Gengs, sini deh ngumpul! Ada kabar fresh from Solo yang lagi banyak dibahas, terutama sama kalian yang kepo soal dunia perkeratonan yang biasanya keliatan adem tapi ternyata rame juga isunya.
PB XIV Hamengkunegoro—yang sekarang resmi jadi nakhoda Keraton Surakarta—akhirnya buka suara soal struktur bebadan baru di dalam keraton. Ia ngomongnya santai banget habis Salat Jumat di Masjid Agung Solo, Jumat (21/11/2025).
Jadi buat yang mikir ini bakal jadi drama keluarga, hold on, katanya mereka fine-fine aja.
🏛️ Bebadan Baru: Mix Tradisi + Modern
Menurut keterangan juru bicara PB XIV, KPA Singonagoro, struktur baru ini dibuat matang banget. Mereka nge-blend unsur tradisional, akademik, profesional, sampai ahli lintas bidang.
Ada dua hal penting nih:
- Paranpara Nata
Isinya para sesepuh, tokoh adat, dan para penasihat top. Ini bukti PB XIV masih ngambil energi leluhur buat tiap kebijakan. - Staf Khusus Raja
Diisi profesor, pakar, dan para ahli. Ini tuh kayak “upgrade” keraton biar nggak ketinggalan zaman. Biar budaya tetap hidup tapi tetep relevan buat masa depan.
🧑⚖️ Penguatan Bidang Hukum
Keraton ternyata juga makin serius soal legalitas. Mereka bikin Lembaga Hukum Raja yang diisi:
- KP Teguh Satya Bhakti — mantan hakim PTUN Jakarta
- KP Sionit T. Martin Gea — seorang lawyer
Dua-duanya dipercaya bisa ngasih fondasi hukum kuat buat keraton. Jadi kalau ada masalah, udah ada tim hukum yang proper yang siap nge-handle.
👥 Siapa Saja yang Dapat Peran Baru?
- KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro → Sekretaris Pribadi Raja
- KPA Singonagoro → Juru Bicara resmi Sinuwun PB XIV
Singonagoro bilang kalau struktur baru ini bikin suasana keraton jadi lebih optimis dan semangat. Gabungan antara adat, profesionalisme, dan keahlian modern bikin Keraton Surakarta keliatan lebih solid dan siap menghadapi zaman.
🙊 Respon Kakak Tertua?
KGPH Hangabehi — yang juga cukup sering disebut dalam isu dualisme — kali ini memilih low profile. Dia cuma bilang: “Belum ingin berkomentar. Ini baru fokus ibadah saja.”
Chill banget, ya.
Keraton Surakarta lagi masuk era baru. PB XIV lagi siap-siap memperkuat pondasi keraton biar makin relevan, makin teratur, dan tetap memegang nilai adat Jawa yang luhur. Buat kita anak muda, ini menarik banget karena jarang-jarang sejarah dan modernisasi bisa jalan bareng secara smooth kayak gini.
