Sabtu, Mei 25, 2024

Strategi Mengatasi Stres dan Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Merawat kesejahteraan mental dalam suasana kantor bukanlah perjalanan yang mudah.

Terkadang, tuntutan pekerjaan yang berat tak terduga menjadi penyebab utama kelambatan dalam menyelaraskan antara dedikasi profesional dan kehidupan personal.

Tidak hanya itu, ada juga fenomena yang dikenal sebagai toxic handler yang membuat kita cenderung lebih fokus pada orang lain daripada diri sendiri.

Bagaimana cara mengatasi tantangan ini?

Toxic handler: Peran sebagai Pendengar Curhat Rekan Kerja

Sebagai individu yang peka terhadap perasaan orang lain, tanpa kita sadari, perilaku ini bisa menjadikan kita sebagai pencari pengakuan.

Di lingkungan kerja, misalnya, kita mungkin sering menjadi tempat curhat bagi rekan-rekan dan membantu mereka mencari solusi untuk masalah mereka, sementara masalah kita sendiri masih belum teratasi.

Dalam podcast Obsesif dengan episode “Menghadapi Peran Toxic Handler di Tempat Kerja,” yang dihasilkan bekerja sama dengan Mindtera.id (dapat diakses melalui tautan dik.si/ObsesifToxicHandler), tanda-tanda semacam ini bisa menjadi pertanda bahwa kita terjebak dalam peran toxic handler.

Toxic handler adalah individu yang dengan sukarela menerima beban emosional negatif dari orang lain dan berusaha menyelesaikan masalah mereka.

Sejalan dengan itu, toxic handler dalam beberapa situasi bahkan dapat mengambil peran praktisi kesehatan mental, seperti psikolog.

Berperan sebagai toxic handler bukanlah hal yang buruk.

Sebaliknya, orang-orang ini sering kali adalah individu yang baik, memiliki kreativitas, dan bisa memberikan solusi.

Akan tetapi, risiko muncul jika kemampuan ini tidak dikelola dengan baik, sehingga berpotensi menyebabkan kelelahan ekstrem karena menanggung beban emosional yang terlalu berat.

Peran toxic handler tidak hanya dibebankan pada pemimpin tim, anggota tim lainnya juga bisa memiliki peran ini.

Keberadaan mereka di lingkungan kerja dapat membantu menjaga kesehatan mental tim secara keseluruhan.

Namun, hal ini juga menjadikan mereka rentan dan memiliki risiko tinggi.

Jika beban atau beban emosional yang diterima melebihi batas, sangat penting bagi kita untuk mengatur batasan.

Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, seperti masalah otot, detak jantung yang tidak teratur, kelelahan berlebihan, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan mood yang tak terkendali.

Strategi untuk Mengatasi Stres di Tempat Kerja yang Padat

Beban kerja yang berlebihan seringkali menjadi hantu yang menyelimuti pikiran bahkan saat beristirahat di hari libur.

Beberapa orang mungkin merasa seperti pekerjaan mereka belum terselesaikan atau bahkan masih akan datang.

Namun, dalam podcast Obsesif dengan episode “Menemukan Waktu untuk Diri Sendiri dalam Kehidupan yang Sibuk” (dapat diakses melalui tautan dik.si/ObsesifMeTime), dijelaskan bahwa kecenderungan untuk terus bekerja secara berlebihan rentan memicu stres, kelelahan, dan akhirnya burnout, yang semua ini berdampak pada penurunan produktivitas.

Sayangnya, kadang kita merasa tidak punya waktu untuk fokus pada aspek kehidupan pribadi.

Akibatnya, kita berisiko merasa kesepian dan tidak bahagia karena kurangnya interaksi sosial dan waktu untuk diri sendiri.

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa langkah yang bisa kita ambil:

  1. Manajemen Waktu

Penting untuk memiliki manajemen waktu yang baik guna menghindari beban kerja berlebihan.

Ketika bekerja, manfaatkan waktu dengan sepenuh hati dan hindari gangguan yang dapat membuat kita teralihkan.

2. Komunikasi Untuk Cari Solusi

Jika beban kerja terlalu banyak sehingga kita kehilangan waktu istirahat yang memadai, lebih baik berkomunikasi dengan atasan.

Melalui komunikasi terbuka, solusi yang tepat dapat ditemukan.

3. Me Time

Alokasikan waktu untuk “me time” (waktu untuk diri sendiri) secara maksimal.

Selain memberi komitmen dalam pekerjaan, kita juga perlu memberikan waktu bagi diri sendiri.

Buat jadwal yang mencakup aktivitas yang kita nikmati, seperti hobi, berkumpul dengan orang-orang terdekat, atau bahkan istirahat sepenuhnya.

Dalam dunia pekerjaan, penting untuk menetapkan batasan.

Meskipun mengembangkan karier adalah hal yang penting, tetapi seimbangnya proses ini juga diperlukan agar prestasi yang maksimal bisa diraih tanpa mengorbankan kesehatan kita.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Kabar Gembira! Program KLJ Tahap 2 Berlanjut dengan Manfaat Lebih Besar untuk Lansia!

Yeay, kabar baik nih buat para lansia di Jakarta! Pencairan KLJ Tahap 2 2024 udah dimulai hari ini loh,...

More Articles Like This

Favorite Post