Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik Yohanes 8:51-59, Warna Liturgi Ungu

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 26 Maret 2026.

Kalender Liturgi hari Kamis 26 Maret 2026 adalah Hari Kamis Biasa Pekan Prapaskah V, Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 26 Maret 2026:

Bacaan I – Kej. 17:3-9

Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”

Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Mzm. 105:4-5,6-7,8-9

  • Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
  • Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya! Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.
  • Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak;

Bacaan Injil – Yoh. 8:51-59

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Renungan Harian Katolik Kamis 26 Maret 2026

Saudara-saudari terkasih, dalam Bacaan Pertama kita melihat seorang manusia yang sederhana, rapuh, dan terbatas, namun berani percaya. Abram sujud di hadapan Allah, lalu hidupnya diubah—namanya menjadi Abraham. Perubahan nama ini bukan sekadar simbol, tetapi tanda bahwa Allah melihat lebih dalam daripada yang manusia lihat. Allah melihat masa depan, harapan, dan potensi yang bahkan belum disadari oleh manusia itu sendiri. Perjanjian yang Allah buat bukan karena Abraham sempurna, tetapi karena ia mau percaya dan setia berjalan bersama Tuhan.

Sering kali dalam hidup kita, kita merasa kecil, tidak berarti, atau bahkan tidak layak. Kita merasa hidup kita biasa saja, tanpa arah yang jelas. Namun firman hari ini mengingatkan bahwa Allah bekerja dalam proses. Ia tidak menuntut kesempurnaan sejak awal, tetapi kesediaan hati untuk percaya dan taat. Perjanjian Allah itu nyata dalam hidup kita hari ini, ketika kita tetap berpegang pada iman di tengah ketidakpastian, ketika kita tetap berharap walau situasi tidak mudah.

Dalam Injil, Yesus berbicara tentang hidup yang tidak akan mengalami maut bagi mereka yang menuruti firman-Nya. Kata-kata ini terdengar sulit diterima oleh orang-orang pada waktu itu. Mereka melihat dari sudut pandang yang sempit—bahwa semua orang pasti mati secara fisik. Namun Yesus berbicara tentang hidup yang lebih dalam, hidup yang tidak terputus dari Allah. Hidup yang tetap bermakna, bahkan melampaui kematian.

Di sinilah sering terjadi pergulatan dalam hidup kita sekarang. Kita hidup di dunia yang serba cepat, penuh tekanan, dan sering kali diukur dari hal-hal yang kelihatan: keberhasilan, pengakuan, materi. Kita takut kehilangan, takut gagal, takut masa depan. Namun Yesus mengajak kita untuk melihat hidup dengan cara yang berbeda. Hidup sejati bukan hanya soal bertahan secara fisik, tetapi soal relasi dengan Allah yang memberi makna.

Ketika Yesus berkata bahwa Ia sudah ada sebelum Abraham, Ia menyatakan bahwa Ia adalah sumber hidup itu sendiri. Namun reaksi orang-orang adalah penolakan, bahkan ingin melempari-Nya. Ini menggambarkan realitas manusia: ketika kebenaran terasa mengganggu kenyamanan, kita cenderung menolak. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa seperti itu. Kita tahu mana yang benar, tetapi sulit melakukannya karena bertentangan dengan keinginan atau kebiasaan kita.

Renungan ini mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri. Apakah kita sungguh mengenal Allah, atau hanya merasa mengenal? Apakah kita sungguh menuruti firman-Nya, atau hanya mendengarnya tanpa menghidupinya? Kesetiaan Abraham dan sabda Yesus hari ini menantang kita untuk melangkah lebih dalam: percaya, taat, dan hidup dalam relasi yang nyata dengan Tuhan.

Iman bukan sekadar pengetahuan, tetapi perjalanan. Dan dalam perjalanan itu, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia mengikat perjanjian dengan kita—perjanjian kasih yang setia, bahkan ketika kita sering goyah. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajar kami percaya kepadaMu, meski tidak selalu mengerti jalan-Mu. Kuatkan hati kami untuk setia dalam hal kecil setiap hari. Bimbing kami hidup dalam kebenaran-Mu, agar hidup kami bermakna dan penuh harapan, meski dunia berubah. Sertailah langkah kami hari ini dan seterusnya. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 25 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik Lukas 1:26-38, HARI RAYA KABAR SUKACITA Maria

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post