Jagat media sosial kembali ramai setelah sebuah rekaman drone disebut-sebut memperlihatkan benda yang diduga kapal di sekitar Gunung Anak Krakatau. Video tersebut sontak bikin netizen penasaran karena muncul di tengah pencarian lima jurnalis dan anak buah kapal (ABK) yang masih hilang kontak saat berada di kawasan tersebut.
Rekaman itu kemudian ramai dibagikan dan diperbincangkan. Banyak yang menduga benda berwarna putih yang terlihat dari udara merupakan kapal yang sedang dicari. Namun, dugaan tersebut belum bisa dipastikan hanya berdasarkan rekaman drone.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @andrearamadhaan. Dalam rekaman yang disebut diambil pada Minggu, 13 September 2026, terlihat sebuah benda memanjang berwarna putih berada di permukaan laut. Dari sudut pandang udara, benda itu tampak seperti dalam posisi terbalik.
Pemilik akun mengaku dirinya justru baru mengetahui keberadaan benda tersebut setelah mendapatkan pesan dari netizen. Saat menerbangkan drone, ia mengaku tidak menyadari ada objek yang terekam kamera.
“Saya pun bertanda tanya disini. Karena, kalau pas saat itu saya sadar saya mungkin akan mendekat. Disini saya hanya mencoba berkontribusi positif,” kata pria dalam akun tersebut, dikutip, Rabu (16/9/2026).
Karena video telanjur viral dan dikaitkan dengan pencarian para jurnalis yang hilang, informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan. Tim melakukan pengecekan langsung ke area yang disebut dalam rekaman drone.
Hasilnya, tim SAR tidak menemukan benda seperti yang terlihat dalam video. Pengecekan dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka dengan menyisir kawasan sekitar Anak Gunung Krakatau dari arah Panaitan.
“Jadi untuk KN SAR Tetuka sendiri itu melakukan searching di sekitaran Anak Gunung Krakatau dari Panaitan dan sempat tadi melakukan monitoring kurang lebih 4 km dari Anak Gunung Krakatau,” kata Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad dikutip Rabu (16/9/2026).
Tim SAR juga melakukan pencarian menggunakan sejumlah sarana di lapangan. Informasi mengenai lokasi objek dari video yang beredar di Instagram menjadi salah satu bahan untuk menentukan area pengecekan.
“Dan menurunkan sekoci, menurunkan srider untuk melakukan searching dengan informasi yang didapatkan pada tanggal 13 yang beredar di Instagramnya,” sambung dia.
Menurut Amrad, pihaknya sudah mencocokkan informasi dalam video dengan kondisi lokasi di lapangan. Berdasarkan perkiraan, drone dalam rekaman tersebut berada sekitar 500 meter dari daratan Gunung Anak Krakatau ketika mengambil gambar.
“Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikan dengan information yang kami dapatkan dan setelah mereka melakukan ee cross-check tentang informasi tersebut, itu hasilnya nihil,” ucapnya.
Meski objek yang terlihat dalam video belum terbukti berkaitan dengan kapal yang dicari, proses pencarian tetap berlanjut. Tim SAR Gabungan kembali memperluas sektor pencarian dengan melibatkan berbagai upaya untuk menemukan keberadaan para jurnalis dan ABK yang masih belum diketahui.
Pencarian tersebut memasuki hari kedelapan pada Rabu, 16 September 2026. Di tengah ramainya informasi yang berseliweran di media sosial, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan setiap objek yang terlihat dalam rekaman sebagai titik keberadaan korban.
Setiap informasi dari masyarakat tetap bisa menjadi petunjuk yang diperiksa oleh tim di lapangan. Namun, kepastian mengenai temuan dan lokasi pencarian tetap menunggu hasil verifikasi langsung dari Tim SAR. Untuk saat ini, hasil pengecekan terhadap objek dalam video drone tersebut dinyatakan nihil, sementara pencarian terhadap para jurnalis dan ABK terus dilakukan.