Sunday, January 25, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 28 Januari 2026 Markus 4:1-20 Lengkap Renungan Harian Katolik

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu 28 Januari 2026.

Kalender Liturgi hari Rabu 28 Januari 2026 merupakan Perayaan Wajib Santo Thomas dari Aquino, Imam dan Pujangga Gereja, Santo Karolus Agung, Raja dan Pengaku Iman, Santo Petrus Nolaskus, Pengaku Iman, Manfredus, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu 28 Januari 2026:

Bacaan Pertama 2Sam 7:4-17

Aku akan membangkitkan keturunanmu,dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?

Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.

Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?

Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.

Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,

sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.

Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.

Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 89:4-5,27-28,29-30

Refren: Bagi dia Aku akan memelihara kasih setia-Ku untuk selama-lamanya.

Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku hendak bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun temurun.

Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.

Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa dan takhtanya seumur langit.

Bacaan Injil Markus 4:1-20

“Seorang penabur keluar untuk menabur.”

Pada suatu hari Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.

Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”

Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.

Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?

Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.

Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja.

Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,

lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu 28 Januari 2026

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita masuk ke dalam dinamika iman yang sangat nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam Bacaan Pertama, kita melihat Raja Daud yang memiliki niat baik untuk membangun rumah bagi Tuhan. Namun justru Tuhan yang lebih dulu berbicara dan membalik cara pandang manusia. Allah tidak membutuhkan rumah megah buatan tangan manusia. Ia mengingatkan Daud bahwa sejak awal Ia adalah Allah yang berjalan bersama umat-Nya, Allah yang setia menyertai di setiap perjalanan, bahkan ketika umat-Nya masih rapuh dan belum sempurna.

Tuhan mengenal Daud bukan dari rencananya yang besar, tetapi dari perjalanan hidupnya yang sederhana: seorang gembala yang diangkat, disertai, dilindungi, dan diteguhkan. Janji Tuhan bukan janji kosong. Ia berjanji akan tetap setia, bahkan ketika manusia jatuh dalam kesalahan. Inilah Allah yang tidak mudah menyerah terhadap manusia. Kasih setia-Nya tidak ditarik kembali hanya karena kelemahan kita.

Dalam Injil, Yesus melanjutkan pewartaan ini lewat perumpamaan tentang penabur. Benih firman selalu baik, selalu penuh daya hidup. Yang menjadi persoalan bukanlah kualitas benih, melainkan kesiapan tanah. Tanah itu adalah hati kita. Ada hati yang keras karena terlalu sibuk, terlalu penuh suara dunia. Ada hati yang dangkal, mudah tersentuh tetapi cepat menyerah saat iman menuntut pengorbanan. Ada pula hati yang perlahan terhimpit oleh kekhawatiran hidup, ambisi, dan keinginan yang tak pernah puas. Namun Yesus juga berbicara tentang tanah yang baik, hati yang mau mendengar, menyimpan, dan menghidupi firman itu dengan setia.

Renungan ini mengajak kita bercermin dengan jujur. Di tengah kehidupan modern yang penuh tuntutan, kita sering ingin hasil cepat, iman instan, dan berkat tanpa proses. Padahal iman membutuhkan akar, kesetiaan, dan kesabaran. Tuhan tidak meminta kita sempurna, tetapi menyediakan hati yang terbuka dan mau dibentuk. Ketika firman Tuhan sungguh kita beri ruang, ia akan berbuah dengan caranya sendiri, mungkin tidak selalu terlihat besar di mata dunia, tetapi nyata dan bermakna dalam kehidupan.

Tuhan yang setia kepada Daud adalah Tuhan yang sama yang menaburkan firman-Nya dalam hidup kita hari ini. Ia percaya bahwa hati kita mampu menjadi tanah yang baik. Tinggal bagaimana kita merawatnya, membersihkannya, dan membiarkannya bertumbuh dalam keseharian kita. Amin.

Doa Penutup

Tuhan yang setia, lembutkanlah hati kami agar menjadi tanah yang baik bagi firman-Mu. Jauhkan kami dari kesibukan dan kekhawatiran yang menutup diri dari suara-Mu. Bimbinglah kami agar setia bertumbuh dalam iman dan menghasilkan buah kasih dalam hidup sehari-hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 30 Januari 2026 Markus 4:26-34 Lengkap Renungan Harian Katolik

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post