Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 5 Februari 2026.
Kalender Liturgi hari Kamis 5 Februari 2026 merupakan Hari Kamis, Perayaan Wajib Santa Agatha, Perawan dan Martir, Yakub, Bapa Bangsa, dengan Warna Liturgi Merah.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 5 Februari 2026:
Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 2:1-4.10-12
“Aku akan mengakhiri perjalananku yang fana ini. Kuatkanlah hatimu, dan berlakulah kesatria.”
Saat kematian Daud sudah mendekat. Pada suatu hari ia berpesan kepada Salomo, anaknya: “Aku ini akan mengakhiri perjalananku yang fana. Maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah ksatria.
Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa.
Semoga dengan demikian engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, dan semoga Tuhan menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni:
Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.”
Kemudian Daud mendapat istirahat bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Jadi Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun;
di Hebron ia memerintah tujuh tahun dan di Yerusalem tiga puluh tiga tahun. Kemudian Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya dan menjadi kokohlah kerajaannya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Kidung Tanggapan 1Tawarikh 29:10.11ab.11d-12a.12bcd
Ref. Ya Tuhan, Engkau menguasai segala-galanya.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allahnya bapa kami Israel , dari sediakala sampai selama-lamanya.
Ya Tuhan, milik-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya segala-galanya yang ada di langit dan di bumi.
Ya Tuhan, milik-Mulah kerajaan. Engkaulah yang tertinggi melebihi segala-galanya. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu.
Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya. Dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan, dalam tangan-Mulah kuasa untuk memperluas dan memperkokoh kerajaan.
Bait Pengantar Injil Alleluya
Ref. Alleluya
Ayat. Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil.
Bacaan Injil Markus 6:7-13
“Yesus mengutus murid-murid-Nya.”
Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka,
kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”
Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Kamis 5 Februari 2026
Sabda hari ini membawa kita ke dua momen yang sangat menentukan dalam hidup manusia: saat mewariskan nilai hidup dan saat diutus untuk menjalani perutusan. Dalam Bacaan Pertama, kita mendengar pesan terakhir Daud kepada Salomo. Ini bukan sekadar nasihat seorang ayah kepada anaknya, tetapi warisan iman seorang manusia yang telah menjalani hidup dengan segala jatuh bangunnya. Daud tahu hidupnya akan berakhir. Ia tidak meninggalkan daftar prestasi, bukan pula strategi politik, melainkan satu pesan yang sangat sederhana namun mendalam: kuatkanlah hatimu dan hiduplah setia di hadapan Tuhan.
Menjadi kuat menurut Daud bukan berarti keras, berkuasa, atau tak terkalahkan. Kekuatan sejati justru terletak pada kesetiaan, pada keberanian untuk berjalan di jalan Tuhan, meskipun tidak selalu mudah. Daud belajar dari pengalamannya sendiri bahwa kekuasaan tanpa ketaatan hanya akan membawa kehancuran. Karena itu, ia mengingatkan Salomo bahwa masa depan kerajaan tidak ditentukan oleh kecerdikan manusia, tetapi oleh kesetiaan hati kepada Allah. Inilah pesan yang sangat relevan bagi kita hari ini, di zaman ketika keberhasilan sering diukur dari hasil, bukan dari kebenaran cara hidup.
Injil hari ini memperlihatkan bagaimana Yesus menerjemahkan kesetiaan itu dalam bentuk perutusan. Ia mengutus murid-murid-Nya berdua-dua, tanpa bekal berlebih, tanpa jaminan kenyamanan. Mereka diutus dengan kepercayaan penuh kepada Allah dan dengan hati yang bebas. Yesus seakan berkata bahwa pewartaan Injil tidak lahir dari kelimpahan materi, melainkan dari hati yang percaya dan hidup yang sederhana. Murid tidak diminta menjadi hebat, tetapi menjadi setia. Tidak diminta menguasai, tetapi melayani.
Dalam terang perayaan Santa Agatha, seorang perawan dan martir, Sabda ini menjadi semakin nyata. Santa Agatha hidup setia sampai akhir, bahkan ketika kesetiaan itu harus dibayar dengan penderitaan dan kematian. Ia kuat bukan karena kuasa dunia, tetapi karena hatinya teguh di dalam Tuhan. Ia adalah contoh nyata dari pesan Daud dan perutusan Yesus: hidup yang diserahkan sepenuhnya kepada Allah akan menjadi kesaksian yang berbicara lebih keras daripada kata-kata.
Hari ini kita diajak bertanya pada diri sendiri: warisan apa yang sedang kita bangun dalam hidup ini? Dan ketika Tuhan mengutus kita, apakah kita mau melangkah dengan percaya, meski tanpa banyak jaminan? Kesetiaan dalam hal kecil, keberanian untuk hidup benar, dan kerendahan hati untuk bersandar pada Tuhan itulah yang membangun Kerajaan Allah di tengah dunia. Amin.
Doa Penutup
Tuhan, kuatkanlah hati kami agar setia berjalan di jalan-Mu. Ajarlah kami hidup sederhana, berani diutus, dan teguh dalam iman. Seperti Santa Agatha, semoga hidup kami menjadi kesaksian kasih-Mu di dunia yang haus akan kebenaran. Amin.
