Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 14 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik, Misa Hari Minggu Warna Liturgi Hijau

Must Read

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Minggu 14 Juni 2026.

Kalender Liturgi hari Minggu 14 Juni 2026 adalah Hari Minggu Biasa XI dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Minggu 14 Juni 2026:

Bacaan I: Kel. 19:2-6a

Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu.

Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel:

Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.

Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm. 100: 2, 3, 5

Refrain: Kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya

  • Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
  • Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  • Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan II: Rm. 5:6-11

Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar?tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati?.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil

Refrain: Aleluya, Aleluya, Aleluya

Ayat (oleh solis): Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Bacaan Injil: Matius 9:36 – 10:8

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juni 2026

Hari Minggu Biasa XI

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Hari ini Sabda Tuhan berbicara tentang panggilan dan belas kasih. Ketiga bacaan menuntun kita melihat bahwa Allah tidak pernah memandang manusia sebagai kumpulan orang asing, melainkan sebagai umat yang dikasihi, dipanggil, dan diutus.

Dalam Bacaan Pertama, Allah berbicara kepada Israel di Gunung Sinai. Ia mengingatkan bagaimana Ia telah “mendukung mereka di atas sayap rajawali” dan membawa mereka kepada-Nya. Gambaran ini sangat indah: Allah bukan hanya menyelamatkan dari perbudakan, tetapi juga mengangkat dan membawa umat-Nya dekat ke hati-Nya sendiri. Kemudian Allah berkata, “Kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri.” Artinya, identitas umat Allah bukan ditentukan oleh kekuatan atau keberhasilan mereka, melainkan oleh kasih dan pilihan Allah.

Banyak orang zaman sekarang hidup dengan perasaan tidak cukup berharga. Kita sering menilai diri dari pekerjaan, pendapatan, penampilan, atau pengakuan orang lain. Ketika gagal, kita merasa ditolak. Namun Sabda hari ini mengingatkan: di mata Tuhan, kita adalah milik-Nya yang berharga. Nilai kita tidak bergantung pada prestasi, tetapi pada kasih Allah yang setia.

Dalam Bacaan Kedua, Santo Paulus melangkah lebih jauh. Ia berkata bahwa Kristus mati untuk kita “ketika kita masih berdosa.” Ini inti Injil: Allah mengasihi kita bukan setelah kita sempurna, melainkan justru ketika kita lemah dan jauh dari-Nya. Kasih Allah tidak menunggu kita layak. Salib Kristus adalah bukti bahwa Allah memilih mendekati manusia yang terluka, berdosa, dan rapuh.

Sering kali kita sulit percaya bahwa Tuhan sungguh menerima kita apa adanya. Kita datang kepada-Nya sambil menyembunyikan luka, rasa malu, atau kegagalan. Tetapi Yesus datang bukan untuk orang yang merasa benar, melainkan untuk menyelamatkan yang tersesat. Pendamaian dengan Allah adalah anugerah, bukan hasil usaha manusia semata.

Kemudian Injil memperlihatkan hati Yesus yang penuh belas kasihan. Matius menulis, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”

Gambaran ini sangat dekat dengan kehidupan modern. Banyak orang tampak sibuk dan berhasil, tetapi batinnya lelah. Ada yang kelelahan oleh tekanan ekonomi, tuntutan pekerjaan, konflik keluarga, atau kesepian yang tidak terlihat. Ada pula yang kehilangan arah hidup dan merasa berjalan sendiri tanpa pegangan.

Yesus melihat semua itu. Ia tidak memandang orang banyak sebagai beban, tetapi sebagai domba yang membutuhkan gembala. Belas kasih Yesus bukan rasa iba yang pasif. Belas kasih itu mendorong tindakan. Karena itu Ia berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.”

Di sini kita sering berpikir bahwa “pekerja” berarti imam, biarawan, atau biarawati saja. Padahal setiap orang yang dibaptis dipanggil menjadi pekerja di ladang Tuhan. Kita diutus untuk membawa kabar baik melalui kehidupan sehari-hari: dalam keluarga, tempat kerja, sekolah, lingkungan, dan media sosial.

Menariknya, Yesus mengutus murid-murid yang sangat biasa. Ada nelayan, pemungut cukai, orang Zelot, bahkan seorang yang kelak mengkhianati-Nya. Artinya, Tuhan tidak menunggu orang sempurna untuk berkarya. Ia memanggil orang biasa yang mau belajar mengandalkan-Nya.

Pesan Injil hari ini sangat nyata untuk kehidupan kita. Dunia membutuhkan lebih banyak hati yang berbelas kasih. Banyak orang tidak pertama-tama membutuhkan nasihat panjang, tetapi kehadiran yang mendengarkan. Banyak orang tidak menunggu kita menjadi hebat, tetapi berharap kita mau peduli. Ketika kita menghibur yang sedih, mengunjungi yang sakit, memaafkan yang bersalah, atau membantu tanpa pamrih, kita sedang ikut serta dalam karya Yesus.

Yesus juga berkata, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Kasih Tuhan yang kita terima tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Iman yang sejati selalu bergerak keluar menjadi pelayanan.

Maka hari ini marilah kita bertanya dalam hati: Di mana Tuhan memanggil saya menjadi pekerja di ladang-Nya? Siapa di sekitar saya yang sedang lelah dan membutuhkan sentuhan belas kasih? Bagaimana saya dapat menjadi tanda kehadiran Kristus di tengah dunia yang haus akan harapan?

Tuhan tidak meminta kita melakukan semuanya sekaligus. Ia hanya meminta hati yang mau melihat, tergerak, dan bertindak dengan kasih.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, bukalah mata kami untuk melihat orang-orang yang lelah dan terlantar di sekitar kami. Bentuklah hati kami agar penuh belas kasih seperti hati-Mu. Pakailah hidup kami sebagai alat damai, penghiburan, dan harapan bagi sesama. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 13 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik-Peringatan Wajib Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post