Wednesday, January 21, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 23 Januari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik, Hari Jumat Biasa II, Hari ke-6 Pekan Doa Sedunia

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 23 Januari 2026.

Kalender Liturgi hari Jumat 23 Januari 2026 merupakan Hari Jumat Biasa II, Hari ke-6 Pekan Doa Sedunia, Santo Ildephonsus, Uskup dan Pengaku Iman, Santa Emerensiana, Martir, Yohanes Penderma, Pengaku Iman, Santa Martina, Martir, Beato Henrikus Suso OP, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 23 Januari 2026:

Bacaan Pertama 1 Samuel 24:3-21

“Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.”

Pada suatu hari Saul mengambil 3000 orang pilihan dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Maka sampailah Saul ke kandang-kandang domba di tepi jalan.

Di sana ada gua, dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian dalam gua itu.

Lalu berkatalah orang-orang itu kepada Daud, “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu.

Maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik!” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena telah memotong punca jubah Saul.

Lalu ia berkata kepada orang-orangnya, “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan; dijauhkanlah aku dari menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.”

Dengan perkataan itu Daud mencegah orang-orangnya; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul bangun meninggalkan gua, hendak melanjutkan perjalanannya.

Maka bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya, “Tuanku Raja!” Saul menoleh ke belakang.

Maka Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah ia kepada Saul, “Mengapa engkau percaya akan perkataan orang-orang yang mengatakan:

Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat, bahwa hari ini Allah menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu.

Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan. Lihatlah ini, Bapaku! Lihatlah punca jubahmu ada dalam tanganku.

Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan,

dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.

Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau;

seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasiklah timbul kefasikan. Sungguh, tanganku tidak akan memukul engkau!

Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim yang memutuskan perkara kita!

Kiranya Dia memperhatikan dan memperjuangkan perkaraku! Kiranya Ia memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.”

Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu, berkatalah saul, “Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.

Katanya kepada Daud, “Engkau lebih besar daripada aku, sebab engkau telah melaukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.

Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.

Apabila seseorang menangkap musuh, masakan dilepaskannya dia pergi dengan selamat? Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.

Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 57:2.3-4.6.11

Ref. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku.

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.

Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku: Kiranya Ia mengirim utusan dari surga dan menyelamatkan daku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku; semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya.

Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi! Sebab, kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan.

Bait Pengantar Injil 2 Korintus 5:19

Ref. Alleluya

Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita

Bacaan Injil Markus 3:13-19

“Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia.”

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia, untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan.

Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, yang keduanya Ia beri nama Boanerges,

yang berarti anak-anak guruh; selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 23 Januari 2026

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita masuk ke kedalaman hati manusia, tempat pergulatan antara kuasa dan kasih, antara membalas dan mengampuni, antara ambisi dan ketaatan pada kehendak Allah.

Dalam Bacaan Pertama, Daud berada pada posisi yang secara manusiawi sangat “menguntungkan”. Musuh yang memburunya, Saul, ada tepat di hadapannya. Kesempatan emas terbuka lebar. Banyak orang di sekitarnya bahkan “membenarkan” jika Daud bertindak keras. Namun Daud berhenti. Ia mendengarkan suara hati yang jernih. Ia sadar, tidak semua kesempatan harus diambil, tidak semua hal yang bisa dilakukan harus dilakukan. Daud memilih menghormati Allah dengan menghormati orang yang diurapi-Nya, meskipun orang itu telah melukai hidupnya.

Di sinilah iman menjadi nyata. Iman bukan hanya soal doa dan kata-kata, tetapi soal keputusan konkret ketika hati kita disakiti, dikhianati, atau diperlakukan tidak adil. Daud mengajarkan bahwa orang beriman tidak hidup dari dendam, tetapi dari kepercayaan bahwa Tuhanlah hakim sejati. Ia berani menahan diri, karena ia yakin Tuhan bekerja melampaui emosi dan logika manusia.

Sikap Daud ini menemukan kepenuhannya dalam Injil hari ini. Yesus memanggil dua belas murid bukan karena mereka sempurna, tetapi karena Ia menghendaki mereka untuk menyertai Dia. Sebelum diutus, sebelum berkarya, sebelum berbuat banyak, para murid diajak untuk dekat, tinggal, dan belajar dari hati Yesus. Di antara mereka ada pribadi-pribadi yang berbeda, bahkan ada Yudas yang kelak mengkhianati-Nya. Namun Yesus tetap memanggil, karena kasih-Nya mendahului kegagalan manusia.

Inilah kabar baik bagi kita hari ini. Tuhan tidak menunggu kita sempurna untuk memanggil kita. Ia masuk ke dalam hidup kita apa adanya: dalam luka, konflik, amarah, dan kebingungan. Ia mengajak kita menyertai-Nya dalam keseharian, di rumah, di tempat kerja, di tengah kemacetan, tekanan hidup, dan relasi yang tidak selalu mudah.

Seperti Daud, kita diajak belajar menahan tangan dan hati kita, agar tidak dikuasai kebencian. Seperti para murid, kita dipanggil untuk dekat dengan Yesus, agar hidup kita menjadi warta Injil yang nyata: lewat sikap, pilihan, dan cara kita memperlakukan sesama. Iman yang hidup bukan iman yang keras, melainkan iman yang berani mengasihi, bahkan ketika itu tidak mudah. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami setia pada kehendak-Mu di tengah luka dan tantangan hidup. Lembutkan hati kami agar tidak dikuasai dendam. Bimbing kami untuk menyertai-Mu setiap hari, agar hidup kami menjadi berkat nyata bagi sesama. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 25 Januari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik, Hari Minggu Sabda Allah, Penutupan Pekan Doa Sedunia

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post