Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Sabtu 14 Februari 2026.
Kalender Liturgi hari Sabtu 14 Februari 2026 merupakan Hari Sabtu, Perayaan Wajib Santo Syrilius dan Metodius, Uskup dan Rahib, Santo Valentinus, Martir, Santo Maro, Abbas, Beato Yohanes dari Aldomovar, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Putih.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Sabtu 14 Februari 2026:
Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 12:26-32;13:33-34
“Raja Yerobeam membuat dua anak lembu emas.”
Setelah menjadi raja, berkatalah Yerobeam dalam hatinya, “Kini mungkin kerajaan ini kembali kepada keluarga Daud. Jika bangsa itu tetap pergi mempersembahkan kurban sembelihan di rumah Tuhan di Yerusalem,
maka pastilah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda.”
Sesudah menimbang-nimbang, raja membuat dua anak lembu jantan dari emas. Lalu ia berkata kepada mereka, “Sudah cukup kamu pergi ke Yerusalem! Hai Israel,
lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan.
Maka hal itu menyebabkan orang berdosa. Sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain.
Yerobeam membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengurbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi.
Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang di Yehuda, dan raja sendiri naik tangga mezbah itu.
Begitulah dibuatnya di Betel: ia mempersembahkan kurban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengurbanan yang telah diangkatnya.
Raja Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengurbanan.
Siapa saja yang mau ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengurbanan. Dan tindakan itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 106:6-7a.19-22
Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.
Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, kami telah berbuat fasik. Nenek moyang kami di Mesir tidak memahami perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; mereka menukar Yang Mulia dengan patung sapi jantan yang makan rumput.
Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal besar di tanah Mesir; yang melakukan karya-karya ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.
Bait Pengantar Injil Alleluya
Ref. Alleluya
Ayat. Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah
Bacaan Injil Markus 8:1-10
“Mereka semua makan sampai kenyang.”
Sekali peristiwa sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.
Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”
Murid-murid-Nya menjawab, “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka, “Berapa roti yang ada padamu?” Jawab mereka, “Tujuh.”
Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Yesus mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan.
Dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka mempunyai juga beberapa ikan. Sesudah mengucap berkat atasnya, Yesus menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang.
Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Akhirnya Yesus segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Sabtu 14 Februari 2026
Renungan hari ini mempertemukan dua sikap batin yang sangat berbeda dalam menghadapi kebutuhan manusia: ketakutan yang melahirkan berhala, dan belas kasih yang melahirkan kehidupan.
Dalam Bacaan Pertama, Yerobeam bertindak bukan karena iman, tetapi karena takut kehilangan kekuasaan. Ketakutan itu membuatnya menciptakan allah pengganti, sesuatu yang kelihatan, mudah diatur, dan bisa menjamin rasa aman semu. Anak lembu emas bukan sekadar patung, melainkan simbol hati manusia yang tidak lagi percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara. Yerobeam tahu sejarah keselamatan, tahu bagaimana Tuhan membebaskan Israel, tetapi ia memilih jalan pintas. Ia menukar iman dengan strategi, kesetiaan dengan kalkulasi. Dan dosa itu menular, bukan hanya menghancurkan dirinya, tetapi menyeret seluruh bangsa menjauh dari Tuhan.
Kisah ini sangat relevan dengan hidup kita. Anak lembu emas hari ini jarang berbentuk patung, tetapi hadir dalam bentuk lain: uang, jabatan, kenyamanan, popularitas, atau rasa aman yang kita bangun sendiri tanpa Tuhan. Saat takut akan masa depan, kita tergoda mencari pegangan yang instan. Kita berkata masih percaya Tuhan, tetapi keputusan hidup kita lebih dituntun oleh kecemasan daripada iman. Berhala lahir bukan dari kejahatan besar, melainkan dari ketakutan yang tidak diserahkan kepada Tuhan.
Injil hari ini menunjukkan wajah Allah yang sama sekali berbeda. Yesus melihat orang banyak yang lapar dan hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Ia tidak menciptakan ilusi, tidak menyalahkan keadaan, tidak menyuruh mereka pergi. Ia justru mengajak murid-murid-Nya untuk percaya bahwa apa yang sedikit, jika diserahkan kepada Tuhan, akan menjadi cukup. Tujuh roti dan beberapa ikan, di tangan Yesus, menjadi berkat yang mengenyangkan ribuan orang.
Di sinilah kita belajar: berhala selalu lahir dari rasa takut akan kekurangan, sedangkan iman tumbuh dari kepercayaan bahwa Tuhan tidak pernah lalai. Yerobeam mengumpulkan emas demi rasa aman, Yesus memecah roti demi kehidupan. Yang satu memecah relasi dengan Tuhan, yang lain memulihkan martabat manusia. Hidup beriman bukan berarti tidak pernah takut, tetapi berani membawa rasa takut itu kepada Tuhan dan tetap melangkah bersama-Nya.
Renungan ini mengajak kita bertanya dengan jujur: dalam kelaparan dan kecemasan hidup kita hari ini, kita memilih anak lembu emas atau mempercayakan roti kita yang sedikit kepada Tuhan? Di sanalah iman kita sungguh diuji. Amin.
Doa Penutup
Tuhan, kami sering takut akan kekurangan dan lupa mempercayai-Mu. Bebaskan kami dari berhala yang kami ciptakan sendiri. Ajari kami menyerahkan yang sedikit kami miliki kepada-Mu, agar hidup kami dipenuhi syukur, belas kasih, dan kepercayaan sejati. Amin.
