Kalau belakangan ini TikTok atau Instagram kamu dipenuhi foto yang vibes-nya seperti hasil jepretan dari album keluarga zaman dulu, jangan buru-buru mengira orang-orang mulai berburu kamera analog. Ada tren baru yang justru memanfaatkan AI untuk mengubah foto masa kini menjadi potret ala era 1980-an.
Tren foto 80-an ini menarik karena hasilnya bukan sekadar memasang filter warna kuning atau efek jadul. Foto bisa dibuat seolah-olah benar-benar diambil pada pertengahan hingga akhir 1980-an, lengkap dengan gaya rambut, outfit, pencahayaan flash, tekstur film, sampai karakter kamera pada masa tersebut.
Yang bikin makin gampang, kamu nggak perlu punya kamera film atau wardrobe vintage. Cukup siapkan satu foto dari galeri, kemudian unggah ke layanan AI yang mendukung pengeditan gambar. Setelah itu, tinggal kasih instruksi yang detail.
Bukan Sekadar Filter Vintage
Nah, bagian ini yang bikin tren tersebut terlihat lebih realistis.
Foto 80-an yang sedang banyak dibuat biasanya punya karakter visual yang cukup khas. Misalnya rambut dibuat lebih bervolume, pakaian mengikuti gaya fashion zaman tersebut, pencahayaan menggunakan direct flash, kemudian ditambahkan grain film yang halus.
Warna fotonya juga tidak harus dibuat super kuning. Justru hasil yang terlihat lebih meyakinkan biasanya mempunyai warna sedikit pudar, kontras yang tidak terlalu sempurna, soft focus tipis, bahkan tekstur seperti hasil cetakan foto lama.
Untuk gaya kamera saku, misalnya, foto bisa dibuat seperti hasil jepretan kamera film tahun 1987. Sedangkan kalau ingin nuansa foto studio, latarnya dapat dibuat sederhana dengan pencahayaan khas studio potret pada masa itu.
Ada juga yang menambahkan cap tanggal kecil seperti pada foto cetak zaman dulu. Detail kecil semacam ini yang membuat hasil akhirnya terasa lebih autentik.
ChatGPT Bisa Dipakai Buat Edit Foto 80-an
Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggunakan fitur gambar di ChatGPT. Foto yang sudah ada dapat diunggah, lalu kamu menjelaskan perubahan yang diinginkan.
Menariknya, instruksi tidak harus berhenti pada satu prompt. Kalau wajah terasa terlalu berubah, misalnya, kamu bisa memberikan perintah lanjutan agar wajah kembali mengikuti foto asli.
Begitu juga dengan elemen lainnya. Rambut terlalu ekstrem? Bisa diperhalus. Warna terlalu kuning? Bisa diminta dibuat lebih natural. Background terlalu ramai? Tinggal minta disederhanakan.
Jadi, hasil pertama sebenarnya tidak harus langsung dianggap final.
Kalau di akunmu tersedia template atau pilihan gaya seperti 80s Flashback, kamu juga bisa mencobanya. Namun kalau pilihan tersebut tidak muncul, konsep serupa tetap dapat dibuat secara manual melalui instruksi yang spesifik.
Gemini Juga Bisa Jadi Alternatif
Selain ChatGPT, Gemini juga dapat digunakan untuk mengedit gambar yang diunggah pengguna. Prinsipnya kurang lebih sama: masukkan foto, kemudian jelaskan secara detail seperti apa tampilan akhir yang kamu inginkan.
Kuncinya ada pada detail.
Daripada hanya menulis, “ubah foto menjadi vintage”, hasilnya biasanya akan lebih terarah kalau kamu menyebutkan tahun, jenis kamera, gaya rambut, pakaian, lokasi, pencahayaan, warna film, hingga tekstur foto.
Misalnya kamu ingin suasana Indonesia sekitar 1986, maka sebutkan secara jelas bahwa foto harus terlihat seperti potret masyarakat Indonesia pada era tersebut, bukan sekadar foto modern yang diberi filter retro.
Jangan Sampai Wajah Asli Malah Berubah
Ada satu hal yang sering bikin hasil edit AI terasa kurang natural: wajah orang di foto berubah terlalu jauh.
Supaya kemungkinan tersebut lebih kecil, gunakan foto awal yang cukup jelas. Hindari foto yang terlalu gelap, buram, atau wajahnya tertutup.
Di dalam prompt, tegaskan bahwa identitas orang harus dipertahankan. Kamu bisa menyebutkan agar bentuk wajah, mata, hidung, bibir, warna kulit, serta ciri khas lainnya tetap mengikuti foto asli.
Dengan begitu, AI diarahkan untuk mengubah gaya visualnya, bukan menciptakan orang baru.
5 Prompt Foto 80-an yang Bisa Langsung Dicoba
Prompt 1 — Gaya 1985
“Edit foto ini menjadi potret yang terlihat seperti benar-benar diambil sekitar tahun 1985. Pertahankan identitas dan karakter wajah asli, termasuk bentuk wajah, mata, hidung, bibir, warna kulit, dan usia. Ubah rambut serta pakaian menjadi gaya khas pertengahan 1980-an. Gunakan direct camera flash, film grain natural, warna analog sedikit pudar, soft focus ringan, dan latar sederhana. Buat hasilnya terlihat seperti foto asli dari era 1980-an, bukan gambar AI. Jangan tambahkan benda modern.”
Prompt 2 — Kamera Saku 1987
“Ubah foto ini menjadi hasil jepretan kamera film saku sekitar tahun 1987. Pertahankan wajah dan identitas asli sepenuhnya. Gunakan flash frontal, sedikit grain, warna hangat yang agak memudar, komposisi candid, pakaian kasual khas 1980-an, serta tekstur foto cetak lama. Tambahkan cap tanggal kecil yang terlihat natural seperti pada foto keluarga zaman dulu.”
Prompt 3 — Foto Studio Indonesia 1986
“Transformasikan foto ini menjadi portrait studio Indonesia sekitar tahun 1986. Jangan mengubah wajah asli. Gunakan gaya rambut bervolume khas era 1980-an, busana formal retro, backdrop studio sederhana berwarna biru keabu-abuan, pencahayaan flash studio, sedikit vignette, dan tekstur cetakan foto lama. Hasil harus realistis seperti foto studio sungguhan pada masa tersebut.”
Prompt 4 — Anak Muda Indonesia Era 80-an
“Buat foto ini terlihat seperti potret anak muda Indonesia pada akhir 1980-an. Pertahankan identitas dan wajah asli. Gunakan jaket denim atau kemeja vintage, celana khas era tersebut, suasana teras rumah Indonesia zaman dulu, kamera analog 35 mm, direct flash, dan warna film yang sedikit tidak sempurna. Hindari smartphone dan benda modern lainnya.”
Prompt 5 — Realistis, Jangan Terlalu AI
“Edit foto ini menjadi foto autentik tahun 1988. Pertahankan identitas wajah asli sepenuhnya. Hasil harus terlihat seperti foto sungguhan yang diambil menggunakan kamera film, bukan ilustrasi AI. Gunakan film grain natural, sedikit ketidaksempurnaan lensa, highlight dari flash, warna agak pudar, tekstur cetakan foto lama, pakaian serta interior yang sesuai dengan era 1980-an. Hilangkan semua benda modern.”
Cara Membuat Foto 80-an di AI
Caranya sebenarnya simpel banget. Pertama, pilih foto yang wajahnya terlihat jelas dari galeri. Kemudian buka layanan AI yang mendukung pengeditan gambar dan unggah foto tersebut.
Setelah foto masuk, masukkan salah satu prompt sesuai konsep yang kamu mau. Tunggu hasilnya, kemudian cek bagian wajah, rambut, pakaian, tangan, background, dan detail lainnya.
Kalau masih terasa terlalu modern, kasih instruksi tambahan. Contohnya, minta rambut dibuat lebih sesuai era 1980-an, warna film dibuat lebih natural, atau background diganti menjadi interior rumah zaman dulu.
Kalau wajah berubah, jangan langsung menyerah. Berikan instruksi seperti, “Pertahankan kembali wajah sesuai foto asli dan jangan mengubah identitas orang tersebut.”
Untuk pengguna Gemini, langkahnya juga serupa. Unggah foto, masukkan prompt, lalu lakukan penyempurnaan melalui instruksi berikutnya apabila hasil pertama belum sesuai.
Kenapa Tren Ini Bisa Terasa Realistis?
Jawabannya ada pada detail.
AI memang bisa mengubah foto menjadi vintage hanya dengan satu perintah. Tetapi kalau ingin hasil yang benar-benar terasa seperti foto dari tahun 1980-an, prompt sebaiknya tidak berhenti pada kata “retro”.
Sebutkan tahun, jenis kamera, karakter flash, gaya rambut, pakaian, interior, warna film, dan tekstur cetakan.
Misalnya, foto tahun 1985 tentu tidak harus memiliki tampilan yang sama dengan foto tahun 1989. Begitu pula foto studio akan mempunyai karakter berbeda dengan foto kamera saku keluarga.
Semakin spesifik arahan yang diberikan, semakin besar peluang AI memahami suasana visual yang kamu incar.
Jadi, Mau Nostalgia ke Era 80-an?
Tren foto 80-an membuktikan bahwa nostalgia sekarang tidak selalu membutuhkan album foto lama. Dengan bantuan AI, foto yang ada di galeri bisa diolah menjadi potret dengan nuansa masa lalu hanya dalam beberapa langkah.
Tapi yang paling seru justru bukan sekadar membuat foto terlihat tua. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai suasana: mulai dari foto studio keluarga, kamera saku, gaya anak muda Indonesia akhir 1980-an, sampai potret yang sengaja dibuat seperti hasil cetak foto lama.
Jadi kalau timeline TikTok atau Instagram kamu tiba-tiba penuh foto bergaya 80-an, sekarang sudah tahu rahasianya. Bukan mesin waktu, tapi kombinasi foto yang tepat dan prompt AI yang detail.