Video Rekaman Kekerasan Pelajar di Harjamukti Viral, Tiga Anak Diamankan Polisi

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Video aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah pelajar mendadak ramai di media sosial. Rekaman tersebut bukan cuma bikin warganet penasaran, tetapi juga langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya mengamankan tiga pelajar yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Ketiganya masih berstatus anak dan kini menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.

Tiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial MA, ADB, dan PFR. Polisi juga mengamankan satu unit Honda PCX warna hitam yang diduga digunakan ketika peristiwa berlangsung.

Kejadian Berawal dari Pengejaran

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Jalan Angkasa Raya, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Saat itu, seorang pelajar berinisial T.F. diduga sedang dikejar oleh tiga pelajar yang mengendarai sepeda motor Honda PCX berwarna hitam.

Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan. Berdasarkan informasi dalam penyelidikan polisi, ketika para pelajar tersebut berhasil mendekati korban, salah satu terduga pelaku diduga mengayunkan senjata tajam jenis celurit sebanyak tiga kali ke arah korban.

Akibat kejadian itu, pakaian korban mengalami kerusakan. Korban juga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis hingga mendapat dua jahitan.

Rekamannya Viral di Media Sosial

Aksi tersebut ternyata terekam kamera dan kemudian videonya beredar di media sosial, termasuk melalui akun Instagram @archives.baskot.

Video yang beredar luas itu akhirnya menjadi perhatian publik. Dari sinilah kepolisian mulai melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa saja yang diduga berada di balik kejadian tersebut.

Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur kemudian mengecek lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Polisi juga tidak cuma mengandalkan informasi dari saksi. Rekaman video yang beredar ikut dianalisis untuk mencari berbagai petunjuk, mulai dari ciri-ciri pelajar, pakaian yang dikenakan, sampai kendaraan yang terlihat dalam video.

Polisi Cocokkan Seragam dan Kendaraan

Salah satu petunjuk yang membantu penyelidikan adalah ciri pakaian atau seragam yang terlihat dalam rekaman.

Dari informasi tersebut, polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah yang diduga memiliki kesesuaian dengan ciri-ciri pelajar dalam video.

Penelusuran juga dilakukan terhadap sepeda motor yang digunakan. Polisi berkoordinasi dengan Samsat Polres Cirebon Kota untuk mencocokkan data kendaraan Honda PCX yang terlihat dalam rekaman dengan hasil penyelidikan di lapangan.

Rangkaian informasi tersebut akhirnya mengarah kepada tiga pelajar berinisial MA, ADB, dan PFR.

Pada Jumat, 4 September 2026, ketiganya berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur.

Polisi Tegaskan Video Viral Ditindaklanjuti

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit mengatakan, video yang beredar di media sosial menjadi salah satu petunjuk awal dalam mengungkap kejadian tersebut.

Menurutnya, informasi dari video kemudian dikembangkan melalui pengecekan lokasi, pemeriksaan saksi, pencocokan ciri-ciri pelajar dengan pihak sekolah, hingga penelusuran kendaraan.

“Informasi dari video yang viral kami tindaklanjuti dengan melakukan pengecekan lokasi, meminta keterangan saksi, mencocokkan ciri-ciri dalam video dengan pihak sekolah serta menelusuri kendaraan yang digunakan,” katanya.

Setelah rangkaian penyelidikan dilakukan, tiga pelajar yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut akhirnya berhasil diamankan.

Karena Masih Anak, Proses Hukumnya Berbeda

Kasus ini juga perlu dilihat secara hati-hati karena ketiga terduga pelaku masih berstatus anak.

Artinya, proses hukum terhadap mereka tidak bisa disamakan begitu saja dengan perkara yang melibatkan orang dewasa. Penyidik wajib memperhatikan ketentuan dalam sistem peradilan pidana anak, termasuk perlindungan terhadap hak-hak anak selama proses hukum berlangsung.

Ketiga pelajar tersebut selanjutnya diserahkan kepada Satreskrim Polres Cirebon Kota untuk menjalani proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Viralnya sebuah video di media sosial memang bisa menjadi pintu awal bagi aparat untuk menemukan petunjuk. Namun, proses pembuktian tetap harus dilakukan melalui penyelidikan dan pemeriksaan resmi.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aksi kekerasan antarpelajar bukan sekadar persoalan yang selesai setelah videonya hilang dari media sosial. Ada korban yang harus mendapatkan penanganan, ada dugaan pelanggaran hukum yang harus diperiksa, dan ada masa depan anak-anak yang juga perlu diperhatikan dalam proses penegakan hukum.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Catat 5 September 2026, Tiga Peringatan Global dengan Sejarah dan Makna Berbeda

Memasuki September, ternyata ada sejumlah tanggal yang punya cerita dan makna menarik di baliknya. Salah satunya adalah 5 September...

More Articles Like This

Favorite Post