Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 23 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Matius 7:6.12-14

Must Read

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa 23 Juni 2026.

Kalender Liturgi hari Selasa 23 Juni 2026 adalah Pekan Biasa ke-XII, dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa 23 Juni 2026:

Bacaan I: 2Raj 19:9b-11.14-21.31-35a.36

Dalam pada itu raja mendengar tentang Tirhaka, raja Etiopia, berita yang demikian: “Sesungguhnya, ia telah keluar berperang melawan engkau,” maka disuruhnyalah kembali utusan-utusan kepada Hizkia dengan pesan:

“Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yehuda: Janganlah Allahmu yang kaupercayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan: Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur.

Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan?

Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.

Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: “Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.

Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup.

Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa dan negeri-negeri mereka

dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang.

Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.”

Lalu Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur, telah Kudengar.

Inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.

Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya.

Melalui jalan, dari mana ia datang, ia akan pulang, tetapi ke kota ini ia tidak akan masuk, demikianlah firman TUHAN.

Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”

Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 48:2-3a.3b-4.10-11

  • Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.
  • Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju; Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.
  • Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu!

Bacaan Injil: Matius 7:6.12-14

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 23 Juni 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Sabda Tuhan hari ini membawa kita pada dua peristiwa yang seolah berbeda, namun sesungguhnya saling menguatkan. Dalam Bacaan Pertama, kita melihat Raja Hizkia yang sedang berada dalam tekanan besar. Ancaman dari raja Asyur bukanlah ancaman kecil; itu adalah ketakutan yang nyata, yang bisa melumpuhkan hati manusia mana pun. Namun yang menarik, Hizkia tidak membalas dengan strategi manusia semata. Ia tidak hanya berdiskusi dengan penasihatnya, tidak hanya mengatur pertahanan, tetapi ia pergi ke rumah Tuhan. Ia membentangkan surat ancaman itu di hadapan Allah dan berdoa dengan hati yang jujur.

Di situlah letak kekuatan iman yang sejati: bukan pada seberapa besar masalah kita, tetapi kepada siapa kita menyerahkan masalah itu. Tuhan tidak selalu langsung mengubah situasi, tetapi Ia menguatkan hati yang percaya. Dan dalam kisah ini, kita melihat bagaimana Tuhan bertindak melampaui logika manusia. Apa yang tampak mustahil, ternyata bukan akhir dari segalanya ketika manusia bersandar pada Allah yang hidup.

Lalu dalam Injil, Yesus berbicara dengan sangat tegas namun penuh kasih. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Ini bukan sekadar nasihat moral, tetapi inti dari kehidupan yang dikehendaki Allah: sebuah dunia di mana kasih menjadi ukuran utama dalam setiap tindakan. Namun Yesus juga mengingatkan bahwa jalan menuju kehidupan itu sempit. Artinya, hidup benar tidak selalu populer, tidak selalu mudah, dan tidak selalu diikuti banyak orang.

Dalam kehidupan kita sekarang, sabda ini terasa sangat nyata. Kita hidup di dunia yang sering kali mendorong kita untuk membalas lebih keras, berbicara lebih tajam, dan mementingkan diri sendiri. Namun Tuhan memanggil kita untuk jalan yang berbeda, jalan yang mungkin tidak ramai, tetapi penuh makna: jalan kasih, kejujuran, dan ketekunan dalam melakukan yang benar meski tidak dilihat orang.

Maka, seperti Hizkia yang berani menyerahkan ketakutannya kepada Tuhan, dan seperti Yesus yang mengajak kita berjalan di jalan sempit kasih, kita pun dipanggil untuk hidup dengan iman yang nyata dalam keseharian. Bukan iman yang hanya diucapkan di gereja, tetapi iman yang tampak dalam cara kita memperlakukan orang lain, dalam keputusan kecil yang kita ambil setiap hari.

Semoga sabda Tuhan hari ini meneguhkan kita untuk tidak takut menghadapi “surat ancaman” kehidupan kita, dan tetap setia berjalan di jalan kasih yang telah diajarkan Kristus.

Doa Penutup

Allah Bapa yang penuh kasih ajarilah kami untuk setia berjalan di jalan yang sempit dalam Injil Putra Mu Yesus Kristus agar kami mampu melakukan sabda Mu dalam kehidupan sehari hari dan mengasihi sesama dengan tulus hati lindungi kami dari kejahatan dan bimbinglah keluarga kami menuju damai yang abadi Tuhan. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 25 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Matius 7:21-29

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post