Berita yang lagi ramai banget datang dari Donald Trump. Acara makan malam Koresponden Gedung Putih yang harusnya aman dan formal, malah berubah jadi momen tegang gara-gara aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Cole Tomas Allen.
Pria berusia 31 tahun ini sekarang lagi jadi sorotan aparat penegak hukum di Amerika Serikat. Dia diduga kuat sebagai pelaku yang nekat masuk ke area acara dan mencoba melakukan serangan.
Kejadian ini berlangsung pada Sabtu malam (25 April 2026). Saat itu, acara makan malam resmi sedang berlangsung. Tiba-tiba, Allen diduga menerobos pengamanan dan sempat melewati detektor logam sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh petugas.
Untungnya, Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, berhasil diamankan tanpa luka. Namun, satu agen Secret Service sempat tertembak, meski sekarang kondisinya dilaporkan stabil karena pakai rompi anti peluru.
Motif Diduga Kuat: Ada Unsur Politik
Yang bikin kasus ini makin serius, aparat menemukan dokumen yang disebut sebagai “manifesto”. Isinya? Pernyataan niat buat menargetkan pejabat pemerintahan Trump.
Seorang pejabat bahkan bilang dokumen itu “mengindikasikan secara jelas motif politik di balik rencana serangan.” Meski begitu, penyelidikan masih terus jalan buat ngulik lebih dalam alasan sebenarnya di balik aksi ini.
Siapa Sih Cole Tomas Allen?
Kalau dilihat dari latar belakangnya, Allen ini bukan orang sembarangan. Dia berasal dari Torrance, California, dan punya pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi.
- Lulus teknik mesin dari California Institute of Technology tahun 2017
- Lanjut S2 ilmu komputer di California State University Dominguez Hills dan lulus tahun 2025
Salah satu dosennya, Bin Tang, bahkan kaget banget dengar kabar ini.
“Ia selalu duduk di depan, penuh perhatian, dan sering bertanya tentang materi kuliah. Saya sangat terkejut mendengar kabar ini,” ujarnya.
Secara profesional, Allen dikenal sebagai pengembang game independen dan juga pengajar paruh waktu. Dia juga sempat kerja di tempat bimbingan belajar dan bahkan pernah dapet penghargaan “Guru Terbaik Bulan Ini” di Desember 2024.
Di mata orang-orang sekitar, dia kelihatan normal banget. Ramah, sopan, bahkan inspiratif buat murid-muridnya.
Tapi Ada Sisi Lain yang Mulai Terungkap
Di balik image “anak pintar dan baik-baik”, penyelidik nemuin jejak aktivitas yang cukup mengkhawatirkan.
Beberapa di antaranya:
- Unggahan media sosial yang berisi retorika anti-Trump dan anti-Kristen
- Pernah ngomong soal rencana melakukan “sesuatu” untuk memperbaiki dunia
- Aktif latihan di lapangan tembak
- Punya dua senjata api legal (senapan dan pistol semi-otomatis)
Selain itu, dia juga disebut pernah terlibat dalam kelompok bernama “The Wide Awakes” dan ikut aksi protes “No Kings” di California.
Menariknya lagi, catatan donasi politik menunjukkan dia pernah nyumbang 25 dolar untuk kampanye Kamala Harris di tahun 2024 lewat platform ActBlue.
Banyak yang nggak nyangka. Bahkan dari lingkungan terdekatnya.
Dylan Wakayama bilang beberapa sukarelawan di organisasinya pernah diajar oleh Allen.
Menurut mereka, Allen itu “normal dan ramah”.
“Kami hanya mengenalnya dalam kapasitas terbatas. Kami tidak dapat memberikan penilaian lebih jauh,” ujarnya.
Sekarang kasus ini lagi ditangani serius oleh Federal Bureau of Investigation dan juga Secret Service.
Jaksa sementara, Todd Blanche, menyebut bahwa pelaku memang diduga menargetkan pejabat pemerintahan.
Allen kemungkinan bakal menghadapi sejumlah dakwaan berat, mulai dari percobaan pembunuhan sampai penyerangan terhadap aparat.
Kasus ini jadi pengingat kalau seseorang yang kelihatannya “baik-baik aja” di luar, belum tentu bebas dari konflik internal atau pandangan ekstrem. Penyelidikan masih berjalan, dan publik masih nunggu jawaban pasti: kenapa semua ini bisa terjadi.
