Thursday, January 8, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 12 Januari 2026 Markus 1:14-20 dan Renungan Harian Katolik

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Senin 12 Januari 2026.

Kalender Liturgi hari Senin 12 Januari 2026 merupakan Hari Biasa, Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Senin 12 Januari 2026:

Bacaan Pertama: 1Sam. 1:1-8

Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim.

Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak.

Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas.

Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian.

Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.

Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya.

Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.

Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: “Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 116:12-13,14,17,18-19

Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?

Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,

akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,

akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,

di pelataran rumah TUHAN, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem! Haleluya!

Bacaan Injil: Mrk. 1:14-20

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,

kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Senin 12 Januari 2026

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita merenungkan dua kisah yang berbeda, tetapi sama-sama mengajarkan kita tentang iman, kesetiaan, dan keberanian untuk menanggapi panggilan Allah.

Dalam Bacaan Pertama, kita bertemu dengan Hana, seorang wanita yang merasakan luka mendalam karena tidak memiliki anak, sementara madunya, Penina, selalu menyakiti hatinya. Hana mengalami kesedihan yang mungkin kita juga kenal dalam bentuk kehilangan, kekecewaan, atau rasa kurang dihargai. Namun, yang menarik dari kisah Hana bukan hanya kesedihannya, tetapi caranya menempatkan hatinya di hadapan Allah. Ia menangis, berdoa dengan tulus, dan tetap percaya bahwa Tuhan memperhatikan setiap doanya. Dalam kesendirian dan kesedihan itu, Hana mengajarkan kita untuk bersandar kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Bahkan ketika orang di sekitar kita tidak memahami atau bahkan menyakiti, Allah tetap hadir, mendengar, dan mengerti hati kita.

Bacaan Injil membawa kita kepada panggilan yang sederhana namun menakjubkan: Yesus memanggil Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes untuk mengikuti-Nya. Tidak ada tawar-menawar, tidak ada penundaan. Mereka meninggalkan pekerjaan sehari-hari—menebar dan membereskan jala—dan mengikuti Yesus tanpa ragu. Panggilan ini menegaskan bahwa iman bukan hanya soal doa dan harapan, tetapi juga tentang keberanian untuk bertindak, meninggalkan zona nyaman, dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Mengikuti Yesus berarti memberi diri kita sepenuhnya, bahkan ketika itu berarti meninggalkan hal-hal yang aman dan familiar.

Saudara-saudari, kedua bacaan ini saling melengkapi. Hana mengajarkan kita ketekunan dalam doa dan kepercayaan kepada Allah meski dalam kesedihan, sedangkan para rasul menunjukkan kita pentingnya keberanian untuk menanggapi panggilan Tuhan, meski itu mengubah hidup kita secara radikal. Hari ini, kita diajak untuk menanyakan pada diri sendiri: apakah kita seperti Hana, yang berserah dalam doa meski hati terluka, atau seperti para rasul, yang berani melangkah ketika Tuhan memanggil, bahkan meninggalkan sesuatu yang kita anggap aman? Atau mungkin, kita dipanggil untuk menjadi keduanya—percaya penuh dan berani bertindak.

Dalam kehidupan modern, kita sering dihadapkan pada situasi di mana rasa takut, ragu, atau kenyamanan diri menghalangi kita untuk mengikuti panggilan Tuhan. Bisa jadi itu panggilan untuk lebih sabar menghadapi keluarga, lebih jujur di tempat kerja, atau lebih peduli kepada sesama. Tuhan memanggil kita bukan untuk hal-hal spektakuler, tetapi untuk mengubah hati kita agar hidup kita menjadi terang bagi orang lain.

Marilah kita menutup renungan ini dengan doa: semoga kita memiliki iman seperti Hana, kesabaran dalam doa, dan keberanian seperti para rasul, untuk mengikuti panggilan Yesus setiap hari. Semoga kita mampu menebar kasih dan pengharapan, menanggapi panggilan Allah dalam hidup sehari-hari, dan menemukan sukacita yang hanya datang dari menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajarlah kami untuk bersandar kepada-Mu dalam kesedihan, untuk percaya dalam doa, dan berani mengikuti-Mu dalam hidup sehari-hari. Semoga kami selalu membuka hati untuk mendengar panggilan-Mu dan menanggapi dengan penuh iman dan sukacita. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 14 Januari 2026 Markus 1:29-39 dan Renungan Harian Katolik

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post