Friday, January 30, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 4 Februari 2026 Markus 6:1-6 Lengkap Renungan Harian Katolik

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu 4 Februari 2026.

Kalender Liturgi hari Rabu 4 Februari 2026 merupakan Hari Rabu Biasa IV, Santo Yohanes de Britto, Martir, Santo Isodorus dari Mesir, Pengaku Iman, Santa Katarina Dei Ricci, Perawan, Santa Yoana Valois, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu 4 Februari 2026:

Bacaan Pertama 2Sam. 24:2,9-17

Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: “Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.”

Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.

Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”

Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman TUHAN kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian:

“Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman TUHAN: tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu.”

Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: “Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu?

Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu?

Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku.”

Lalu berkatalah Daud kepada Gad: “Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”

Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang.

Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu:

“Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu.” Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.

Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: “Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan,

tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 32:1-2,5,6,7

Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela

Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.

Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya.

Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

Bacaan Injil Markus 6:1-6

“Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri.”

Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat,

dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya?

Dan mukjizat-mukjizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?

Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”

Maka Yesus tidak mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu 4 Februari 2026

Sabda hari ini mengajak kita masuk ke pergulatan iman yang sangat jujur dan manusiawi: tentang kepercayaan, kerendahan hati, dan keberanian untuk mengakui dosa. Dalam Bacaan Pertama, kita melihat Daud, seorang raja besar, berpengalaman, dan diberkati Tuhan. Namun justru di puncak kekuasaannya, Daud jatuh pada godaan yang sangat halus: rasa aman yang bersumber pada angka, kekuatan, dan kendali manusia. Ia ingin menghitung rakyatnya, seolah masa depan kerajaan bisa dijamin oleh jumlah tentara. Saat itulah hatinya mulai berdebar, karena jauh di dalam dirinya, Daud sadar ia sedang bergeser dari kepercayaan kepada Tuhan menuju kepercayaan pada dirinya sendiri.

Keindahan kisah ini bukan pada kesalahan Daud, tetapi pada kejujurannya. Ia tidak mencari kambing hitam. Ia tidak membenarkan diri. Ia berdiri di hadapan Tuhan dan berkata bahwa perbuatannya bodoh. Ini adalah doa pertobatan yang lahir dari hati yang sadar akan keterbatasannya. Daud bahkan memilih jatuh ke dalam tangan Tuhan, bukan ke tangan manusia, karena ia percaya bahwa belas kasih Tuhan selalu lebih besar daripada hukuman-Nya. Dan puncaknya, ketika bangsa itu menderita, Daud bersedia menanggung akibatnya sendiri. Ia tidak ingin rakyatnya membayar kesalahan yang ia buat. Di sini kita melihat wajah pemimpin yang sejati, yang berani bertanggung jawab.

Injil hari ini berbicara dengan nada yang senada, tetapi dalam konteks yang berbeda. Yesus pulang ke kampung halaman-Nya. Ia mengajar dengan hikmat, melakukan kebaikan, tetapi justru ditolak oleh orang-orang yang merasa paling mengenal-Nya. Mereka terjebak pada cara pandang lama, pada label dan prasangka. Mereka melihat Yesus sebagai tukang kayu, anak Maria, bukan sebagai utusan Allah. Akibatnya, bukan karena Yesus tidak mampu, tetapi karena hati mereka tertutup, mukjizat pun tidak terjadi. Ketidakpercayaan menjadi penghalang rahmat.

Dari Daud dan dari orang-orang Nazaret, kita diajak bercermin. Betapa sering kita juga menghitung dan mengandalkan kekuatan sendiri. Betapa sering kita merasa sudah mengenal Tuhan, sehingga menutup diri terhadap cara baru Tuhan bekerja dalam hidup kita. Kita ingin Tuhan bekerja sesuai pikiran kita, bukan sebaliknya. Padahal iman menuntut kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan dan keberanian untuk percaya, bahkan ketika Tuhan hadir dengan cara yang sederhana dan tidak spektakuler.

Sabda hari ini mengingatkan bahwa Tuhan bekerja paling kuat justru di hati yang terbuka, rendah, dan mau bertobat. Ketika kita berani berkata jujur seperti Daud dan mau percaya seperti yang Yesus harapkan, di sanalah rahmat Tuhan mengalir, memulihkan, dan membangun hidup kita kembali. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajarlah kami rendah hati di hadapan-Mu. Lepaskan kami dari kelekatan pada kekuatan diri sendiri. Bukalah hati kami agar mampu percaya, bertobat, dan menerima karya-Mu, meski hadir lewat hal-hal sederhana dalam hidup sehari-hari. Jadikan kami pribadi yang mau Engkau bentuk. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Cara Gabung Kuis Quizizz Pakai Kode Join yang Dibagikan Guru Tanpa Salah Langkah

Lagi belajar tiba-tiba guru bilang,“Anak-anak, kita kuis pakai Quizizz ya. Masukin kodenya sekarang.”Terus lo bengong: “KODENYA YANG MANA LAGI?!” 😭Tenang....

More Articles Like This

Favorite Post