Loker di Pasar Minggu Bikin Resah, Sejumlah Pelamar Mengaku Rugi Jutaan Rupiah

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Lagi cari kerja, nemu info lowongan yang kelihatannya meyakinkan, lalu diminta datang langsung untuk proses rekrutmen? Jangan buru-buru senang dulu. Kasus dugaan penipuan berkedok lowongan kerja kembali bikin heboh media sosial.

Kali ini, sejumlah warganet mengaku menjadi korban dugaan loker palsu di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka bahkan mengaku sudah datang jauh-jauh dari luar Jakarta dengan harapan mendapatkan pekerjaan, tetapi justru diminta mengeluarkan uang dalam jumlah cukup besar.

Kasus tersebut mencuat setelah sejumlah pengakuan korban beredar melalui media sosial. Salah satu unggahan menyebut lokasi dugaan perekrutan berada di sekitar samping Hotel Fiducia, Pasar Minggu.

Datang dari Bogor dan Sukabumi, Malah Diminta Uang

Cerita para calon korban bikin netizen ikut geram. Salah satu warganet mengaku datang dari Bogor ke Jakarta karena mendapat informasi pekerjaan. Bukannya memperoleh pekerjaan seperti yang diharapkan, ia justru mengaku mengalami kerugian.

Ada pula warganet yang mengaku datang dari Sukabumi dengan membawa uang sekitar Rp500 ribu. Namun setelah sampai di lokasi, ia mengaku diminta membayar Rp1,3 juta dengan alasan biaya seragam.

Situasi tersebut tentu bikin banyak pencari kerja bertanya-tanya. Apalagi bagi orang yang sudah mengeluarkan ongkos perjalanan dan berharap mendapatkan pekerjaan, permintaan uang secara mendadak bisa menjadi beban yang tidak sedikit.

Meski begitu, penting dicatat bahwa kasus ini masih berupa dugaan penipuan dan proses penyelidikan kepolisian masih berjalan. Jadi, informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab belum dapat disimpulkan sebelum ada hasil penyelidikan lebih lanjut.

Polisi Sudah Cek Lokasi

Kanit Reskrim Polsek Pasar Minggu, Ipda Adarfa Siala, menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut dalam informasi tersebut.

Polisi juga masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan penipuan yang dialami para calon pelamar.

Pada saat keterangan diberikan, polisi menyebut belum ada korban yang membuat laporan resmi. Karena itu, proses pendalaman masih dilakukan untuk mengetahui secara jelas kronologi, pihak-pihak yang terlibat, serta bagaimana modus perekrutan tersebut berlangsung.

Kok Bisa Loker Palsu Masih Banyak?

Nah, ini yang wajib banget diperhatikan para pencari kerja.

Menurut informasi dari Kementerian Ketenagakerjaan, lowongan kerja palsu memang dapat memanfaatkan kebutuhan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Modusnya beragam, mulai dari meminta biaya administrasi, biaya pelatihan, biaya penempatan, sampai meminta data pribadi pelamar.

Salah satu tanda yang patut dicurigai adalah pelamar diminta mengeluarkan uang terlebih dahulu sebelum mendapatkan pekerjaan. Kemnaker juga mengingatkan agar pencari kerja tidak mudah percaya terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan atau proses rekrutmen yang terasa tidak wajar.

Jadi kalau baru tahap melamar saja sudah muncul permintaan transfer atau pembayaran dengan alasan seragam, administrasi, pendaftaran, maupun biaya lainnya, jangan langsung gas bayar.

Jangan Cuma Percaya Nama Perusahaan

Modus penipuan sekarang juga bisa dibuat kelihatan profesional. Pelaku dapat menggunakan nama perusahaan, logo, akun media sosial, bahkan identitas perekrut yang dibuat seolah-olah resmi.

Karena itu, jangan cuma mengecek nama perusahaan dari poster loker. Cari informasi perusahaan melalui kanal resminya dan cocokkan alamat, nomor kontak, email, serta posisi yang ditawarkan.

Kemnaker juga menyediakan Pasker ID sebagai pusat informasi pasar kerja dan memiliki kanal pelaporan untuk dugaan lowongan kerja palsu. Di dalam layanan tersebut, masyarakat dapat memasukkan informasi mengenai dugaan pelaku, perusahaan yang digunakan, platform sumber lowongan, tautan informasi, serta bukti pendukung.

Red Flag Loker yang Harus Bikin Kamu Mikir Dua Kali

Ada beberapa tanda yang sebaiknya jangan disepelekan.

Pertama, diminta membayar uang di awal. Kedua, deskripsi pekerjaan terlalu samar tetapi menjanjikan penghasilan besar. Ketiga, proses diterima kerja berlangsung super cepat tanpa tahapan yang masuk akal. Keempat, perekrut menggunakan kontak yang sulit diverifikasi. Kelima, pelamar didesak segera mengirim uang atau data pribadi.

Kemnaker juga mengingatkan bahwa penipuan rekrutmen bisa digunakan untuk memperoleh bukan hanya uang, tetapi juga informasi pribadi. Bahkan modus phishing dapat menyasar data seperti nomor rekening, dokumen pekerjaan, kata sandi, PIN, hingga kode OTP.

Makanya, jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau informasi rahasia kepada orang yang mengaku sebagai perekrut.

Sebelum Berangkat Interview, Cek Dulu!

Buat kamu yang lagi aktif cari kerja, langkah paling aman sebenarnya simpel: jangan terburu-buru.

Sebelum datang ke lokasi, pastikan perusahaan dan lowongannya benar-benar bisa diverifikasi. Cek apakah alamatnya sesuai, cari informasi perusahaan dari sumber resmi, dan pastikan posisi yang ditawarkan memang tersedia.

Kalau perekrut tiba-tiba meminta transfer uang, jangan merasa harus mengikuti karena takut kehilangan kesempatan kerja. Justru situasi seperti itu menjadi alasan untuk berhenti sebentar dan melakukan pengecekan ulang.

Apalagi kalau kamu diminta membayar sejumlah uang dengan alasan yang berubah-ubah. Jangan langsung percaya hanya karena ada tempat interview fisik atau seseorang yang terlihat seperti HR.

Kasus dugaan loker palsu di Pasar Minggu menjadi pengingat bahwa pencari kerja harus ekstra hati-hati. Viral di media sosial bukan berarti seluruh detail kasus sudah terbukti, sehingga masyarakat juga perlu menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan tidak ikut menyebarkan identitas atau tuduhan terhadap pihak tertentu tanpa dasar.

Yang jelas, kalau sedang cari pekerjaan, jangan cuma fokus pada posisi dan gaji. Cek juga siapa yang membuka lowongan dan bagaimana proses rekrutmennya.

Pekerjaan memang penting, tetapi keamanan uang dan data pribadi juga nggak kalah penting. Kalau sebuah loker mulai meminta kamu mengeluarkan uang sebelum pekerjaan benar-benar jelas, mending tahan dulu, cek ulang, dan jangan sampai keinginan cepat dapat kerja malah dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab.

Intinya: cari kerja boleh sat-set, tapi soal keamanan jangan asal gas.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Jelang Shopee 9.9, “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla x Tenxi Meluas Jadi Tren Kreatif di TikTok

Ada nggak sih lagu yang awalnya cuma terdengar dari iklan, tapi beberapa menit kemudian malah muter terus di kepala?...

More Articles Like This

Favorite Post