Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Senin 1 Juni 2026.
Kalender Liturgi hari Senin 1 Juni 2026 adalah hari Senin Biasa, Perayaan Wajib Santo Yustinus, Martir, Santo Simeon, Pengaku Iman, Santo Johannes Storey, Martir, Santo Pamphilus dari Sasarea, Martir, Santo Ahmed, Martir, dengan Warna Liturgi Merah.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Senin 1 Juni 2026:
Bacaan Pertama: 2Ptr. 1:1-7
Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 91:1-2,14-15ab,15c-16
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.
Bait Pengantar Injil: Why 1:5ab
Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari alam maut;
Engkau mengasihi kami dan mencuci dosa kami dalam darah-Mu.
Bacaan Injil: Markus 12:1-12
Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.
Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.
Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.
Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.
Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”
Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Senin, 1 Juni 2026
Saudara-saudari terkasih, hari ini Sabda Tuhan membawa kita masuk ke dalam sebuah permenungan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia zaman sekarang. Dalam Bacaan Pertama, Rasul Petrus mengingatkan bahwa iman bukan hanya sekadar identitas atau kata-kata rohani, melainkan perjalanan untuk menjadi manusia yang semakin serupa dengan Kristus. Iman harus bertumbuh menjadi kebajikan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, sampai akhirnya menghasilkan kasih yang nyata kepada sesama.
Namun Injil hari ini menunjukkan kenyataan yang sering terjadi dalam hati manusia. Tuhan digambarkan sebagai pemilik kebun anggur yang telah menyiapkan semuanya dengan baik. Kebun itu sebenarnya adalah hidup kita. Tuhan sudah memberi banyak hal: keluarga, kesehatan, kesempatan, kemampuan, bahkan orang-orang yang mengasihi kita. Tetapi sering kali manusia mulai merasa bahwa hidup ini miliknya sendiri. Kita ingin menikmati semuanya tanpa mau mendengarkan Tuhan.
Para penggarap dalam Injil bukan hanya kisah tentang orang-orang jahat di masa lalu. Itu adalah gambaran hati manusia yang perlahan menjadi keras. Tuhan mengirim para hamba-Nya, tetapi mereka ditolak. Dalam hidup sekarang, Tuhan juga terus mengingatkan kita lewat suara hati, nasihat orang tua, teguran pasangan, sahabat, bahkan lewat kegagalan dan penderitaan. Namun sering kali manusia tidak suka ditegur. Kita lebih nyaman mempertahankan ego daripada berubah.
Ada banyak orang hari ini yang terlihat berhasil, tetapi hatinya kosong. Ada yang sibuk mengejar uang sampai lupa keluarganya. Ada yang aktif di media sosial tetapi tidak punya kedamaian dalam dirinya sendiri. Ada yang rajin bekerja tetapi kehilangan waktu untuk berdoa dan berbicara dengan Tuhan. Tanpa sadar, manusia modern mulai merasa dirinya pemilik hidup, bukan lagi pengelola yang dipercayai Tuhan.
Yang paling menyentuh dari Injil ini adalah ketika pemilik kebun akhirnya mengirim anaknya sendiri. Itu adalah gambaran kasih Tuhan yang luar biasa. Tuhan tidak menyerah kepada manusia. Bahkan ketika manusia berkali-kali menolak-Nya, Tuhan tetap datang. Yesus datang bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan. Namun ironisnya, manusia justru menolak kasih yang terbesar itu.
Hari ini kita diajak bertanya dengan jujur: apakah Tuhan masih punya tempat dalam hidup kita? Ataukah Tuhan hanya kita ingat saat sedang susah? Kadang manusia baru berdoa sungguh-sungguh ketika sakit, kecewa, kehilangan pekerjaan, atau saat hubungan mulai hancur. Tetapi ketika semuanya baik-baik saja, Tuhan perlahan dilupakan.
Rasul Petrus dalam Bacaan Pertama mengingatkan bahwa iman harus bertumbuh menjadi penguasaan diri dan kasih. Ini sangat penting dalam kehidupan sekarang. Dunia modern membuat orang mudah marah, mudah iri, mudah membenci, mudah menghakimi. Banyak orang kehilangan kemampuan untuk sabar dan mendengarkan. Bahkan dalam keluarga sendiri, orang bisa tinggal serumah tetapi saling jauh secara hati.
Karena itu Sabda Tuhan hari ini bukan hanya mengajak kita menjadi orang religius, tetapi menjadi manusia yang hatinya lembut. Tuhan tidak mencari orang yang terlihat suci di luar, tetapi pribadi yang mau bertobat dan belajar mengasihi dengan tulus. Kebun anggur Tuhan akan menghasilkan buah bukan dari orang yang merasa paling hebat, tetapi dari mereka yang rendah hati dan mau hidup seturut kehendak-Nya.
Dan kalimat terakhir Injil hari ini sangat kuat: “Batu yang dibuang telah menjadi batu penjuru.” Dalam hidup, mungkin kita pernah merasa ditolak, diremehkan, dianggap gagal, atau tidak dihargai. Tetapi Tuhan mampu memakai luka dan kelemahan manusia menjadi sesuatu yang indah. Tuhan tidak melihat manusia dari masa lalunya, melainkan dari kesediaannya untuk berubah dan kembali kepada-Nya.
Maka hari ini Tuhan mengajak kita berhenti sejenak dari kesibukan hidup. Jangan sampai hati kita menjadi seperti para penggarap kebun yang keras kepala. Tuhan hanya meminta satu hal sederhana: bukalah hati dan izinkan Dia tinggal dalam hidup kita. Sebab ketika Tuhan benar-benar hadir dalam hati manusia, di situlah damai yang sejati mulai tumbuh.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk tidak hidup hanya bagi diri sendiri. Lembutkan hati kami yang sering keras dan egois. Bantulah kami setia mendengarkan suara-Mu di tengah kesibukan dan tekanan hidup zaman sekarang. Semoga hidup kami menghasilkan kasih, kesabaran, dan damai bagi sesama. Amin.
