Warga yang mau berburu sembako murah di Kabupaten Bogor sekarang harus lebih sabar dan tertib. Mekanisme pembelian diperketat setelah sebelumnya sempat muncul kejadian yang ramai dibicarakan. Kali ini, panitia menerapkan batas pembelian supaya stok nggak langsung habis diborong segelintir orang dan kesempatan mendapatkan kebutuhan pokok tetap terbuka buat warga lainnya.
Aturan tersebut diterapkan dalam kegiatan pembelian sembako di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 15 September 2026. Setiap warga maksimal membeli dua item untuk masing-masing jenis barang.
Jadi, misalnya warga ingin membeli beras, tepung terigu, dan gula pasir, masing-masing hanya boleh mengambil maksimal dua. Bukan berarti cuma boleh membawa dua barang secara keseluruhan, ya, tetapi batasnya berlaku untuk setiap jenis sembako.
Kasi Ekbang Kecamatan Tanjungsari, Muhamad Komarudin, S.E., menjelaskan bahwa aturan tersebut juga berlaku bagi warga yang mendapatkan titipan dari anggota keluarga atau orang lain.
“Belum melayani pembelian secara massal maupun kolektif. Kalau ada warga yang mendapat titipan dari anggota keluarga atau orang lain, tetap harus mengambil nomor antrean baru dan mengikuti proses pelayanan dari awal,” kata Komar.
Aturan ini dibuat untuk menghindari situasi ketika satu orang membeli dalam jumlah besar, sementara warga lain yang sudah datang lebih dulu malah nggak kebagian. Dengan sistem pembatasan tersebut, proses pembelian diharapkan bisa lebih adil dan nggak dikuasai oleh pembeli tertentu.
Untuk pembelian beras, mekanismenya juga dibuat lebih teratur. Warga terlebih dahulu mengambil nomor antrean dari petugas yang berada di bagian belakang lokasi. Setelah itu, warga akan dipanggil secara bertahap sesuai nomor yang didapat.
Pemanggilan dilakukan dalam kelompok kecil. Contohnya, nomor antrean 1 sampai 10 akan dipanggil terlebih dahulu. Setelah kelompok tersebut selesai dilayani, petugas baru melanjutkan ke nomor berikutnya.
Khusus beras, pembayaran dilakukan langsung di bagian penjualan beras dengan batas maksimal dua kantong untuk satu orang. Sementara pembayaran sembako jenis lainnya dilakukan di lokasi yang sudah disiapkan panitia.
Komar juga mengingatkan warga supaya nggak memaksakan diri menyerobot antrean atau berdesak-desakan. Menurutnya, mengikuti mekanisme yang sudah dibuat justru bakal membantu proses pelayanan berjalan lebih cepat, aman, dan tertib.
Di sisi lain, pemasok beras bernama Kholid menyebut kondisi kegiatan pada Selasa tersebut berjalan kondusif. Ia mengatakan sudah tidak menemukan lagi pembelian menggunakan sistem titipan maupun aksi borong dari pengusaha setempat.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan kondusif. Untuk stok beras aman, sudah kami siapkan sekitar dua ton. Beras yang kami siapkan juga merupakan hasil sawah sendiri,” ujar Kholid.
Ketersediaan sekitar dua ton beras tersebut menjadi salah satu faktor penting agar kebutuhan warga tetap bisa terpenuhi selama kegiatan berlangsung. Ditambah pembatasan pembelian dan sistem antrean, panitia berharap kejadian yang sebelumnya sempat viral nggak terulang lagi.
Ujung-ujungnya, aturan ini bukan sekadar soal membatasi jumlah sembako yang boleh dibeli. Ada tujuan yang lebih penting, yaitu memastikan warga yang datang punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Jadi, daripada buru-buru borong, warga diminta mengikuti aturan yang sudah ditetapkan supaya pembagian tetap merata dan suasana pembelian tetap kondusif.