Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial Diterapkan, YouTube hingga Meta Belum Batasi Pengguna Anak Sesuai Aturan Baru

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Dunia medsos lagi rame banget nih, apalagi sejak pemerintah resmi ngegas aturan baru soal pembatasan usia pengguna. Jadi gini, mulai 28 Maret 2026 kemarin, anak-anak di bawah 16 tahun udah mulai “dibatesin” aksesnya ke ruang digital. Tapi… ternyata nggak semua platform langsung nurut, guys.

Dari total delapan platform yang dianggap “berisiko tinggi”, ada beberapa yang masih belum kasih kepastian bakal ikut aturan ini. Yup, termasuk YouTube dan grupnya Meta (yang punya Facebook, Instagram, dan Threads). Mereka masih belum menyatakan komitmen penuh soal pembatasan umur ini di Indonesia.

Yang Udah “Gercep” Ikut Aturan ✅

Di sisi lain, ada juga platform yang langsung sigap. Misalnya X (dulu Twitter), yang sekarang udah naikin batas usia minimum jadi 16 tahun. Nggak cuma itu, mereka juga siap ngecek dan ngehapus akun-akun yang ketahuan dipakai anak di bawah umur.

Terus ada juga Bigo Live yang malah lebih ketat lagi. Mereka pasang batas usia minimal 18 tahun! Sistem pengawasannya juga nggak main-main—gabungan AI plus pengecekan manual buat mantau aktivitas user.

Yang Masih Setengah-Setengah 🤏

Beberapa platform lain kayak Roblox dan TikTok udah mulai kooperatif, tapi belum full banget.

  • Roblox lagi nyiapin fitur khusus buat anak di bawah 13 tahun, termasuk pembatasan aktivitas (bahkan ada opsi offline).
  • TikTok juga katanya bakal hapus akun user di bawah 16 tahun secara bertahap, plus lagi nyusun roadmap buat pengguna usia 14–15 tahun.

Kenapa Sih Sampai Dibatesin? 🧐

Nah, alasan utama pemerintah bikin aturan ini bukan asal-asalan. Platform-platform tadi masuk kategori “berisiko tinggi” karena:

  • Interaksi terbuka banget (bisa ngobrol sama siapa aja)
  • Konten nyebar luas dan cepat
  • Rawan paparan hal negatif (konten nggak sesuai umur, interaksi sama orang asing, sampai potensi eksploitasi digital)

Makanya, pemerintah pengen anak-anak lebih aman pas main di dunia digital.

Pesan Tegas dari Pemerintah ⚠️

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga nggak main-main soal ini. Beliau bilang:

“Anak di Indonesia sama berharganya dengan anak di Australia atau negara lain. Jadi tidak boleh ada perbedaan perlakuan dalam pelindungan anak di ruang digital,”

Dan buat platform yang masih belum patuh, dia juga ngasih warning:

“Bagi platform yang belum melakukan kepatuhan penuh, kami meminta untuk segera memenuhi kewajiban tersebut karena anak di mana pun nilainya sama berharganya,”

Aturan ini adalah bagian dari kebijakan besar pemerintah lewat PP Tunas, yang fokus banget ke perlindungan anak di dunia digital. Jadi ke depannya, semua platform wajib ikut aturan kalau masih mau beroperasi di Indonesia.

Sekarang tinggal nunggu: siapa yang bakal beneran patuh, dan siapa yang masih “ngerem” dulu 😬

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Panduan Lengkap Penerimaan Bantuan Sosial April 2026: PKH, BPNT, Beras, PIP, dan BPJS Gratis

Habis momen Lebaran yang biasanya bikin dompet agak “tipis”, pemerintah balik lagi nih dengan berbagai bantuan sosial alias bansos...

More Articles Like This

Favorite Post