Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 24 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik “Dan Ia yang Telah Mengutus Aku, Menyertai Aku”

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa 24 Maret 2026.

Kalender Liturgi hari Selasa 24 Maret 2026 adalah HARI SELASA PEKAN V PRAPASKAH, Santa Katarina dari Swedia, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa 24 Maret 2026:

Bacaan Pertama Bilangan 21:4-9

“Setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandang ular tembaga itu, ia akan tetap hidup.”

Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.

Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!”

Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan supaya dijauhkan ular-ular ini dari kami.”

Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”

Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 102:2-3.16-18.19-20

Ref. Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.

Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!

Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.

Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi.

Bait Pengantar Injil PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Benih itu adalah Sabda Tuhan, penaburnya adalah Kristus. Setiap orang yang menemukan Dia, akan hidup selama-lamanya.

Bacaan Injil Yohanes 8:21-30

“Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku”

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku; tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu, “Apakah Ia mau bunuh diri, dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.

Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka, “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu.

Akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya itulah yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.

Maka kata Yesus, “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

Dan Ia yang telah mengutus Aku,menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 24 Maret 2026

Saudara-saudari terkasih, bacaan hari ini membawa kita pada sebuah kenyataan yang sering kita alami, tetapi mungkin jarang kita sadari: betapa mudahnya hati manusia jatuh dalam keluhan, dan betapa sulitnya untuk tetap percaya ketika jalan hidup terasa berat.

Dalam Bacaan Pertama, bangsa Israel yang baru saja dibebaskan dari perbudakan justru mulai bersungut-sungut. Mereka lelah, mereka kecewa, mereka merasa Tuhan tidak cukup memberi. Padahal Tuhan sudah menyertai mereka sepanjang perjalanan. Namun rasa tidak puas membuat mereka lupa akan penyertaan Tuhan.

Bukankah ini juga kisah kita? Kita berdoa, kita berharap, tetapi ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan, kita mulai mengeluh. Kita merasa kurang, merasa hidup tidak adil, bahkan tanpa sadar menyalahkan Tuhan. Hati yang tidak dijaga dengan syukur perlahan berubah menjadi hati yang pahit.

Akibatnya nyata. Ular-ular tedung datang dan memagut mereka. Ini bukan sekadar kisah hukuman, tetapi gambaran bahwa dosa dan ketidakpercayaan selalu membawa “racun” dalam hidup manusia: kecemasan, kemarahan, putus asa, relasi yang rusak.

Namun yang indah adalah, Tuhan tidak meninggalkan mereka. Ketika mereka bertobat, Tuhan menyediakan jalan keselamatan melalui ular tembaga yang ditinggikan. Sesuatu yang sederhana: memandang dengan iman, dan mereka hidup.

Ini menjadi kunci untuk memahami Injil hari ini. Yesus berkata, “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia.” Ia sedang berbicara tentang salib. Sama seperti ular tembaga yang ditinggikan, Yesus sendiri akan ditinggikan di kayu salib. Dan dari sana, keselamatan diberikan.

Tetapi ada satu syarat yang sangat penting: percaya.

Yesus mengatakan dengan tegas bahwa tanpa iman, manusia akan tetap tinggal dalam dosanya. Ini bukan ancaman, melainkan kenyataan rohani. Tanpa membuka hati kepada Tuhan, manusia akan terus berjalan dalam arah yang salah, walaupun merasa dirinya benar.

Sering kali masalah kita bukan karena Tuhan jauh, tetapi karena kita melihat dari sudut pandang “dunia ini” saja—seperti yang dikatakan Yesus: “Kamu berasal dari bawah.” Kita menilai hidup hanya dari apa yang kelihatan: kenyamanan, keberhasilan, pengakuan. Padahal Yesus mengajak kita melihat dari “atas”, dari sudut pandang Allah: iman, ketaatan, dan kasih.

Saudara-saudari, memandang kepada Yesus yang “ditinggikan” hari ini berarti berani menghadapkan hidup kita pada salib-Nya. Berani jujur melihat dosa, luka, dan kelemahan kita. Bukan untuk merasa hancur, tetapi untuk disembuhkan.

Karena seperti bangsa Israel yang dipagut ular, kita pun sering “terluka” oleh dosa kita sendiri. Dan sering kali kita mencari kesembuhan di tempat yang salah: kesenangan sesaat, pelarian, atau pembenaran diri. Padahal penyembuhan sejati hanya datang ketika kita berani memandang kepada Tuhan dengan iman.

Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Ia mengatakan bahwa Bapa selalu menyertai-Nya, dan Ia pun menyertai kita. Tetapi relasi itu menjadi hidup ketika kita percaya, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan sikap hati yang mau mengikuti kehendak-Nya.

Maka hari ini kita diajak untuk berhenti sejenak dan bertanya: apakah aku lebih sering mengeluh atau bersyukur? Apakah aku sungguh percaya kepada Tuhan, atau hanya percaya ketika hidup berjalan baik? Tuhan tidak menuntut kita sempurna. Ia hanya mengundang kita untuk datang, melihat kepada-Nya, dan percaya. Dari situlah hidup kita perlahan dipulihkan. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajarilah aku untuk percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan, terutama saat hidup terasa sulit. Jauhkan aku dari hati yang mudah mengeluh. Berilah aku keberanian untuk memandang salib-Mu dan menemukan harapan, agar aku dapat hidup dalam iman, syukur, dan kesetiaan setiap hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 23 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik “Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi Mulai dari Sekarang”

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post