Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 22 Januari 2026.
Kalender Liturgi hari Kamis 22 Januari 2026 merupakan Hari ke-5 Pekan Doa Sedunia, St. Vinsentius, Warna Liturgi Hijau.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 22 Januari 2026:
Bacaan I: 1 Samuel 18:6-9;19:1-7
Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing;
dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”
Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.”
Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.
Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul, sangat suka kepada Daud,
sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: “Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana.
Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.”
Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya: “Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu!
Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan TUHAN telah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?”
Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan Saul bersumpah: “Demi TUHAN yang hidup, ia tidak akan dibunuh.”
Lalu Yonatan memanggil Daud dan Yonatan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul dan ia bekerja padanya seperti dahulu.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan: Mazmur 56:2-3,9-10a,10bc-11,12-13
Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.
Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;
Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku.
Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,
Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,
kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.
Bacaan Injil: Markus 3:7-12
Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,
dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik Kamis 22 Januari 2026
Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini membawa kita masuk ke dalam kenyataan hidup yang sangat manusiawi. Dalam Bacaan Pertama, kita melihat Saul yang berubah hati. Ia memulai sebagai raja yang dipilih Tuhan, namun perlahan dikuasai rasa iri, takut tersaingi, dan keinginan mempertahankan diri. Pujian yang seharusnya menjadi sukacita justru menjadi racun di hatinya. Dari sanalah lahir dengki, kecurigaan, bahkan niat membunuh orang yang tidak bersalah.
Bukankah ini sangat dekat dengan kehidupan kita? Di dunia kerja, dalam keluarga, bahkan dalam pelayanan, kita bisa saja merasa terancam ketika orang lain lebih berhasil, lebih dipuji, atau lebih dipercaya. Tanpa sadar, hati kita mulai membandingkan diri, menutup mata terhadap kebaikan orang lain, dan perlahan kehilangan damai. Saul bukan orang jahat sejak awal, tetapi ia membiarkan iri hati menguasai batinnya. Sabda hari ini mengingatkan kita bahwa dosa sering kali bermula dari hati yang tidak dijaga.
Di tengah kegelapan itu, hadir sosok Yonatan. Ia memilih setia pada kebenaran, bukan pada kepentingan. Ia berani bersuara demi keadilan, meski itu berarti berhadapan dengan ayahnya sendiri. Yonatan mengajarkan bahwa iman bukan hanya soal doa dan ritual, tetapi keberanian untuk membela yang benar, melindungi yang lemah, dan meredam kebencian dengan kejujuran. Dunia hari ini sangat membutuhkan orang-orang seperti Yonatan, yang mau menjadi jembatan, bukan pemecah.
Dalam Injil, kita melihat Yesus yang dikerumuni banyak orang. Mereka datang dengan luka, penyakit, dan harapan. Yesus tidak menolak mereka, tetapi juga tidak mencari sensasi. Ia bahkan melarang roh jahat menyebut siapa diri-Nya. Yesus tidak mau dikenal lewat teriakan kosong, melainkan lewat kasih yang nyata dan menyembuhkan. Ia mengajar kita bahwa iman sejati tidak perlu pamer, tidak haus pengakuan, tetapi setia melayani.
Di zaman yang serba cepat dan penuh pencitraan ini, Injil mengajak kita untuk berhenti sejenak, memeriksa hati, dan bertanya dengan jujur: apakah aku sedang dikuasai iri seperti Saul, atau berani setia seperti Yonatan? Apakah aku mencari Yesus hanya sebagai solusi cepat, atau sungguh mau disentuh dan diubah oleh-Nya? Sabda Tuhan hari ini bukan untuk dihafal, tetapi untuk dijalani, agar hidup kita semakin serupa dengan Kristus yang rendah hati dan penuh kasih. Amin.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarilah kami menjaga hati dari iri dan ketakutan. Bentuklah kami menjadi pribadi yang jujur, setia pada kebenaran, dan peka terhadap sesama. Semoga Sabda-Mu kami hidupi dalam pekerjaan, keluarga, dan relasi sehari-hari. Amin.
