Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu, 7 Januari 2026.
Kalender Liturgi hari Rabu, 7 Januari 2026 merupakan Peringatan Santo Raymundus Penafort, Uskup dan Pengaku Iman, Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu, 7 Januari 2026:
Bacaan Pertama: 1 Yohanes 4:11-18
“Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita.”
SAUDARA-saudariku yang terkasih, Allah begitu mengasihi kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
Dan kami telah bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yakni kalau kita mempunyai keberanian yang penuh iman pada hari penghakiman, karena, sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan, sebab ketakutan mengandung hukuman, dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2.10.12-13
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
- Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
- Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, segala bangsa menjadi hambanya!
- Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
Bait Pengantar Injil: Alleluya
Ref. Alleluya, alleluya
Terpujilah Engkau, Kristus, yang diwartakan kepada para bangsa! Terpujilah Engkau, Kristus, yang diimani oleh seluruh dunia.
Bacaan Injil: Markus 6:45-52
“Para murid melihat Yesus berjalan di atas air.”
SESUDAH memberi makan lima ribu orang, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu, dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida. Sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah berpisah dari mereka, Yesus pergi ke bukit untuk berdoa. Ketika hari sudah malam, perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Ketika melihat betapa payahnya para murid mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Yesus datang kepada mereka berjalan di atas air, dan Ia hendak melewati mereka. Ketika melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat-Nya dan sangat terkejut.
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Yesus naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Rabu, 7 Januari 2026
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita merenungkan panggilan Allah untuk hidup dalam kasih dan keberanian iman. Bacaan pertama dari Surat 1 Yohanes mengingatkan kita bahwa Allah adalah kasih. Kasih itu bukan sekadar perasaan yang hangat, tetapi nyata dalam tindakan, dalam kesediaan untuk memberi, mengampuni, dan menolong. Allah tidak terlihat oleh mata kita, tetapi ketika kita saling mengasihi, kasih-Nya hadir di tengah kita.
Dengan kata lain, ketika kita menunjukkan perhatian kepada orang lain, ketika kita bersedia hadir bagi sesama yang menderita, Allah tinggal di hati kita. Dan kehadiran-Nya itu menguatkan kita untuk menghadapi ketakutan, keraguan, dan tantangan hidup. Kasih yang sejati menyingkirkan ketakutan karena ia memberikan rasa aman dan kepastian bahwa kita tidak pernah sendiri.
Dalam Injil Markus, kita melihat Yesus berjalan di atas air di tengah badai. Murid-murid-Nya panik, terkejut, bahkan takut, karena mereka melihat hal yang tampaknya mustahil. Tetapi Yesus menenangkan mereka dengan satu kata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Saudara-saudari, berapa kali kita menghadapi badai kehidupan—pekerjaan yang menumpuk, masalah keluarga, kegelisahan akan masa depan—dan kita merasa panik, bingung, bahkan ingin menyerah? Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Yesus selalu hadir, bahkan ketika kita tidak menyadarinya. Kehadiran-Nya bukan selalu dengan cara yang dramatis, tetapi melalui damai yang menguatkan hati, melalui orang-orang yang Ia kirim untuk menolong kita, melalui iman yang mendorong kita untuk tetap berpegang pada-Nya.
Kasih dan iman selalu berjalan beriringan. Kasih Allah mengajar kita untuk tidak takut menghadapi badai hidup, dan iman kita membantu kita melihat bahwa Yesus selalu hadir di samping kita. Kita mungkin tidak selalu memahami rencana-Nya, dan seperti murid-murid yang masih degil hati, kita kadang masih ragu dan sulit percaya. Namun, setiap langkah kecil kita untuk mengasihi, setiap usaha kita untuk percaya, adalah bukti bahwa Allah tinggal di dalam kita.
Hari ini, mari kita bertanya pada diri sendiri: apakah kita berani mengasihi tanpa pamrih, seperti Allah mengasihi kita? Apakah kita mau menyerahkan ketakutan kita kepada Yesus dan mempercayai bahwa Ia hadir dalam setiap pergumulan kita? Tuhan mengundang kita untuk melihat hidup ini bukan sekadar tentang hasil, tetapi tentang kehadiran-Nya yang menyertai kita. Dan ketika kita belajar hidup dalam kasih dan iman, badai-badai itu tidak lagi menakutkan, karena kita tahu bahwa tangan-Nya selalu menuntun dan memeluk kita.
Marilah kita berdoa: Tuhan, ajarlah kami untuk mengasihi tanpa takut, untuk percaya tanpa ragu, dan untuk hidup dalam damai yang hanya Engkau berikan. Tuntunlah kami agar setiap langkah kami mencerminkan kasih-Mu dan keberanian iman yang sejati, sehingga kami bisa menjadi saksi-Mu yang nyata di dunia ini. Amin.
Doa Penutup
Tuhan, ajarlah aku mengasihi tanpa takut, percaya dalam badai hidup, dan hadir bagi sesama. Bimbing langkahku, tenangkan hatiku, dan tunjukkan kasih-Mu dalam tindakan kecilku. Agar aku tetap tinggal dalam-Mu, dan kasih-Mu nyata melalui hidupku setiap hari. Amin.
