Menelusuri Victoria’s Secret, Struktur Pemegang Saham, Operasi di Israel, dan Kontroversi Boikot

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Nama Victoria’s Secret mungkin sudah nggak asing lagi buat pencinta parfum, produk kecantikan, hingga lingerie premium. Brand asal Amerika Serikat ini identik dengan produk yang terkesan mewah dan peragaan busana ikonik yang selalu menarik perhatian publik.

Namun, di tengah meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap konflik Israel-Palestina, muncul pertanyaan yang bikin banyak konsumen penasaran: Victoria’s Secret sebenarnya milik siapa? Apakah perusahaan ini mendukung Israel atau Palestina?

Pertanyaan tersebut penting buat konsumen yang ingin lebih selektif memilih produk berdasarkan rekam jejak bisnis dan sikap perusahaan terhadap isu kemanusiaan. Supaya nggak salah menyimpulkan hanya karena kabar yang beredar di media sosial, yuk, kenali sejarah kepemilikan Victoria’s Secret sekaligus menelusuri fakta hubungan bisnisnya dengan Israel.

Victoria’s Secret Punya Siapa? Kenali Sejarah Pemiliknya

Victoria’s Secret didirikan pada 1977 oleh Roy Raymond bersama istrinya, Gaye Raymond, di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Ide bisnis ini berawal dari keinginan Roy Raymond menghadirkan pengalaman berbelanja pakaian dalam perempuan yang terasa lebih nyaman dan berbeda dari toko pada umumnya.

Perjalanan perusahaan tersebut kemudian berubah ketika pengusaha Leslie Wexner membeli Victoria’s Secret pada 1982 dengan nilai sekitar US$1 juta. Di bawah kepemimpinannya, merek ini berkembang pesat dan dikenal luas sebagai salah satu pemain besar dalam industri pakaian dalam perempuan.

Victoria’s Secret juga memperluas bisnisnya melalui berbagai produk, mulai dari bra, lingerie, pakaian tidur, parfum, hingga produk perawatan tubuh. Popularitasnya semakin meningkat berkat Victoria’s Secret Fashion Show yang menjadi salah satu acara mode paling dikenal secara internasional.

Meski begitu, perusahaan ini tidak selamanya berada dalam struktur bisnis yang sama. Pada 2021, Victoria’s Secret resmi berpisah dari L Brands dan berdiri sebagai perusahaan publik independen bernama Victoria’s Secret & Co.

Artinya, Victoria’s Secret saat ini bukan lagi perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Leslie Wexner. Statusnya sebagai perusahaan terbuka membuat kepemilikannya terbagi di antara para pemegang saham.

Siapa CEO Victoria’s Secret Sekarang?

Dalam struktur perusahaan, posisi CEO atau Chief Executive Officer berbeda dari pemilik saham. CEO bertanggung jawab memimpin operasional dan strategi bisnis, sedangkan kepemilikan perusahaan ditentukan oleh saham yang dimiliki para investor.

Victoria’s Secret & Co. diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan kode saham VSCO. Informasi mengenai CEO, jajaran direksi, dan pemegang saham terbesarnya dapat berubah seiring keputusan perusahaan maupun transaksi di pasar modal.

Karena itu, nama pimpinan perusahaan tidak otomatis menunjukkan siapa pemilik mayoritasnya. Begitu pula dengan investor institusional seperti BlackRock dan Vanguard yang dapat memiliki saham untuk kepentingan investasi mereka atau kliennya.

Hal yang perlu dipahami, kepemilikan saham oleh suatu lembaga investasi juga tidak otomatis berarti lembaga tersebut mengendalikan seluruh keputusan politik atau operasional perusahaan yang sahamnya mereka miliki.

Apakah Victoria’s Secret Mendukung Israel atau Palestina?

Nah, ini bagian yang paling banyak dicari. Untuk menjawabnya, kita perlu membedakan tiga hal: keberadaan bisnis di Israel, dukungan politik kepada pemerintah Israel, dan bantuan langsung kepada pihak militer.

Ketiganya merupakan hal yang berbeda dan nggak bisa langsung dianggap sama.

Berdasarkan informasi dalam laporan yang menjadi rujukan artikel ini, Victoria’s Secret memasuki pasar Israel melalui kerja sama dengan perusahaan lokal, Delta Israel Brands. Gerai pertamanya dilaporkan dibuka pada April 2024, dengan lokasi awal di Petah Tikva dan Haifa.

Delta Israel Brands merupakan mitra yang mewakili merek Victoria’s Secret di pasar Israel. Hubungan ini menunjukkan bahwa produk Victoria’s Secret memiliki jalur bisnis di negara tersebut melalui skema kemitraan atau waralaba.

Buat konsumen yang mempertimbangkan aspek etika dalam berbelanja, informasi tersebut tentu relevan. Kehadiran sebuah merek di suatu negara bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan produk.

Namun, ada batas penting yang harus diperhatikan. Adanya kegiatan bisnis di Israel tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Victoria’s Secret secara resmi mendukung kebijakan pemerintah Israel, mendukung operasi militernya, atau memberikan donasi langsung kepada militer Israel. Klaim seperti itu membutuhkan bukti tersendiri yang dapat diverifikasi.

Di sisi lain, tidak tepat pula menyimpulkan bahwa perusahaan mendukung Palestina hanya karena belum ditemukan pernyataan dukungan politik kepada Israel.

Apakah Victoria’s Secret Masuk Daftar Boikot Pro-Palestina?

Nama Victoria’s Secret juga pernah dikaitkan dengan seruan boikot dari kelompok yang mendukung perjuangan Palestina.

Dalam laporan yang menjadi rujukan artikel ini, Canadian BDS Coalition disebut memasukkan Victoria’s Secret dalam daftar merek Amerika Serikat yang diserukan untuk diboikot pada Maret 2025.

Meski demikian, daftar kampanye dari satu kelompok tidak selalu sama dengan daftar sasaran prioritas gerakan BDS internasional. Setiap organisasi atau kelompok advokasi dapat memiliki pertimbangan, kriteria, dan strategi kampanye yang berbeda.

Gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) dikenal mengampanyekan tekanan ekonomi dan politik terhadap Israel dengan pendekatan boikot, divestasi, serta sanksi. Dalam strategi boikot terarah, gerakan ini memprioritaskan perusahaan tertentu berdasarkan sasaran kampanye yang ditetapkan.

Karena itu, konsumen sebaiknya memeriksa langsung daftar resmi dari gerakan BDS maupun organisasi yang mengeluarkan seruan boikot. Jangan sampai sebuah unggahan viral dianggap sebagai keputusan resmi seluruh gerakan pro-Palestina.

Perlu diingat juga bahwa pencantuman suatu merek dalam daftar boikot merupakan informasi mengenai sikap atau strategi organisasi yang menerbitkannya. Hal itu tidak otomatis menjadi bukti bahwa semua tuduhan terhadap perusahaan tersebut sudah terbukti.

Jadi, Victoria’s Secret Pro-Israel atau Pro-Palestina?

Berdasarkan informasi yang dibahas dalam laporan bertanggal 20 Oktober 2026, terdapat indikasi hubungan bisnis Victoria’s Secret dengan pasar Israel melalui mitra lokalnya.

Namun, informasi tersebut perlu dibedakan dari bukti mengenai dukungan politik atau bantuan langsung kepada militer. Tanpa pernyataan resmi maupun dokumentasi yang dapat diverifikasi, tidak tepat menyebut Victoria’s Secret secara definitif sebagai perusahaan pro-Israel ataupun pro-Palestina.

Kesimpulan yang lebih akurat adalah bahwa Victoria’s Secret memiliki hubungan bisnis dengan Israel, sedangkan sikap resmi perusahaan terhadap konflik Israel-Palestina tidak dapat dipastikan hanya dari keberadaan gerainya di negara tersebut.

Konsumen yang ingin mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan dapat menelusuri laporan perusahaan, pengumuman resmi, dokumen donasi yang tersedia, serta daftar kampanye boikot dari organisasi yang dipercaya.

Victoria’s Secret bukan sekadar merek lingerie dan parfum terkenal. Di balik popularitasnya, ada sejarah kepemilikan, jaringan investor, serta kemitraan bisnis internasional yang perlu dipahami secara menyeluruh.

Buat kamu yang sedang mempertimbangkan apakah akan tetap membeli produknya atau memilih alternatif lain, keputusan tersebut bisa disesuaikan dengan prinsip dan informasi yang sudah diverifikasi. Yang terpenting, jangan langsung percaya pada klaim viral tanpa memeriksa sumbernya.

Dengan memahami siapa pemilik Victoria’s Secret, bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya di Israel, dan apa perbedaan antara hubungan komersial dengan dukungan politik, konsumen bisa mengambil keputusan secara lebih kritis, sadar, dan bertanggung jawab.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Latest

Asky Rizal Toding Kontak Fisik dengan Mahasiswa Viral, Ajudan Rudy Mas’ud Akui Tindakan Berlebihan

Nama Briptu Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, tengah menjadi perhatian publik setelah video dirinya bersitegang...

More Articles Like This

Favorite Post