Friday, January 9, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 14 Januari 2026 Markus 1:29-39 dan Renungan Harian Katolik

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu 14 Januari 2026.

Kalender Liturgi hari Rabu 14 Januari 2026 merupakan Hari Biasa, Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu 14 Januari 2026:

Bacaan Pertama: 1Sam. 3:1-10,19-20

Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering.

Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.

Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.

Lalu TUHAN memanggil, “Samuel! Samuel!” dan ia menjawab, “Ya, bapa.”

Lalu berlarilah ia kepada Eli serta katanya, “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Lalu pergilah ia tidur.

Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.”

Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.

Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya, “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.

Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel, “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.

Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah, “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”

Dan Samuel makin besar, dan TUHAN menyertai dia serta tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.

Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 40:2,5,7-8a,8b-9,10

Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku.

Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

Lalu aku berkata, “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan daripada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

Bacaan Injil: Markus 1:29-39

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia.

Waktu menemukan Dia mereka berkata, “Semua orang mencari Engkau.”

Jawab-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu 14 Januari 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita masuk ke dalam keheningan yang dalam, ke ruang batin tempat Tuhan berbicara dengan cara yang sering kali sangat lembut, nyaris tak terdengar, namun sungguh nyata bagi hati yang mau mendengar. Bacaan Pertama memperlihatkan kepada kita seorang anak muda bernama Samuel. Pada zamannya, firman Tuhan jarang terdengar, penglihatan tidak sering terjadi. Situasi itu sangat mirip dengan zaman kita sekarang. Kita hidup di tengah kebisingan, hiruk-pikuk informasi, tuntutan hidup, dan kesibukan tanpa henti. Banyak suara terdengar, tetapi suara Tuhan sering tenggelam. Bukan karena Tuhan berhenti berbicara, melainkan karena kita tidak lagi peka untuk mendengarkan.

Samuel dipanggil Tuhan berulang kali, namun ia tidak langsung mengenali suara itu. Ia mengira suara itu datang dari Eli, orang yang ia hormati dan taati. Ini sangat manusiawi. Kita pun sering mengira suara Tuhan sebagai suara kebiasaan, suara orang lain, suara logika semata, atau bahkan kita abaikan karena terasa mengganggu kenyamanan. Tetapi Tuhan tidak menyerah. Ia memanggil Samuel dengan sabar, sampai akhirnya melalui bimbingan Eli, Samuel belajar menjawab dengan sikap yang menjadi doa sederhana namun sangat mendalam: “Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu mendengar.” Kalimat ini bukan sekadar kata-kata, melainkan sikap hidup. Sikap hati yang terbuka, rendah, dan siap dibentuk.

Lalu Injil hari ini menampilkan Yesus yang sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Ia masuk ke rumah, menjumpai orang sakit, memegang tangan ibu mertua Simon, dan menyembuhkannya. Sentuhan Yesus bukan hanya menyembuhkan tubuh, tetapi memulihkan martabat dan harapan. Menariknya, setelah sembuh, perempuan itu tidak hanya sehat, tetapi langsung melayani. Kesembuhan sejati selalu menggerakkan hati untuk memberi, bukan berhenti pada diri sendiri. Di sini kita belajar bahwa iman yang hidup selalu berbuah dalam pelayanan, sekecil apa pun bentuknya.

Yesus juga menyembuhkan banyak orang, mengusir roh jahat, dan memenuhi harapan orang banyak. Namun, ketika semua orang mencari Dia, Yesus justru memilih pergi ke tempat sunyi untuk berdoa. Di sanalah kita melihat keseimbangan hidup rohani yang sangat penting. Yesus tidak larut dalam kesibukan pelayanan hingga melupakan relasi dengan Bapa. Ia mengajar kita bahwa doa bukan pelarian dari tugas, melainkan sumber kekuatan untuk menjalani panggilan hidup dengan setia dan jernih.

Ketika para murid berkata, “Semua orang mencari Engkau,” Yesus tidak terjebak oleh popularitas atau tuntutan manusia. Ia justru menegaskan misinya: pergi ke tempat lain untuk mewartakan Injil. Ini mengajak kita bercermin. Dalam hidup, sering kali kita sibuk memenuhi harapan orang lain, mengejar pengakuan, atau takut mengecewakan, sampai lupa bertanya: apa kehendak Tuhan atas hidupku? Seperti Samuel, kita dipanggil untuk mendengar. Seperti Yesus, kita dipanggil untuk setia pada misi, meski harus melangkah keluar dari zona nyaman.

Renungan hari ini mengajak kita untuk kembali belajar hening, menyediakan ruang bagi Tuhan untuk berbicara, dan memiliki keberanian untuk menanggapi panggilan-Nya dalam kehidupan nyata. Tuhan masih memanggil, di tengah kesibukan kerja, dalam relasi keluarga, dalam luka batin, dan dalam kerinduan terdalam kita. Pertanyaannya bukan apakah Tuhan berbicara, tetapi apakah kita mau mendengar dan menjawab.

Kiranya kita berani berdoa seperti Samuel, dengan hati yang jujur dan terbuka: “Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu mendengar.” Dan semoga hidup kita menjadi saluran kasih, kesembuhan, dan harapan bagi sesama, berakar dalam doa, dan setia pada panggilan yang Tuhan percayakan di zaman ini. Amin.

Doa Penutup

Ya Tuhan, ajarilah aku peka mendengar suara-Mu di tengah kesibukan hidup. Berilah aku hati yang terbuka, keberanian menjawab panggilan-Mu, setia dalam doa, dan rela melayani sesama dengan kasih, seperti Engkau menyentuh, menyembuhkan, dan mengutus aku setiap hari, dalam hidup nyata sekarang ini bersama-Mu selalu. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Promo JSM Alfamart Berlaku 9–11 Januari 2026, Hemat Beli Minyak Goreng, Mie Instant dan Kebutuhan Pribadi

Belanja hemat bukan soal menahan keinginan semata, melainkan tentang mengetahui waktu dan penawaran yang tepat. Di sinilah katalog promo...

More Articles Like This

Favorite Post