Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 25 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik Lukas 1:26-38, HARI RAYA KABAR SUKACITA Maria

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu 25 Maret 2026.

Kalender Liturgi hari Rabu 25 Maret 2026 adalah HARI RABU PEKAN V PRAPASKAH, HARI RAYA KABAR SUKACITA Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu 25 Maret 2026:

Bacaan Pertama Yesaya 7:10-14;8:10

“Seorang perempuan muda akan mengandung.”

Tuhan berfirman kepada Raja Ahas, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.”

Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah! Dengarkanlah, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?

Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel, artinya: Allah menyertai kita.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11

Ref. Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut, lalu aku berkata, “Lihatlah, Tuhan, aku datang!”

Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: “Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.”

Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

Keadilan-Mu tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan dan keselamatan-Mu kubicarakan, kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan, tapi kuwartakan kepada jemaat yang besar.

Bacaan Kedua Ibrani 10:4-10

“Lihatlah Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”

Saudara-saudara, tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki.

Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata: Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allahku.”

Jadi mula-mula Ia berkata, “Engkau tidak menghendaki kurban dan persembahan; Engkau tidak berkenan akan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat.

Dan kemudian Ia berkata, “Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Jadi yang pertama telah Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Yohanes 1:14ab

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.

Bacaan Injil Lukas 1:26-38

“Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki.”

Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.

Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu 25 Maret 2026

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita merayakan sebuah misteri yang begitu hening namun mengubah seluruh sejarah manusia: saat Allah memilih untuk masuk ke dalam hidup manusia, bukan dengan kekuatan yang mengguncang dunia, tetapi melalui kesediaan hati seorang perempuan sederhana, Maria.

Dalam Bacaan Pertama, kita melihat Raja Ahas yang justru menolak meminta tanda dari Tuhan. Ia tampak saleh dengan berkata tidak mau mencobai Tuhan, tetapi sesungguhnya hatinya tertutup. Ia tidak sungguh percaya. Ia lebih memilih mengandalkan perhitungan manusia daripada membuka diri pada rencana Allah. Dan di situlah sering kali kita menemukan diri kita sendiri. Kita berkata percaya, tetapi ketika Tuhan benar-benar ingin berkarya dalam hidup kita, kita justru mundur, ragu, bahkan menutup diri.

Namun Allah tidak berhenti. Ia tetap memberi tanda: seorang perempuan muda akan mengandung, dan anak itu disebut Imanuel—Allah beserta kita. Ini bukan sekadar nubuat, tetapi janji bahwa Allah tidak jauh. Ia masuk ke dalam kerumitan hidup manusia, ke dalam kecemasan, ketakutan, dan ketidakpastian kita.

Bacaan Kedua menegaskan bahwa yang Allah kehendaki bukan sekadar ritual atau tindakan lahiriah, tetapi ketaatan hati. Kristus datang bukan membawa korban yang kosong, tetapi memberikan diri-Nya sepenuhnya. “Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Inilah inti hidup iman: bukan sekadar melakukan banyak hal untuk Tuhan, tetapi sungguh menyerahkan hidup sesuai kehendak-Nya.

Dan Injil hari ini membawa kita pada momen yang sangat manusiawi. Maria juga terkejut, bingung, bahkan bertanya, “Bagaimana mungkin?” Ini penting. Iman bukan berarti tidak bertanya. Iman bukan berarti tidak takut. Maria pun mengalami itu. Tetapi ia tidak berhenti di situ. Ia membuka hati, mendengarkan, dan akhirnya berkata, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Di sinilah letak keindahan iman. Bukan pada kepastian penuh sejak awal, tetapi pada keberanian untuk tetap percaya di tengah ketidakjelasan.

Dalam kehidupan kita sekarang, kita juga sering berada di “Nazaret” kita masing-masing—tempat yang sederhana, rutinitas yang biasa, pergumulan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Kita punya rencana sendiri, mimpi sendiri, dan tiba-tiba Tuhan “mengganggu” semuanya dengan cara-Nya. Entah melalui peristiwa yang tidak kita rencanakan, tanggung jawab baru, atau bahkan kesulitan yang tidak kita inginkan.

Pertanyaannya bukan apakah kita mengerti semuanya. Pertanyaannya adalah: apakah kita mau percaya bahwa Tuhan tetap hadir dan bekerja, bahkan ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana kita?

Maria mengajarkan bahwa menyerahkan diri kepada Tuhan bukan berarti hidup menjadi mudah, tetapi hidup menjadi penuh makna. Karena ketika kita berkata “ya” kepada Tuhan, kita sedang membuka ruang bagi kasih-Nya untuk bekerja, bukan hanya dalam hidup kita, tetapi juga melalui kita bagi orang lain.

Hari ini kita diajak untuk jujur melihat hati kita. Apakah kita seperti Ahas yang menutup diri dengan alasan-alasan yang terlihat baik? Atau kita berani seperti Maria, yang meskipun tidak sepenuhnya mengerti, tetap memilih percaya?

Karena pada akhirnya, iman bukan soal memahami segalanya, tetapi mempercayakan segalanya kepada Allah yang setia. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajar kami berani berkata ya seperti Maria dalam hidup kami sehari-hari. Saat rencana kami berubah, kuatkan hati kami untuk tetap percaya. Dalam keraguan dan ketakutan, tuntun kami agar setia pada kehendak-Mu, sehingga hidup kami menjadi berkat nyata bagi sesama di tengah dunia yang terus berubah ini. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik Yohanes 8:51-59, Warna Liturgi Ungu

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post