Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa 13 Januari 2026.
Kalender Liturgi hari Selasa 13 Januari 2026 merupakan Peringatan St. Hilarius, Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa 13 Januari 2026:
Bacaan Pertama: 1Sam. 1:9-20
Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN.
Dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.
Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.”
Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu.
Dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk.
Lalu kata Eli kepadanya: “Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu.”
Tetapi Hana menjawab: “Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.
Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama.”
Jawab Eli: “Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya.”
Sesudah itu berkatalah perempuan itu: “Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu.” Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.
Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya.
Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari pada TUHAN.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd
Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.”
Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.
Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.
TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.
Bacaan Injil: Mrk. 1:21b-28
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”
Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Selasa 13 Januari 2026
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Hari ini kita merenungkan kisah Hana dan perjumpaan Yesus di rumah ibadat Kapernaum. Dari kedua bacaan ini, hati kita diajak untuk menyelami satu pesan yang sangat sederhana namun dalam: betapa doa yang tulus dan iman yang percaya dapat mengubah hidup kita, serta betapa kuasa Allah nyata dalam menghadapi kekuatan jahat dan tantangan hidup.
Dalam Bacaan Pertama, kita melihat Hana. Hana adalah seorang perempuan yang menanggung kesedihan yang dalam karena tidak memiliki anak. Ia datang ke rumah Tuhan dengan hati yang hancur, menangis, dan mencurahkan seluruh penderitaannya dalam doa. Yang menarik, Hana tidak bicara sembarangan. Ia berdoa dengan kesungguhan, dengan seluruh hatinya. Ia menaruh harapannya hanya pada Tuhan. Dan meskipun imam Eli pada awalnya salah paham, melihatnya seperti mabuk, Hana tetap sabar dan menjelaskan kebenaran hatinya. Akhirnya, Allah mendengar doanya. Hana dikaruniai seorang anak laki-laki, Samuel, yang kelak menjadi nabi besar.
Hana mengajarkan kita tentang ketulusan hati. Dalam kehidupan kita yang serba cepat, mudah sekali kita berdoa setengah hati, berharap jawaban instan, atau merasa Tuhan lambat bertindak. Namun, Hana menunjukkan bahwa doa yang tulus, yang datang dari kedalaman hati, yang mengakui kepedihan dan kebutuhan kita, pasti didengar oleh Tuhan. Dan sering kali, jawaban Tuhan datang dalam cara yang lebih indah daripada yang kita bayangkan.
Bacaan Injil membawa kita kepada kuasa Yesus yang mengajar di rumah ibadat dan mengusir roh jahat. Orang-orang terheran-heran, karena Yesus berbicara bukan seperti ahli Taurat biasa; Ia berbicara dengan kuasa, dengan otoritas yang datang dari Allah sendiri. Bahkan roh jahat pun tunduk kepada-Nya. Bayangkan betapa mengejutkan itu bagi orang-orang di rumah ibadat. Mereka menyaksikan bahwa kuasa Tuhan nyata, dan kehadiran-Nya membawa pembebasan.
Kedua bacaan ini berkaitan erat. Hana menunjukkan kuasa doa yang tulus, Yesus menunjukkan kuasa Allah yang membebaskan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering menghadapi “roh jahat” dalam berbagai bentuk: rasa takut, cemas, sakit hati, ketidakadilan, atau kebiasaan buruk yang sulit diubah. Seperti Hana, kita diajak untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh, mencurahkan isi hati kita, tanpa malu atau ragu. Dan seperti Yesus, Tuhan dapat membebaskan kita dari segala yang mengekang hidup kita, jika kita percaya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya.
Renungan ini mengingatkan kita bahwa iman bukan sekadar ritual atau kata-kata kosong. Iman adalah perjalanan hati yang sungguh-sungguh, di mana kita mengizinkan Tuhan bekerja dalam hidup kita. Kita mungkin tidak selalu langsung melihat jawaban, tetapi percayalah, Tuhan selalu hadir, mendengar, dan bertindak dengan kasih yang sempurna.
Mari kita belajar dari Hana untuk berdoa dengan kesungguhan hati, dan dari Yesus untuk hidup dengan percaya penuh bahwa kuasa Allah nyata dalam kehidupan kita. Semoga setiap doa kita, sekecil atau sebesar apa pun, menjadi jembatan untuk menghadirkan kasih dan kuasa Tuhan dalam hidup kita dan dalam hidup sesama. Amin.
Doa Penutup
Tuhan yang Maha Pengasih, ajarlah kami untuk datang kepada-Mu dengan hati yang tulus dan untuk percaya sepenuhnya pada kuasa-Mu. Bimbinglah kami agar doa kami tidak hanya menjadi kata-kata, tetapi menjadi perbuatan iman yang membawa damai dan pembebasan bagi hidup kami dan orang-orang di sekitar kami. Amin.
