Warga dan pengguna jalan di kawasan Gapura Anjasmoro, Kota Semarang, Jawa Tengah, dibuat heboh pada Selasa pagi, 8 September 2026. Sebuah video yang memperlihatkan kondisi gapura dalam keadaan rusak parah hingga sebagian strukturnya runtuh mendadak viral dan ramai dibagikan di media sosial.
Video tersebut pertama kali menjadi perhatian warganet setelah diunggah akun Instagram @infokejadiansemarang.new. Dalam rekaman amatir itu, kondisi jalan di sekitar lokasi terlihat masih dipenuhi aktivitas lalu lintas, sementara material bangunan tampak berjatuhan dan berserakan di atas permukaan jalan.
Situasinya tentu bikin pengguna jalan waswas. Pasalnya, reruntuhan bangunan berada di area yang dilewati kendaraan sehingga kondisi sekitar lokasi perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi kejadian susulan.
Dalam video yang beredar, turut muncul keterangan:
“Info terkini bolo Gapura Anjasmoro remuk. Info dari rekan,”
Unggahan tersebut kemudian memancing rasa penasaran publik. Banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa yang membuat gapura yang menjadi salah satu penanda kawasan tersebut bisa sampai rusak dan runtuh?
Diduga Ditabrak Truk Kontainer
Keterangan sementara dari kepolisian mengarah pada dugaan bahwa kerusakan Gapura Anjasmoro terjadi setelah bagian bangunan tersebut terserempet atau ditabrak kendaraan besar yang melintas.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, mengatakan polisi masih melakukan penelusuran untuk mencari kendaraan yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Masih kita cari,” kata Untung kepada Kompas.com, Selasa (8/9/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, kendaraan yang diduga menabrak gapura tersebut merupakan truk kontainer yang sedang melintas di jalan sekitar lokasi.
“Masih kita cari kendaraan nya,” ujarnya.
Artinya, sampai informasi ini disampaikan, polisi belum menemukan kendaraan maupun sopir truk kontainer yang diduga menjadi penyebab rusaknya Gapura Anjasmoro.
Kejadiannya Disebut Terjadi Sekitar Pukul 06.00 WIB
Menurut informasi yang diterima kepolisian, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Waktu kejadian yang masih tergolong pagi membuat kawasan tersebut sudah mulai dipadati aktivitas masyarakat dan kendaraan. Karena itu, runtuhnya struktur gapura tentu berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Meski begitu, ada satu kabar yang cukup melegakan. Berdasarkan keterangan polisi, tidak ada kendaraan yang terkena reruntuhan bangunan dalam kejadian tersebut.
“Betul pagi tadi,” lanjut Untung.
Kondisi ini menjadi hal penting karena material bangunan yang jatuh ke jalan bisa saja membahayakan pengendara apabila kejadian berlangsung ketika arus lalu lintas sedang ramai.
Sopir Masih Diburu
Polisi kini masih berupaya mengidentifikasi dan menemukan kendaraan yang diduga terlibat. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui secara lebih jelas kronologi kejadian, termasuk bagaimana truk kontainer tersebut bisa sampai mengenai struktur Gapura Anjasmoro.
Untuk sementara, informasi yang beredar di media sosial masih perlu dicermati karena belum semua detail mengenai kejadian tersebut disampaikan secara lengkap oleh pihak berwenang.
Warganet juga diimbau tidak buru-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar. Detail mengenai kendaraan, sopir, hingga penyebab pasti kerusakan tetap menunggu hasil penelusuran pihak kepolisian.
Runtuhnya Gapura Anjasmoro Semarang menjadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan yang dilewati banyak kendaraan. Dugaan awal menyebut struktur gapura rusak setelah ditabrak truk kontainer, sementara polisi masih mencari kendaraan yang diduga terlibat.
Kabar baiknya, kejadian yang diperkirakan berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB tersebut tidak menyebabkan kendaraan tertimpa reruntuhan. Meski begitu, kondisi bangunan dan material yang berjatuhan tetap menjadi perhatian serius demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Sampai saat ini, proses penelusuran masih berlangsung. Publik pun masih menunggu informasi lanjutan dari kepolisian mengenai keberadaan truk kontainer dan sopir yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.