Saturday, January 3, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa, 6 Januari 2026 Markus 6:34-44 dan Renungan Harian Katolik, Hari Selasa Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa, 6 Januari 2026.

Kalender Liturgi hari Selasa, 6 Januari 2026 merupakan Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan, Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa, 6 Januari 2026:

Bacaan I – 1Yoh. 4:7-10

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Mzm 72:2,3-4ab,7-8

  • Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!
  • Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!
  • Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

Bacaan Injil – Mrk. 6:34-44

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.

Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”

Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”

Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”

Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.

Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik Selasa, 6 Januari 2026

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Hari ini kita diingatkan kembali akan inti dari kehidupan iman kita: kasih. Bacaan dari surat Yohanes dengan tegas mengatakan, “Allah adalah kasih.” Tidak ada cara lain untuk mengenal Allah selain melalui kasih. Kasih bukan sekadar kata atau perasaan manis yang muncul sesekali; kasih adalah tindakan nyata yang lahir dari hati yang mengenal Allah. Kita tidak mulai dengan mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah lebih dulu mengasihi kita, bahkan hingga mengutus Anak-Nya untuk menebus dosa kita. Kasih ini bukan abstrak, tetapi hadir di tengah kehidupan kita, dalam cara kita melihat, meresapi, dan merespons sesama.

Jika kita menoleh pada Injil hari ini, kita melihat Yesus yang tersentuh hati oleh kerumunan orang banyak. Mereka lelah, bingung, dan tanpa arah—“seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” Di mata Yesus, mereka bukan sekadar angka atau masalah logistik. Mereka adalah manusia nyata dengan kebutuhan nyata, dan belas kasihan-Nya muncul dari penglihatan yang penuh cinta itu. Ia mengajar mereka, memberkati mereka, dan bahkan menyingkirkan keluhan murid-murid-Nya—yang berpikir hanya secara praktis—dengan satu jawaban sederhana: “Kamu harus memberi mereka makan.”

Ada pelajaran mendalam di sini: seringkali kita menunggu sesuatu yang “besar” atau “sempurna” sebelum menunjukkan kasih. Kita menunggu kondisi yang ideal, kemampuan yang cukup, atau waktu yang tepat. Namun Yesus menegaskan, kasih dimulai dari yang kecil. Lima roti dan dua ikan itu tampak tidak cukup, tetapi ketika Ia memberkati dan membaginya, itu cukup untuk memberi makan lima ribu orang dan masih tersisa. Dalam kehidupan sehari-hari, hal yang kita anggap kecil—senyuman, waktu yang kita luangkan untuk mendengarkan teman yang kesepian, kata maaf yang tulus, bantuan sederhana kepada tetangga—dapat menjadi berkat yang luar biasa ketika dilakukan dengan kasih.

Kasih Allah yang nyata menantang kita untuk keluar dari zona nyaman. Kita sering merasa “tidak cukup” untuk membuat perbedaan di dunia ini, tetapi Injil mengingatkan kita: cukupkah kita bersedia hadir dan bertindak dengan belas kasihan? Cukupkah kita membuka tangan dan hati kita untuk sesama, bahkan ketika sumber daya kita terbatas? Allah mampu mengubah yang sedikit menjadi cukup. Yang penting adalah kesediaan hati kita untuk memberi.

Hari ini, kita diundang untuk melihat sekeliling kita dengan mata Yesus—mata yang penuh belas kasihan, yang mengenali kebutuhan orang lain, dan yang percaya bahwa sedikit yang kita miliki bisa menjadi berkat yang melimpah jika dipersembahkan dengan kasih. Marilah kita berani mengasihi, tidak hanya ketika mudah atau nyaman, tetapi juga ketika terlihat mustahil, karena Allah sendiri telah lebih dulu menunjukkan kasih-Nya kepada kita. Dan di dunia yang sering menuntut kecepatan, kesuksesan, dan kepastian, kasih yang sederhana, nyata, dan konsisten itulah yang paling membumi, yang paling menyembuhkan, dan yang paling mendekatkan kita kepada Allah.

Semoga kita tidak hanya menjadi penerima kasih Allah, tetapi juga saluran kasih itu bagi mereka yang kita temui setiap hari. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, tolong aku untuk sabar menghadapi orang di sekitarku. Ajari aku mengasihi, walau lelah atau terbatas. Bimbing aku melihat peluang kecil untuk menolong, memberi senyum, kata baik, atau waktu untuk orang lain. Jadikan hidupku berkat nyata hari ini. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu, 7 Januari 2026 Markus 6:45-52 dan Renungan Harian Katolik

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post