Keluhan Mual dan Lemas pada 10 Siswa SLB Blitar, Sisa MBG Ditarik dan Menu Dievaluasi

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Kabar soal 10 siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar yang disebut-sebut mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) sempat bikin perhatian publik tertuju ke program tersebut. Isu ini pun cepat beredar dan memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.

Namun, pihak sekolah memberikan klarifikasi bahwa kondisi yang dialami para siswa tidak seperti isu keracunan serius yang beredar. Sepuluh siswa memang sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang fit dan kemudian mendapat pemeriksaan medis.

Para siswa tersebut sempat ditangani di Puskesmas Kepanjen Kidul, RSUD Mardi Waluyo, serta RS Siti Khotijah. Setelah menjalani observasi, seluruh siswa disebut sudah diperbolehkan pulang dan kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Kota Blitar, Ana Aliyatul Himmah, menegaskan bahwa keluhan yang muncul tergolong ringan.

“Siswa hanya mengalami mual dan lemas. Setelah observasi, mereka semua sudah pulang,” ujar Ana Aliyatul Himmah, Kamis (17/9/2026).

Klarifikasi ini sekaligus meluruskan kabar yang telanjur menyebar di tengah masyarakat. Jadi, informasi mengenai 10 siswa yang disebut mengalami keracunan perlu dilihat secara utuh berdasarkan kondisi yang disampaikan pihak sekolah.

Wali Murid Ikut Beri Penjelasan

Salah satu wali murid juga menyampaikan bahwa kondisi anaknya memang cukup rentan ketika mengalami perubahan kondisi tubuh.

Ia membantah bahwa keluhan yang dialami anaknya otomatis disebabkan oleh makanan MBG yang dikonsumsi di sekolah.

“Anak saya memang mudah sakit. Kalau kurang tidur atau cuaca berubah, dia gampang lemas. Jadi bukan karena makanannya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu penjelasan dari pihak keluarga mengenai kondisi siswa. Dengan begitu, penyebab keluhan yang muncul tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai keracunan makanan.

Sisa Makanan Langsung Diamankan, Menu MBG Diganti

Meski kondisi siswa sudah membaik, pihak sekolah tetap mengambil langkah antisipasi. Begitu muncul keluhan, sisa makanan langsung ditarik agar bisa dilakukan evaluasi dan mencegah kemungkinan munculnya persoalan yang lebih luas.

SPPG sebagai pihak penyedia MBG kemudian bergerak dengan mengganti menu yang diberikan kepada siswa.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa keluhan siswa tetap mendapat perhatian, meskipun pihak sekolah menyatakan tidak menemukan indikasi keracunan serius.

Program MBG di sekolah juga tetap berjalan. Pengawasan terhadap makanan dan proses penyediaannya diperketat supaya kualitas serta keamanan makanan tetap menjadi perhatian utama.

Sekolah Minta Orang Tua Tidak Panik

Di tengah cepatnya informasi menyebar, pihak sekolah mengimbau para wali murid untuk tidak langsung panik. Setiap keluhan dari siswa tetap akan ditindaklanjuti dan dievaluasi bersama pihak terkait.

“Kami pastikan MBG aman. Evaluasi rutin terus kami lakukan bersama SPPG,” tambahnya.

Sekolah juga menegaskan komitmennya untuk terbuka terhadap setiap laporan yang masuk. Kalau ada siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap makanan, wali murid diminta segera menyampaikannya kepada pihak sekolah agar bisa ditangani dan ditelusuri lebih lanjut.

Dengan adanya klarifikasi ini, kabar soal 10 siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar yang disebut keracunan MBG menjadi lebih jelas. Para siswa telah mendapatkan pemeriksaan dan dipulangkan setelah kondisinya membaik, sementara pihak sekolah bersama SPPG tetap melakukan evaluasi terhadap penyediaan makanan.

Yang nggak kalah penting, informasi soal kejadian seperti ini memang perlu dicek dulu sumber dan konteksnya sebelum ikut disebarkan. Apalagi menyangkut kesehatan siswa dan program MBG yang sedang berjalan. Pihak sekolah memastikan pengawasan akan terus dilakukan agar keamanan makanan tetap terjaga.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Mengapa Hype di Media Sosial Cepat Berganti? Memahami Siklus Konten Viral di Era Digital

Pernah nggak sih lo lihat satu video yang awalnya muncul di mana-mana, dibahas banyak orang, bahkan sampai jadi bahan...

More Articles Like This

Favorite Post