Friday, January 2, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin, 5 Januari 2026 dan Renungan Harian Katolik, Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Senin, 5 Januari 2026.

Kalender Liturgi hari Senin, 5 Januari 2026 merupakan Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan, Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Senin, 5 Januari 2026:

Bacaan I – 1Yoh. 3:22 – 4:6

Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.

Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.

Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur Kepada Allah

Mzm. 2:7-8,10-11

  • Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
  • Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
  • Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
  • Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Bacaan Injil – Mat. 4:12-17,23-25

Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,

supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain? bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik Senin, 5 Januari 2026

Saudara-saudari terkasih,

Hari ini Sabda Tuhan mengajak kita masuk ke kedalaman iman yang sangat nyata, sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Bukan iman yang melayang di awang-awang, tetapi iman yang berjalan di tanah kehidupan manusia, menyentuh luka, kebingungan, harapan, dan kelelahan kita.

Dalam Bacaan Pertama dari Surat Pertama Yohanes, kita mendengar sebuah penegasan yang sederhana tetapi sangat mendalam: barangsiapa tinggal di dalam kasih, ia tinggal di dalam Allah dan Allah tinggal di dalam dia. Iman kepada Yesus Kristus tidak pernah berdiri sendiri. Iman sejati selalu tampak dalam kasih yang nyata. Percaya kepada Yesus dan mengasihi sesama bukan dua hal terpisah, melainkan satu napas kehidupan orang beriman. Sering kali kita merasa sudah percaya kepada Tuhan, rajin berdoa, rajin ke gereja, tetapi Sabda hari ini dengan jujur bertanya kepada hati kita: apakah iman itu sungguh mengalir menjadi kasih? Apakah kehadiran kita membawa damai, atau justru meninggalkan luka bagi orang lain?

Yohanes juga mengingatkan kita untuk tidak mudah percaya pada setiap roh. Dunia ini penuh suara: suara media, suara ambisi, suara ketakutan, suara popularitas, bahkan suara religius yang kelihatannya rohani tetapi menjauhkan kita dari Kristus. Ujian paling sederhana yang ditawarkan Sabda Tuhan adalah ini: apakah suara itu membawa kita semakin mengakui Yesus yang hadir sebagai manusia, yang dekat, yang mengasihi, yang mengorbankan diri? Dan apakah suara itu membuat kita semakin mampu mengasihi? Jika tidak, di sanalah kita perlu waspada. Sebab Roh Allah tidak membuat kita sombong, keras, dan memecah belah, melainkan rendah hati, penuh belas kasih, dan setia pada kebenaran.

Dalam Injil, kita melihat Yesus memulai karya-Nya bukan di pusat kekuasaan, bukan di tempat yang dianggap suci dan bergengsi, tetapi di Galilea, wilayah yang dipandang biasa, bahkan gelap. Di sanalah nubuat digenapi: bangsa yang diam dalam kegelapan melihat terang yang besar. Ini adalah kabar yang sangat menghibur bagi kita. Tuhan tidak menunggu hidup kita sempurna untuk datang. Ia justru hadir di bagian hidup yang gelap, kusut, dan sering kita sembunyikan. Di sanalah terang-Nya ingin menyala.

Seruan Yesus sangat sederhana namun menuntut keberanian: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Bertobat bukan pertama-tama soal merasa bersalah, tetapi soal berani mengubah arah hidup. Dari hidup yang berpusat pada diri sendiri menuju hidup yang terbuka pada Tuhan dan sesama. Dari kebiasaan lama yang melukai menuju cara hidup baru yang menyembuhkan. Kerajaan Allah bukan sesuatu yang jauh di surga nanti, tetapi mulai terasa setiap kali kita memilih kejujuran, pengampunan, kesetiaan, dan kasih dalam hal-hal kecil sehari-hari.

Yesus tidak hanya mewartakan dengan kata-kata. Ia menyembuhkan, memulihkan, dan mendekati mereka yang sakit, lemah, dan tersingkir. Orang-orang datang berbondong-bondong kepada-Nya karena mereka menemukan harapan. Dan hari ini, Yesus yang sama hadir dalam hidup kita. Ia ingin menyentuh luka batin yang mungkin tidak terlihat, kelelahan karena tuntutan hidup, kekosongan di tengah kesibukan, atau relasi yang retak. Ia masih berjalan di “Galilea” hidup kita, membawa terang dan pemulihan.

Saudara-saudari terkasih, membaca Injil dan merenungkannya setiap hari bukan sekadar kewajiban rohani, tetapi sebuah perjumpaan. Di sanalah Tuhan berbicara, meneguhkan, menegur, dan membentuk hati kita. Dari Sabda hari ini, kita diajak untuk hidup dalam iman yang diuji oleh kasih, peka membedakan suara Tuhan di tengah hiruk-pikuk dunia, dan berani bertobat agar terang Kristus sungguh tampak dalam hidup kita. Iman seperti inilah yang masuk akal, bisa dijalani, dan sungguh memberi makna bagi kehidupan manusia zaman sekarang. Amin.

Doa Penutup

Tuhan yang Mahakasih, di tengah hidup kami yang penuh kesibukan, tuntutan, dan kebisingan suara dunia, kami datang kepada-Mu dengan hati apa adanya. Berilah kami kebijaksanaan untuk membedakan roh kebenaran dari roh yang menyesatkan. Sentuhlah bagian hidup kami yang lemah dan gelap, agar terang-Mu memulihkan dan menguatkan kami. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 4 Januari 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN (Hari Anak Misioner Sedunia)

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post