Sabtu malam ini tanggal 26 Juli 2025. Venue legendaris Istora Senayan penuh sesak sama lautan fans JKT48 yang siap jingkrak-jingkrak bareng oshi-nya.
Konser bertajuk Full House ini digadang-gadang jadi salah satu pertunjukan terbesar dan paling meriah tahun ini. Tapi… ada yang beda banget dari biasanya.
Setelah lagu terakhir “Green Flash” selesai dibawain, semua member mundur ke backstage. Dan yang biasanya disambut teriakan “ENCORE! ENCORE!” dari fans yang nggak rela pulang, kali ini… hening total.
Yep, lo gak salah baca. Venue yang tadinya penuh sorakan tiba-tiba sunyi senyap. Nggak ada teriakan, nggak ada chant, cuma… keheningan yang bikin bulu kuduk merinding.
🤔 “Encore” Itu Apa Sih? Bukan Nama Member Baru, Ya!
Buat yang baru ngikutin JKT48 atau belum ngerti, nih kita spill dikit ya:
“Encore” itu momen spesial pas konser udah kelar, tapi fans minta para member balik ke panggung buat tampil sekali lagi.
Biasanya dibarengin dengan sorakan “ENCORE!” atau nyanyian dari fans. Ini tuh kayak bentuk cinta tulus dari fans ke member, semacam “ayo dong, sekali lagi!”
Encore juga jadi ruang buat momen-momen emosional: ultah member, pengumuman penting, bahkan perpisahan alias graduate.
Jadi, bisa dibayangin dong, seberapa pentingnya encore buat fans dan member?
😶 Kenapa Encore-nya Hilang? Fans Ngambek? Ini Aksi Diam yang Elegan Banget!
Nah, absennya encore kali ini bukan karena fans capek atau speaker rusak. Ini murni protes terencana, cuy.
Dua aliansi fanbase terbesar, Alliance Regional dan ONE Alliance 48, udah ngumumin dari tanggal 18 Juli 2025 lalu kalau mereka sengaja gak bakal teriak encore. Alasannya? Mereka kecewa berat sama pihak manajemen JKT48.
Lewat pernyataan resmi yang sempat viral, mereka bilang:
“Kalau suara kami gak didengar, biarlah keheningan yang bicara.”
Duh… dalem banget gak sih?
📉 Masalahnya Apa Sih? Kok Sampai Sepolos Itu Reaksinya?
Jadi gini, fans udah lama merasa aspirasinya gak dianggap sama manajemen. Salah satu yang bikin makin panas adalah soal skandal “kue tak senonoh” yang katanya melibatkan mantan GM JKT48, Fritz Fernandez.
Fans nungguin update resmi, investigasi, atau minimal klarifikasi. Tapi sampai hari H konser? Zonk. Gak ada info lanjut.
Ditambah lagi, ada rasa gak dihargai meski udah support total lewat tiket, merch, dan promo-promo gila-gilaan.
Dan momen ini jadi titik balik. Fans memutuskan: Enough is enough. Encore gak teriak, biar dunia tau mereka gak diam, justru keheningan itulah teriakan terkeras mereka.
😭 Haruka Ikut Teriak Encore, Tapi…
Ada satu momen bikin baper nih. Haruka, eks member JKT48 & AKB48, ternyata hadir di venue dan berusaha ngehidupin encore.
Dia teriak, ngajak fans ikut. Tapi… mayoritas tetap diam. Bukan karena gak respect, justru karena rasa sayang itulah fans tetap pada keputusan mereka.
Dan jujur ya, ngeliat Haruka berdiri sendiri, mencoba menjaga tradisi, itu heartbreaking banget. Tapi juga powerful.
😷 Manajemen Masih Bungkam, Fans Makin Solid
Sampai artikel ini tayang, manajemen JKT48 belum buka suara soal aksi diam ini. Fans? Makin solid. Ini bukan soal benci, tapi bentuk cinta yang udah lelah diabaikan.
Mereka pengen didengar, dilibatkan, dihargai. Karena tanpa fans, JKT48 bukan apa-apa.
Dan jujur aja, yang bikin JKT48 istimewa bukan cuma lagunya, tapi hubungan idola dan fans yang unik banget. Dan saat itu rusak? Ya… jangan kaget kalau muncul bentuk protes yang sediam ini, tapi maknanya sedalam samudera.
✨ Encore Bukan Cuma Aksi, Tapi Cermin Cinta
Mau se-digital apapun zaman sekarang, konser tetap jadi ruang emosional paling nyata antara fans dan idola. Dan “encore” adalah simbol paling indah dari hubungan itu.
Tapi sekarang? Encore jadi bentuk perjuangan. Bukan cuma teriakan, tapi bentuk perlawanan penuh cinta.
Jadi buat lo yang kemarin nonton, atau yang baru baca kabarnya hari ini — momen itu udah jadi bagian sejarah JKT48. Mungkin pilu, tapi juga powerful.
