Saturday, January 17, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 21 Januari 2026 Markus 3:1-6 Lengkap Renungan Harian Katolik, Hari ke-4 Pekan Doa Sedunia

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu 21 Januari 2026.

Kalender Liturgi hari Rabu 21 Januari 2026 merupakan Hari ke-4 Pekan Doa Sedunia, Santa Agnes, Warna Liturgi Merah.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu 21 Januari 2026:

Bacaan I – 1Sam. 17:32-33,37,40-51

Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.

Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.

Orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.”

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm. 144:1,2,9-10

  • Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.
  • Yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku.
  • Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu, Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

Bacaan Injil – Markus 3:1-6

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.

Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik Rabu 21 Januari 2026

Saudara-saudari terkasih,
hari ini Sabda Tuhan mengajak kita masuk ke dalam dua peristiwa yang sangat manusiawi: ketakutan Daud di hadapan Goliat, dan keberanian Yesus di hadapan kekerasan hati manusia. Dua kisah ini seolah jauh, tetapi sesungguhnya sangat dekat dengan hidup kita sehari-hari.

Daud berdiri di hadapan musuh yang jauh lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Banyak orang meragukan dirinya, bahkan raja Saul sendiri. Namun Daud mengenal dirinya dan, yang lebih penting, mengenal Tuhannya. Ia tidak mengandalkan senjata, status, atau kekuatan lahiriah, melainkan pengalaman nyata akan kesetiaan Tuhan yang pernah menyelamatkannya. Inilah iman yang lahir dari relasi, bukan teori. Daud mengajarkan bahwa iman sejati tumbuh dari keberanian melangkah, meski rasa takut masih ada.

Dalam Injil, Yesus berdiri di rumah ibadat, berhadapan bukan dengan musuh bersenjata, tetapi dengan hati yang membatu. Ada seorang dengan tangan mati sebelah, lambang manusia yang terbelenggu, tidak berdaya, dan tersisih. Yesus memanggilnya ke tengah, seolah berkata: penderitaan manusia tidak boleh disembunyikan. Ia menantang cara berpikir yang kaku, yang lebih mementingkan aturan daripada kasih. Pertanyaan Yesus sederhana namun mengguncang: berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan atau membiarkan?

Keheningan orang-orang Farisi adalah keheningan yang berbahaya. Bukan karena mereka tidak tahu jawabannya, tetapi karena mereka memilih tidak peduli. Di sinilah Yesus berdukacita. Bukan karena hukum, melainkan karena hati yang kehilangan belas kasih. Namun Yesus tetap bertindak. Ia menyembuhkan, meski tahu risikonya. Kasih tidak menunggu situasi aman; kasih memilih untuk hadir dan menyembuhkan.

Dalam hidup kita hari ini, mungkin kita bukan Daud atau Yesus, tetapi kita sering berada di antara keduanya. Kita menghadapi “Goliat” berupa masalah keluarga, tekanan ekonomi, luka batin, atau ketidakadilan. Kita juga dihadapkan pada pilihan: diam demi kenyamanan, atau bertindak demi kebaikan. Sabda hari ini mengingatkan bahwa iman bukan sekadar kata-kata, melainkan keberanian untuk berbuat baik, meski tidak selalu dimengerti.

Tuhan memanggil kita untuk mengulurkan tangan—tangan yang mungkin lelah, takut, atau terluka—dan percaya bahwa Ia sanggup memulihkannya. Ketika kasih menjadi dasar tindakan kita, di situlah iman menjadi hidup dan bermakna. Amin.

Doa Penutup

Tuhan yang penuh kasih, ajarilah kami percaya seperti Daud dan berani mengasihi seperti Yesus. Lembutkan hati kami yang kaku, agar kami memilih berbuat baik dalam keseharian. Kuatkan langkah kami menghadapi tantangan hidup, dan jadikan iman kami nyata melalui tindakan kasih. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Katalog Promo JSM Superindo Periode 16–18 Januari 2026, Diskon Hingga 45%, Chicken Nugget Beli 1 Gratis 1

Superindo kembali menghadirkan program Promo JSM yang berlangsung pada 16 hingga 18 Januari 2026 dengan potongan harga yang menggoda...

More Articles Like This

Favorite Post