Jagat media sosial belakangan ramai membahas sebuah video yang memperlihatkan dua orang berseragam dinas melakukan tindakan tidak pantas di sebuah ruang kerja. Video panas tersebut kemudian dikaitkan dengan lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).
Pemprov Sumbar akhirnya memberikan klarifikasi. Bukan sekadar isu yang beredar di media sosial, salah satu pria yang terlihat dalam rekaman tersebut ternyata merupakan pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar. Pemerintah daerah pun langsung mengambil langkah dengan melakukan klarifikasi dan memanggil pejabat yang bersangkutan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan perkembangan kasus tersebut melalui keterangan tertulis pada Senin (24/8/2026).
Menurut Arry, pihaknya bergerak setelah menerima rekaman video yang beredar. Dari klarifikasi awal yang dilakukan bersama Asisten II Sekretariat Daerah Sumbar, pejabat tersebut mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang ada di dalam video.
“Yang bersangkutan juga telah mengundurkan diri dari jabatannya,” ucap Arry.
Pejabat yang dimaksud diketahui menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Sumbar.
Bakal Diproses Sesuai Aturan
Meski pejabat tersebut sudah mengundurkan diri dari jabatannya, persoalan ini belum dianggap selesai begitu saja. Pemprov Sumbar memastikan kasus tersebut tetap akan diproses secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Arry mengatakan perkembangan persoalan tersebut juga sudah disampaikan kepada Gubernur Sumbar.
“Arahan beliau, tentu persoalan ini ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Arry.
Untuk memastikan pemeriksaan berjalan objektif dan mengikuti aturan disiplin PNS, Pemprov Sumbar membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.
Tim tersebut diketuai langsung oleh Sekda Sumbar. Anggotanya terdiri dari inspektur, Kepala BKD, serta Asisten II selaku atasan langsung pejabat yang diperiksa.
“Insyaallah, proses pemeriksaan akan segera dimulai. Tim akan memeriksa seluruh fakta dan keterangan yang diperlukan secara objektif, kemudian memberikan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Arry.
Pemprov Minta Publik Tak Terburu-buru Menyimpulkan
Di tengah ramainya pembahasan video tersebut, Pemprov Sumbar juga meminta masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Arry menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi jika nantinya pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran terhadap aturan disiplin maupun etika ASN.
Namun, seluruh proses tetap harus dilakukan berdasarkan fakta dan pemeriksaan resmi. Karena itu, masyarakat diminta memberikan ruang kepada tim pemeriksa untuk bekerja.
“Kami memahami perhatian masyarakat terhadap persoalan ini. Namun, kami meminta agar tidak berkembang spekulasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan menangani persoalan ini secara serius, objektif, dan sesuai aturan,” ucap Arry.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran disiplin PNS, Pemprov Sumbar menyatakan akan mengambil tindakan serta memberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Prinsipnya, Pemprov Sumbar akan menegakkan disiplin dan menjaga integritas aparatur,” ujar Arry.
Video Panas Viral di Media Sosial
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan dua orang yang diduga PNS di lingkungan Pemprov Sumbar berada di ruang kerja dengan mengenakan pakaian dinas. Dalam video tersebut, keduanya terlihat melakukan tindakan yang kemudian menuai sorotan publik.
Identitas kedua orang tersebut ikut menjadi perhatian setelah video menyebar luas. Berdasarkan keterangan Pemprov Sumbar, pria dalam rekaman tersebut merupakan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Sumbar.
Sementara itu, informasi mengenai identitas dan status pribadi perempuan dalam video tersebut masih perlu ditempatkan secara hati-hati karena proses pemeriksaan resmi masih berjalan.
Jadi, untuk saat ini, poin yang sudah dikonfirmasi Pemprov Sumbar adalah keterlibatan pejabat tersebut dalam video, pengunduran dirinya dari jabatan, serta dibentuknya tim pemeriksa untuk menelusuri persoalan secara resmi.
Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa status sebagai aparatur sipil negara membawa tanggung jawab bukan hanya dalam menjalankan pekerjaan, tetapi juga dalam menjaga etika dan integritas. Publik kini tinggal menunggu hasil pemeriksaan Tim Ad Hoc untuk mengetahui apakah ditemukan pelanggaran disiplin dan sanksi apa yang nantinya akan diberikan sesuai aturan.