Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 18 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Matius 6:7-15

Must Read

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 18 Juni 2026.

Kalender Liturgi hari Kamis 18 Juni 2026 adalah Pekan Biasa ke-XI, dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 18 Juni 2026:

Bacaan I: Sirakh 48:1-14

Lalu tampillah nabi Elia TlO bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.

Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya.

Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.

Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?

Orang mati kaubangkitkan dari alam arwah, dan dari dunia orang mati dengan firman Yang Mahatinggi.

Raja-raja kauturunkan sampai jatnh binasa, dan orang-orang tersohor kaujatuhkan dari tempat tidurnya.

Teguran kaudengar di gunung Sinai, dan di gunung Horeb keputusan untuk balas dendam.

Engkau mengurapi raja-raja untuk menimpakan balasan, dan nabi-nabi kauurapi menjadi penggantimu.

Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalannkereta dengan kuda-kuda berapi.

Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. n Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula.

Elia ditutupi dengan olak angin, tetapi Elisa dipenuhi dengan rohnya. Selama hidup ia tidak gentar terhadap seorang penguasa, dan tidak seorangpun menaklukkannya.

Tidak ada sesuatupun yang terlalu ajaib baginya, dan bahkan dikuburnyapun jenazahnya masih bernubuat.

Sepanjang hidupnya ia membuat mujizat, dan malah ketika meninggal pekerjaannya menakjubkan,

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mazmur 97:1-2.3-4.5-6.7

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!

Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.

Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.

Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.

Bacaan Injil: Matius 6:7-15

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik Kamis 18 Juni 2026

Saudara-saudari terkasih,

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat sederhana namun sangat mendalam tentang doa. Ia berkata bahwa ketika berdoa, kita tidak perlu bertele-tele seperti orang yang mengira bahwa banyaknya kata akan membuat doanya lebih didengar. Sebaliknya, Yesus mengingatkan bahwa Allah sudah mengetahui apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita mengungkapkannya.

Perkataan Yesus ini menyentuh salah satu pergumulan terbesar manusia. Sering kali kita datang kepada Tuhan dengan pikiran bahwa doa adalah usaha untuk meyakinkan-Nya agar mengabulkan keinginan kita. Kita merasa harus menjelaskan panjang lebar, mengulang-ulang permohonan yang sama, bahkan terkadang mencoba “menawar” Tuhan dengan berbagai janji. Padahal Yesus menunjukkan bahwa doa sejatinya bukanlah usaha mengubah hati Allah, melainkan membuka hati kita agar selaras dengan kehendak-Nya.

Karena itu Yesus mengajarkan doa Bapa Kami. Menariknya, doa ini tidak dimulai dengan kebutuhan manusia, melainkan dengan Allah sendiri. “Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu.” Sebelum meminta rezeki, perlindungan, atau pengampunan, kita diajak lebih dahulu menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup. Di sinilah sering kali letak kesulitan kita. Kita ingin Tuhan mengikuti rencana kita, sementara Yesus mengajar kita untuk belajar mengikuti rencana Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang kecewa karena doanya terasa tidak dijawab. Ada yang berdoa agar masalah keluarga segera selesai, tetapi konflik masih berlangsung. Ada yang memohon pekerjaan, kesembuhan, atau jalan keluar dari kesulitan ekonomi, tetapi jawabannya tidak datang sesuai harapan. Pada saat-saat seperti itu, kita mudah berpikir bahwa Tuhan tidak mendengarkan. Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa Allah adalah Bapa yang mengetahui kebutuhan anak-anak-Nya jauh lebih dalam daripada yang kita sadari sendiri.

Kadang-kadang yang kita minta bukanlah yang paling kita butuhkan. Kita melihat hidup hanya dari hari ini, sedangkan Tuhan melihat seluruh perjalanan hidup kita. Kita melihat persoalan yang sedang terjadi, tetapi Tuhan melihat pribadi seperti apa yang sedang dibentuk-Nya melalui pengalaman itu. Karena itulah doa yang paling dewasa bukan hanya berkata, “Tuhan, berikan apa yang aku inginkan,” melainkan juga, “Tuhan, jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.”

Pada bagian akhir Injil, Yesus memberikan penekanan yang sangat kuat tentang pengampunan. Setelah mengajarkan doa Bapa Kami, Ia kembali mengulang satu hal saja, yaitu pentingnya mengampuni. Ini menunjukkan bahwa pengampunan bukanlah tambahan dalam kehidupan rohani, melainkan inti dari hubungan kita dengan Allah.

Mengampuni memang tidak mudah. Luka karena penghinaan, pengkhianatan, ketidakadilan, atau perlakuan buruk sering meninggalkan bekas yang dalam. Banyak orang membawa luka itu bertahun-tahun. Secara lahiriah mereka tampak baik-baik saja, tetapi di dalam hati masih tersimpan kemarahan, kebencian, dan kekecewaan. Tanpa disadari, luka yang tidak diampuni perlahan menjadi beban yang menguras kedamaian hidup.

Yesus tidak mengatakan bahwa mengampuni berarti melupakan semuanya atau menganggap kesalahan itu tidak pernah terjadi. Mengampuni berarti menyerahkan hak untuk membalas kepada Tuhan dan tidak membiarkan luka masa lalu menguasai masa depan kita. Ketika kita mengampuni, sebenarnya kita sedang membebaskan diri kita sendiri dari rantai kepahitan yang selama ini mengikat hati.

Bacaan pertama berbicara tentang Nabi Elia dan penerusnya, Elisa. Kekuatan mereka bukan berasal dari kemampuan pribadi, melainkan dari roh Tuhan yang bekerja dalam diri mereka. Mereka menjadi alat Tuhan karena hidup mereka terbuka terhadap kehendak-Nya. Sikap inilah yang juga diajarkan Yesus dalam doa Bapa Kami. Hidup rohani yang sejati bukan soal banyaknya kata-kata, melainkan kesediaan untuk mempercayakan hidup kepada Allah dan membiarkan Roh-Nya membimbing setiap langkah kita.

Saudara-saudari, di tengah dunia yang penuh kecemasan, ketidakpastian, dan berbagai tuntutan hidup, Yesus mengajak kita kembali kepada doa yang sederhana namun mendalam. Datanglah kepada Bapa dengan hati seorang anak. Tidak perlu berpura-pura kuat. Tidak perlu menyembunyikan kelemahan. Tidak perlu mencari kata-kata yang sempurna. Bapa sudah mengetahui isi hati kita. Yang Ia rindukan adalah kepercayaan, penyerahan diri, dan hati yang mau mengampuni.

Ketika kita belajar berdoa seperti yang diajarkan Yesus, kita tidak hanya menemukan jawaban atas doa-doa kita. Lebih dari itu, kita menemukan kedamaian karena tahu bahwa hidup kita berada di tangan Bapa yang mengasihi, memahami, dan selalu menyertai kita.

Doa Penutup

Bapa yang penuh kasih, ajarilah kami berdoa dengan hati yang percaya dan tulus. Bantulah kami menerima kehendak-Mu, meski tidak selalu sesuai harapan kami. Berilah kami kekuatan untuk mengampuni, melepaskan kepahitan, dan hidup dalam damai. Semoga setiap langkah kami semakin dekat kepada-Mu. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 20 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Matius 6:24-34

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post