Sesungguhnya seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14). Ini adalah nubuat tentang kedatangan Mesias, yang akan menyertai umat-Nya. Tuhan tidak hanya memberikan pertanda, tetapi Dia juga memenuhi janji-Nya dengan cara yang penuh kuasa dan kasih. Imanuel, yang berarti “Allah beserta kita,” menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan dalam saat-saat yang tampaknya penuh dengan ketidakpastian.
Ketika kita menghadapi tantangan hidup, sering kali kita merasa seperti Maria yang bingung dan ragu, atau seperti Raja Ahas yang enggan meminta tanda dari Tuhan. Kita mungkin merasa ketidakmampuan kita akan membatasi rencana Tuhan, namun melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa “bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Apakah kita bersedia seperti Maria, untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan meski itu tak terduga dan bahkan mungkin sulit dimengerti? Apakah kita siap untuk mengimani bahwa Allah menyertai kita dalam segala situasi kehidupan kita, meskipun kita tidak selalu melihat atau merasakannya secara langsung?
Hari ini, mari kita buka hati kita dan bersedia menerima rencana Tuhan, meskipun kita tidak tahu sepenuhnya apa yang akan terjadi. Tuhan hadir dalam setiap langkah hidup kita, dan seperti Maria, kita dipanggil untuk menjadi alat bagi Tuhan dalam menjalani rencana-Nya. Terimalah apa pun yang Dia berikan dengan iman yang kuat, dan percayalah bahwa setiap janji-Nya akan digenapi. Amin.
Doa Penutup
Tuhan yang penuh kasih, ajariku untuk menerima rencana-Mu meski tak selalu aku mengerti. Seperti Maria, berikan aku keberanian dan iman untuk mengikuti kehendak-Mu. Aku percaya, bagi-Mu tidak ada yang mustahil. Sertailah langkah hidupku, ya Tuhan. Amin.
