Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 17 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik “Engkau Telah Sembuh Jangan Berbuat Dosa Lagi”

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa 17 Maret 2026.

Kalender Liturgi hari Selasa 17 Maret 2026 merupakan HARI SELASA PEKAN IV PRAPASKAH, Perayaan fakultatif Santo Patrisius, Uskup dan Pengaku Iman, Yusuf dari Arimatea, Murid Yesus, Santa Gertrudis dari Nivelles, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa 17 Maret 2026:

Bacaan Pertama Yehezkiel 47:1-9.12

“Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup.”

Kata nabi: Seorang malaikat membawa aku ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci, dan mengalir menuju ke timur: sebab Bait Suci juga menghadap ke timur.

Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju gerbang yang menghadap ke timur.

Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu malaikat itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya. Ia mengukur seribu hasta, dan menyuruh aku masuk ke dalam air itu; dalamnya sampai di pergelangan kaki.

Ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku masuk sekali lagi ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di lutut. Kemudian ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di pinggang.

Sekali lagi ia mengukur seribu hasta, dan sekarang air itu sudah menjadi sungai di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang; suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Lalu malaikat itu berkata kepadaku, “Sudahkah engkau lihat hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai itu. Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.

Malaikat itu berkata kepadaku, “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar.

Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup.

Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis. Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 46:2-3.5-6.8-9

Ref. Tuhan penjaga, dan benteng perkasa, dalam lindungan-Nya aman sentosa.

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.

Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub,.Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan, yang mengadakan pemusnahan di bumi.

Bait Pengantar Injil Mzm 51:12a.14a

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.

Bacaan Injil Yohanes 5:1-3a.5-16

“Engkau Telah Sembuh Jangan Berbuat Dosa Lagi”

Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem, dekat pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; serambinya ada lima dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.

Ada di situ seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di sana, dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”

Jawab orang sakit itu kepada-Nya, “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu, apabila airnya mulai goncang; dan sementara aku sendiri menuju kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

Kata Yesus kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu, lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.Judaisme

Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu, “Hari ini hari Sabat, dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” Akan tetapi ia menjawab mereka, “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Mereka bertanya kepadanya, “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Kemudian, ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah, Yesus lalu berkata kepadanya, “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Orang itu keluar, lalu menceritakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 17 Maret 2026

Saudara-saudari terkasih,

Ada banyak orang dalam hidup ini yang sebenarnya sedang menunggu sesuatu. Menunggu kesempatan, menunggu perubahan, menunggu pertolongan, bahkan menunggu seseorang yang peduli pada hidup mereka. Penantian seperti itu kadang terasa sangat panjang dan melelahkan. Hati manusia bisa perlahan-lahan kehilangan harapan ketika terlalu lama menunggu.

Dalam Bacaan Pertama hari ini dari Kitab Yehezkiel, nabi melihat sebuah penglihatan yang sangat indah: air yang mengalir dari Bait Suci. Pada awalnya air itu kecil, hanya sampai pergelangan kaki. Tetapi semakin jauh mengalir, air itu semakin dalam sampai menjadi sungai besar yang memberi kehidupan di mana-mana. Bahkan laut yang asin menjadi tawar, pohon-pohon tumbuh subur, buahnya tidak pernah habis, dan daunnya menjadi obat.

Gambaran ini sebenarnya berbicara tentang kehidupan yang berasal dari Tuhan. Apa yang datang dari Tuhan selalu membawa kehidupan, pemulihan, dan harapan. Bahkan tempat yang kering dan mati sekalipun bisa berubah menjadi penuh kehidupan ketika air dari Tuhan mengalir di sana.

Sering kali hati manusia seperti tanah yang kering. Kekecewaan, kesedihan, rasa gagal, atau luka relasi bisa membuat hidup terasa hambar. Tetapi Sabda Tuhan mengingatkan bahwa rahmat Tuhan seperti air yang terus mengalir. Ketika kita membuka hati kepada-Nya, perlahan-lahan hidup kita juga bisa dipulihkan.

Injil hari ini membawa kita kepada kisah yang sangat menyentuh di kolam Betesda. Di sana ada banyak orang sakit yang menunggu air kolam bergoncang. Mereka percaya bahwa orang yang pertama masuk ke air setelah goncangan itu akan sembuh.

Di antara mereka ada seorang yang sudah sakit selama tiga puluh delapan tahun. Bayangkan betapa lamanya waktu itu. Hampir seumur hidup menunggu kesembuhan. Ia bahkan mengatakan kepada Yesus bahwa tidak ada orang yang membantunya masuk ke dalam kolam. Setiap kali ia mencoba mendekat, orang lain selalu lebih dulu.

Kalimat itu sebenarnya sangat menyentuh: “Tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam.” Di balik penyakitnya, kita melihat kesepian yang dalam. Ia bukan hanya sakit secara fisik, tetapi juga merasa sendirian dalam hidupnya.

Namun Yesus datang dan melihat dia. Yesus tidak menunggu air kolam bergoncang. Yesus tidak meminta orang lain membantu. Ia langsung bertanya kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”

Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi sebenarnya sangat dalam. Kadang manusia begitu lama hidup dalam luka atau kebiasaan buruk sampai-sampai ia tidak lagi benar-benar berani berharap akan perubahan. Yesus ingin membangkitkan kembali keinginan untuk hidup baru.

Ketika orang itu menjawab dengan keluhannya, Yesus tidak memperdebatkan keadaan itu. Ia hanya berkata, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Perintah itu sederhana, tetapi penuh kuasa. Orang yang selama tiga puluh delapan tahun tidak mampu berjalan, pada saat itu juga bangkit dan berjalan.

Saudara-saudari, kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan sering datang dengan cara yang tidak kita duga. Orang-orang di Betesda menunggu air kolam bergoncang. Mereka percaya mukjizat hanya datang melalui cara tertentu. Tetapi Yesus datang membawa kehidupan dengan cara yang berbeda.

Dalam hidup kita juga sering demikian. Kita menunggu pertolongan Tuhan dengan gambaran kita sendiri: harus begini, harus begitu. Padahal Tuhan bisa bekerja dengan cara yang lebih sederhana dan lebih dekat daripada yang kita bayangkan.

Mungkin ada di antara kita yang sedang menunggu sesuatu dalam hidup: penyelesaian masalah keluarga, kesehatan yang membaik, pekerjaan yang stabil, atau kedamaian dalam hati. Penantian itu kadang membuat kita lelah.

Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa Yesus selalu melihat kita, bahkan ketika kita merasa tidak diperhatikan. Ia tahu berapa lama kita menanggung beban hidup. Dan ketika waktunya tiba, satu Sabda dari Tuhan cukup untuk mengubah hidup seseorang.

Tetapi Yesus juga memberikan pesan penting setelah orang itu sembuh: “Jangan berbuat dosa lagi.” Artinya, kesembuhan bukan hanya soal tubuh, tetapi juga soal hidup yang diperbarui. Tuhan tidak hanya ingin mengangkat kita dari kesulitan, tetapi juga menuntun kita untuk hidup lebih baik.

Dalam masa Prapaskah ini, kita diajak untuk membuka hati terhadap rahmat Tuhan yang mengalir seperti sungai kehidupan. Rahmat itu mungkin datang perlahan, seperti air kecil yang semakin lama semakin besar. Tetapi jika kita membiarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita, Ia mampu mengubah hati yang kering menjadi penuh kehidupan.

Karena di mana Tuhan hadir, di situ selalu ada harapan baru. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau melihat setiap luka dan penantian dalam hidup kami. Jamahlah hati kami dengan rahmat-Mu. Bangkitkan harapan yang mungkin telah melemah. Tuntun kami untuk hidup lebih baik setiap hari, agar hidup kami menjadi sumber kebaikan bagi keluarga dan sesama. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 18 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik “Bapa-Ku Bekerja Sampai Sekarang”

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post