Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Minggu 8 Februari 2026.
Kalender Liturgi hari Minggu 8 Februari 2026 merupakan Hari Minggu Biasa V, Santo Hieronimus Emilianus, Pengaku Iman, Santo Yohanes dari Matha, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Minggu 8 Februari 2026:
Bacaan Pertama Yesaya 58:7-10
“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap.”
Beginilah firman Tuhan Allah, “Aku menghendaki supaya engkau membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan membawa ke rumahmu orang-orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
Pada waktu itulah terangmu akan merekah laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan di depanmu dan kemuliaan Tuhan menjadi pengiringmu.
Pada waktu itulah engkau akan memanggil Tuhan dan Ia akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong, dan Ia akan berkata, ‘Ini Aku!’ Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah;
apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 112:4-5.6-7.8a.9
Ref. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.
Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gelap Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.
Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan pada Tuhan.
Hatinya teguh, ia tidak takut, ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikan tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.
Bacaan Kedua 1 Korintus 2:1-5
“Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib.”
Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Aku pun datang kepadamu dalam kelemahan, dengan sangat takut dan gentar. Baik ajaran maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, melainkan dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Bait Pengantar Injil Yohanes 8:12
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Akulah terang dunia, sabda Tuhan. Barangsiapa mengikuti Aku, ia mempunyai terang hidup.
Bacaan Injil Matius 5:13-16
“Kamu adalah garam dunia.”
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Minggu 8 Februari 2026
Saudara-saudari terkasih, sabda Tuhan hari ini berbicara sangat dekat dengan kehidupan kita yang nyata, bukan tentang hal-hal besar yang jauh, tetapi tentang sikap hati yang sederhana dan jujur. Melalui nabi Yesaya, Tuhan mengingatkan bahwa iman sejati tidak berhenti pada doa yang indah atau ibadat yang rapi, tetapi terwujud ketika kita mau berbagi roti yang sebenarnya kita inginkan sendiri. Tuhan tidak meminta kelebihan kita, melainkan mengajak kita berbagi dari apa yang kita rasa berharga. Di situlah terang mulai lahir.
Sering kali kita ingin hidup terang, ingin didengar doanya, ingin luka-luka batin kita disembuhkan. Namun Tuhan menunjukkan jalan yang sangat manusiawi: lihatlah sesamamu. Orang lapar, orang tersingkir, orang yang tertindas di sekitar kita bukan gangguan, melainkan pintu rahmat. Ketika kita berhenti menunjuk-nunjuk, berhenti menghakimi, dan mulai peduli, justru di situlah kegelapan dalam diri kita perlahan berubah menjadi terang siang hari.
Rasul Paulus menguatkan kita bahwa iman bukan soal kepintaran berbicara atau kesempurnaan hidup. Ia datang dalam kelemahan, dengan gentar, namun membawa Kristus yang tersalib. Artinya, iman kita bertumpu pada Tuhan yang hadir dalam keterbatasan, bukan pada kehebatan manusia. Maka kita pun tidak perlu menunggu sempurna untuk berbuat baik. Tuhan bekerja justru melalui kerapuhan kita.
Yesus dalam Injil menegaskan, kita adalah garam dan terang. Bukan nanti, bukan setelah hidup kita rapi, tetapi sekarang. Garam tidak terlihat, namun memberi rasa. Terang tidak berteriak, namun menghalau gelap. Hidup kristiani bukan soal pamer kesalehan, melainkan kesetiaan kecil: kejujuran di rumah, kepedulian di tempat kerja, kelembutan dalam kata-kata, dan keberanian untuk berbuat baik meski tidak dilihat siapa pun. Dari sanalah orang memuliakan Bapa, bukan kita. Amin.
Doa Penutup
Tuhan, ajarilah kami menghidupi iman dengan tindakan nyata. Lembutkan hati kami agar peka terhadap sesama, kuatkan langkah kami untuk berbuat baik tanpa pamrih. Jadikan hidup kami garam yang memberi rasa dan terang yang membawa harapan di dunia ini. Amin.
