Ada pemandangan yang cukup bikin netizen Jepang kaget. Mantan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda terlihat berdiri sendiri di depan stasiun kereta sambil membagikan selebaran kepada warga yang sedang beraktivitas pada pagi hari. Momen tersebut terjadi di Stasiun Minami-Funabashi, Chiba, pada Jumat, 18 September 2026.
Noda terlihat menyapa orang-orang yang melintas sekaligus memberikan selebaran berisi informasi mengenai sejumlah persoalan lokal. Berdasarkan laporan yang beredar, kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 06.30 sampai 08.30 waktu setempat, bertepatan dengan jam sibuk ketika warga berangkat bekerja atau menjalani aktivitas pagi.
Isi selebaran yang dibagikan Noda antara lain membahas asuransi bencana, dukungan untuk anak, serta reformasi di tingkat prefektur. Jadi, aktivitas tersebut bukan sekadar muncul di depan stasiun, tetapi menjadi bagian dari kegiatan politiknya untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat di wilayah pemilihannya.
Yang bikin momen ini makin ramai adalah Noda melakukannya dengan cara yang terbilang sederhana. Alih-alih tampil dalam acara besar atau berada di atas panggung, dia justru berdiri di area stasiun, menyapa warga satu per satu dan membagikan selebaran secara langsung.
Video aktivitas tersebut kemudian menyebar di media sosial X dan mendapatkan lebih dari 250.000 tayangan hanya dalam beberapa jam setelah diunggah. Respons warganet pun beragam. Sejumlah pengguna media sosial menyoroti bahwa kegiatan turun langsung ke stasiun seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi Noda.
Menurut sejumlah laporan, kebiasaan membagikan selebaran di stasiun sudah dilakukan Noda sejak sekitar 1986, jauh sebelum dirinya menjadi perdana menteri. Ia kemudian terpilih menjadi anggota majelis prefektur Chiba pada 1987 dan masuk Majelis Rendah Jepang pada 1993.
Noda sendiri pernah menduduki posisi Perdana Menteri Jepang pada 2011 hingga 2012. Setelah meninggalkan jabatan tersebut, ia tetap aktif sebagai anggota parlemen dan politikus oposisi.
Momen Ini Terjadi Setelah Pemilu Jepang 2026
Aktivitas Noda di stasiun juga menarik perhatian karena kondisi politik kelompoknya sedang mengalami perubahan besar.
Noda sebelumnya menjadi salah satu tokoh utama Centrist Reform Alliance atau CRA, aliansi politik yang dibentuk pada Januari 2026 melalui penggabungan kekuatan anggota parlemen dari Constitutional Democratic Party of Japan dan Komeito. Dalam pemilu Majelis Rendah Jepang pada 8 Februari 2026, CRA hanya memperoleh 49 kursi dari total 465 kursi. Sebelum pemilu, kekuatan gabungan mereka mencapai 167 kursi.
Artinya, CRA kehilangan 118 kursi dalam pemilu tersebut. Setelah hasil pemilu diumumkan, Noda dan Tetsuo Saito mengambil tanggung jawab atas hasil tersebut dan kemudian meninggalkan posisi kepemimpinan partai.
Meski begitu, Noda tetap menjadi anggota parlemen dan masih menjalankan aktivitas politik di tingkat daerah. Kegiatan di Minami-Funabashi menunjukkan bahwa komunikasi langsung dengan warga masih menjadi salah satu bentuk aktivitas politik yang ia lakukan.
Buat sebagian netizen, justru bagian inilah yang membuat video tersebut menarik. Seorang mantan perdana menteri yang pernah berada di posisi tertinggi pemerintahan Jepang terlihat kembali melakukan aktivitas yang sudah lama menjadi bagian dari gaya kampanye politiknya.
Namun, viralnya video ini tidak otomatis berarti semua warga mendukung Noda atau CRA. Reaksi di media sosial tetap beragam dan mencerminkan pandangan masing-masing pengguna terhadap sosok Noda maupun politik Jepang.
Pada akhirnya, pemandangan Noda berdiri di depan stasiun sambil membagikan selebaran menjadi pengingat bahwa aktivitas politik di Jepang juga bisa berlangsung lewat interaksi sederhana dengan warga. Dari stasiun pada pagi hari, selebaran lokal, sampai sapaan singkat kepada orang yang sedang terburu-buru, semuanya bisa menjadi bagian dari cara seorang politikus mempertahankan hubungan dengan konstituennya.
Dan kali ini, rutinitas lama Yoshihiko Noda tersebut justru kembali mencuri perhatian setelah videonya menyebar luas di media sosial.