Nama Gracia Caroline Ignatius lagi ramai diperbincangkan setelah Jerome Polin membagikan kabar bahagia dari Jepang. Bukan sekadar liburan biasa, perjalanan mereka ke Negeri Sakura kali ini ternyata menjadi momen spesial karena Jerome resmi melamar Gracia di hadapan latar Gunung Fuji.
Kabar tersebut dibagikan Jerome melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 27 September 2026. Dalam foto yang diunggah, Jerome dan Gracia tampil elegan. Gracia terlihat mengenakan pakaian putih, sementara Jerome memakai setelan hitam. Yang langsung bikin perhatian netizen tertuju adalah cincin yang sudah melingkar di jari manis Gracia.
Jerome juga menceritakan bahwa hubungan mereka ternyata punya cerita panjang. Keduanya pertama kali bertemu di Jepang sekitar sembilan tahun lalu, ketika masih berstatus sebagai kakak dan adik kelas.
Kini, setelah perjalanan panjang tersebut, Jepang kembali menjadi saksi babak baru hubungan mereka.
Jerome memilih kawasan dengan pemandangan Gunung Fuji sebagai lokasi lamaran. Dalam unggahannya, ia menyebut momen tersebut sebagai awal dari perjalanan menuju selamanya setelah Gracia menerima lamarannya.
Namun, di tengah ramainya kabar pertunangan tersebut, sosok Gracia Caroline juga ikut bikin publik penasaran. Banyak yang kemudian mencari tahu soal latar belakang perempuan yang berhasil mencuri hati Jerome Polin ini.
Sebenarnya Gracia Caroline kerja apa? Apa profesinya? Di mana ia menempuh pendidikan? Ternyata, perjalanan akademik dan karier Gracia cukup menarik karena menggabungkan dunia arsitektur dengan industri kreatif.
Gracia Caroline Kerja Apa?
Gracia Caroline dikenal sebagai sosok yang berkecimpung di dunia arsitektur dan industri kreatif. Dalam profil profesionalnya, ia memperkenalkan diri sebagai arsitek, graphic designer, sekaligus creative director.
Jadi, pekerjaannya bukan cuma berkutat di satu bidang. Bekal pendidikan arsitektur yang diperolehnya di Jepang kemudian dipadukan dengan kemampuan dan ketertarikannya terhadap desain serta dunia kreatif.
Gracia juga merupakan co-founder sekaligus creative director HenShu Studio. Studio kreatif tersebut didirikannya bersama Carmelia Veanne pada 2019.
Awalnya, HenShu Studio dikenal melalui layanan photo editing. Namun, seiring berkembangnya bisnis, cakupan pekerjaannya menjadi lebih luas.
Studio tersebut kemudian menangani berbagai kebutuhan kreatif, seperti branding, graphic design, packaging design, pengelolaan media sosial, motion graphic, sampai visual 3D.
Dengan latar belakang tersebut, Gracia punya pengalaman yang cukup beragam, mulai dari arsitektur hingga produksi visual kreatif.
Pendidikan Gracia Caroline di Jepang
Sebelum dikenal sebagai arsitek dan creative director, Gracia lebih dulu menjalani perjalanan pendidikan di Jepang.
Ia tercatat menempuh pendidikan sarjana arsitektur di Yokohama National University pada 2019 hingga 2023.
Pendidikan tersebut dijalani melalui program Mitsui-Bussan Scholarship. Nama Gracia juga tercatat dalam informasi resmi Mitsui & Co. sebagai salah satu penerima program beasiswa tersebut.
Program Mitsui-Bussan Scholarship memberikan kesempatan bagi penerimanya untuk menjalani pendidikan di Jepang. Rangkaian programnya mencakup pendidikan bahasa Jepang sebelum melanjutkan pendidikan tinggi.
Menariknya, kemampuan Gracia dalam bahasa Jepang juga cukup kuat. Dalam profil profesionalnya, ia mencantumkan sertifikasi Japanese Language Proficiency Test atau JLPT N1 yang diperoleh pada Desember 2018.
JLPT sendiri merupakan ujian yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang bagi penutur non-native dengan beberapa tingkatan kemampuan.
Bekal bahasa Jepang tersebut tentunya menjadi salah satu modal penting bagi Gracia selama tinggal dan menjalani pendidikan di Jepang.
Tak Berhenti di Jepang, Gracia Lanjut S2 ke Amerika Serikat
Perjalanan akademik Gracia ternyata belum selesai setelah meraih gelar sarjana.
Pada 2025, ia melanjutkan pendidikan ke Columbia University di Amerika Serikat. Di kampus tersebut, Gracia mengambil program Master of Science in Architecture and Urban Design.
Selama berada di Columbia University, Gracia juga tercatat terlibat dalam sejumlah proyek mahasiswa yang berkaitan dengan bidang arsitektur dan urban design di Columbia University’s Graduate School of Architecture, Planning and Preservation atau GSAPP.
Pendidikan tersebut kemudian diselesaikannya pada 2026.
Momen kelulusannya pun terasa makin spesial karena Jerome Polin turut hadir dalam acara wisuda Gracia di New York.
Kisah Gracia dan Jerome Polin Berawal dari Jepang
Kalau melihat kembali kisah mereka, Jepang ternyata punya tempat yang cukup spesial dalam hubungan Gracia dan Jerome.
Keduanya pertama kali bertemu sekitar sembilan tahun sebelum momen lamaran. Saat itu, mereka masih berstatus sebagai kakak dan adik kelas.
Waktu terus berjalan dan hubungan tersebut kemudian berkembang hingga akhirnya membawa keduanya ke tahap pertunangan.
Uniknya, setelah bertahun-tahun berlalu, Jepang kembali menjadi tempat penting dalam perjalanan hubungan mereka. Kali ini bukan sekadar tempat pertemuan pertama, tetapi menjadi lokasi Jerome menyampaikan lamaran kepada Gracia.
Pemandangan Gunung Fuji pun menjadi latar dari momen tersebut.
Gracia kemudian menerima lamaran Jerome dan memperlihatkan cincin di jari manisnya. Unggahan tersebut sontak menjadi perhatian publik dan dibanjiri ucapan selamat dari warganet.
Gracia Caroline, Arsitek Sekaligus Pelaku Industri Kreatif
Dari perjalanan pendidikan hingga kariernya, Gracia Caroline memiliki latar yang cukup erat dengan dunia desain.
Ia punya pengalaman akademik di bidang arsitektur, kemampuan bahasa Jepang, pengalaman mengembangkan studio kreatif, serta pendidikan lanjutan di bidang architecture and urban design di Amerika Serikat.
Kariernya juga menunjukkan perpaduan antara kemampuan teknis dan kreativitas. Dunia arsitektur yang dipelajarinya bertemu dengan graphic design, branding, visual 3D, hingga creative direction.
Jadi, kalau pertanyaan “Gracia Caroline kerja apa?” muncul setelah kabar lamarannya dengan Jerome Polin viral, jawabannya bukan cuma satu profesi. Gracia dikenal sebagai arsitek, graphic designer, dan creative director, sekaligus pernah mengembangkan bisnis studio kreatif.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan S2 dan resmi menerima lamaran Jerome Polin, Gracia memasuki fase baru dalam kehidupan pribadinya. Kisah yang bermula dari pertemuan di Jepang sekitar sembilan tahun lalu akhirnya kembali ke Jepang dalam sebuah momen yang jauh lebih spesial: lamaran dengan latar Gunung Fuji.
Perjalanan Gracia juga menunjukkan bahwa sosoknya punya cerita sendiri di luar statusnya sebagai kekasih Jerome Polin. Pendidikan di Jepang, pengalaman membangun studio kreatif, hingga studi lanjutan di Columbia University menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kariernya sampai sekarang.