Friday, February 6, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 9 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik, Hari Senin Biasa V

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Senin 9 Februari 2026.

Kalender Liturgi hari Senin 9 Februari 2026 merupakan Hari Senin Biasa V, Santa Apolonia, Martir, Santo Paulinus Aquileia, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Senin 9 Februari 2026:

Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 8:1-7.9-13

“Imam-imam membawa tabut perjanjian ke tempat mahakudus dan datanglah awan memenuhi rumah Tuhan.”

Setelah Rumah Allah selesai dibangun, Raja Salomo memerintahkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin keluarga Israel , berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion.

Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan Raja Salomo semua orang Israel . Setelah semua tua-tua Israel datang, imam-imam mengangkat tabut itu.

Mereka mengangkut tabut Tuhan dan Kemah Pertemuan serta segala barang kudus yang ada dalam kemah itu. Semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.

Sedang Raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan terbilang banyaknya.

Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian Tuhan itu ke tempatnya, yakni di ruang belakang rumah itu, di tempat mahakudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub.

Sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungan dari atas.

Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan Tuhan dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir.

Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, turunlah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga oleh karena awan itu, imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu.

Pada waktu itu berkatalah Salomo, “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 132:6-7.8-10

Reff. Semoga Tuhan bersukacita atas karya-Nya.

Dengarlah! Kami dengar tabut itu ada di Efrata, kami telah mendapatinya di padang Yaar. “Mari kita pergi ke tempat kediaman-Nya, dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.”

Bangunlah, ya Tuhan dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu, Engkau serta tabut kekuasaan-Mu. Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan biarlah bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi. Demi Daud, hamba-Mu janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya.

Ayat: Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.

Bacaan Injil Markus 6:53-56

“Semua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh.”

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.54 Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.

Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya,

supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Senin 9 Februari 2026

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini berbicara sangat kuat tentang kerinduan terdalam manusia: kerinduan untuk mengalami kehadiran Tuhan yang nyata dalam hidup yang nyata pula. Bukan Tuhan yang jauh, bukan Tuhan yang hanya hadir di altar, tetapi Tuhan yang masuk ke dalam keseharian manusia dengan segala keterbatasannya.

Dalam Bacaan Pertama, kita melihat Raja Salomo membawa Tabut Perjanjian ke dalam Bait Allah. Ketika tabut itu ditempatkan di ruang mahakudus, awan memenuhi rumah Tuhan hingga para imam tidak sanggup melanjutkan tugasnya. Awan itu bukan sekadar fenomena, melainkan tanda bahwa Allah sendiri hadir. Yang menarik, di dalam tabut itu hanya ada dua loh batu berisi perjanjian. Tidak ada benda ajaib, tidak ada kekuatan magis. Tuhan hadir karena ada kesetiaan, ada relasi, ada komitmen antara Allah dan manusia.

Ini berbicara langsung kepada kita hari ini. Di zaman modern, manusia sering sibuk membangun “bait-bait” hidupnya sendiri: karier, prestasi, pengakuan, citra diri di media sosial, kenyamanan materi. Kita berharap semua itu memberi rasa aman dan bahagia. Namun sering kali, semakin banyak yang kita bangun, semakin kosong yang kita rasakan. Sabda Tuhan mengingatkan bahwa yang membuat hidup menjadi penuh bukanlah kemegahan, tetapi ketika firman Tuhan sungguh mendapat tempat dalam hati dan keputusan hidup kita.

Injil hari ini melanjutkan pesan itu dengan cara yang sangat manusiawi. Orang-orang sakit di Genesaret tidak berpidato tentang iman, tidak punya teori teologi yang rumit. Mereka hanya membawa tubuh mereka yang lemah, harapan mereka yang tipis, dan iman mereka yang sederhana. Mereka percaya bahwa menyentuh jumbai jubah Yesus saja sudah cukup. Dan Injil berkata dengan sangat jelas: semua yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Ini adalah gambaran manusia zaman sekarang. Banyak dari kita datang kepada Tuhan bukan karena hidup sedang baik-baik saja, tetapi justru karena sedang tidak sanggup lagi berjalan sendiri. Kita datang dengan hati yang lelah, pikiran yang penuh beban, relasi yang retak, iman yang goyah. Kadang kita merasa tidak pantas datang kepada Tuhan karena hidup kita berantakan. Namun Injil hari ini menegaskan bahwa Yesus justru hadir di tengah kerumunan manusia yang rapuh itu.

Makna terdalam dari Injil ini adalah bahwa Tuhan tidak menuntut kesempurnaan sebelum Ia menyembuhkan. Ia hanya menunggu satu hal: keberanian untuk mendekat dan percaya. Menjamah jumbai jubah Yesus berarti menyerahkan diri sepenuhnya, mengakui bahwa kita tidak mampu menyelamatkan diri sendiri. Itu adalah iman yang jujur, iman yang rendah hati, iman yang sangat manusiawi.

Dalam kehidupan nyata, menjamah Yesus berarti berani membawa hidup apa adanya dalam doa, berani jujur pada Tuhan tentang luka, kegagalan, dan ketakutan kita. Berarti memilih tetap berbuat baik meski hati sedang lelah, tetap mengampuni meski sulit, tetap setia meski tidak mudah. Di situlah kuasa Tuhan bekerja pelan-pelan, tidak selalu spektakuler, tetapi sungguh menyembuhkan.

Saudara-saudari, renungan hari ini mengajak kita menyadari bahwa Tuhan masih berjalan di “pasar-pasar” kehidupan kita: di tempat kerja, di rumah yang penuh persoalan, di hati yang diam-diam menangis. Jangan menunggu hidup rapi baru datang kepada Tuhan. Datanglah apa adanya. Sebab di sanalah, saat kita berani menjamah-Nya dengan iman yang sederhana, Tuhan bekerja dan memulihkan hidup kita dari dalam. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, kami datang kepada-Mu dengan hidup yang rapuh dan penuh beban. Ajari kami percaya dan berani mendekat kepada-Mu apa adanya. Jamahlah hati kami, sembuhkan luka batin kami, dan tuntun langkah kami agar hidup kami sungguh mencerminkan kasih-Mu di dunia ini. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 11 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik, Hari Orang Sakit Sedunia,

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post