Monday, February 9, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 13 Februari 2026 Renungan Harian Katolik Markus 7:31-37, Hari Jumat Biasa V

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 13 Februari 2026.

Kalender Liturgi hari Jumat 13 Februari 2026 merupakan Hari Jumat Biasa V, Santo Yulianus dari Antiokhia, Martir, Santa Kristina dari Spoleto, Janda, dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 13 Februari 2026:

Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 11:29-32.12:19

“Israel memberontak terhadap keluarga Daud.”

Pada waktu itu Yerobeam, seorang pegawai Raja Salomo, keluar dari Yerusalem. Di tengah jalan ia bertemu dengan Nabi Ahia, orang Silo, yang berselubung kain baru. Hanya mereka berdua yang ada di padang.

Ahia memegang kain baru yang ada di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan; Ia berkata kepada Yerobeam,

“Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku.

Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih dari segala suku Israel.” Demikianlah orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 81:10-11ab.12-13.14-15

Ref. Akulah Tuhan Allahmu, dengarkanlah Aku.

Bacaan Injil 2018,Injil Februari 2018,Markus 7:31-37

Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah allah asing. Akulah Tuhan, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.

Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku. Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti angan-angannya sendiri!

Sekiranya umat-Ku mendengar Aku; sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan, seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan para lawan mereka Kupukul dengan tangan-Ku.

Bait Pengantar Injil Kis 16:14b

Ref. Alleluya

Ya Allah, bukalah hati kami, agar kami memperhatikan sabda Anak-Mu.

Bacaan Injil Markus 7:31-37

“Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu.

Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu,

lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, “Effata”’ artinya: Terbukalah!

Maka terbukalah telinga orang itu, dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga.

Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar,

yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”anya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 13 Februari 2026

Renungan hari ini mengajak kita melihat akar dari perpecahan dan penyembuhan, dua hal yang sangat nyata dalam hidup manusia sampai hari ini. Dalam Bacaan Pertama, kerajaan Israel terpecah bukan pertama-tama karena kekuatan politik, tetapi karena hati yang tidak lagi mendengarkan Tuhan. Kain yang dikoyakkan nabi Ahia menjadi tanda bahwa sesuatu yang utuh menjadi retak karena ketidaksetiaan. Pemberontakan Israel bukan sekadar melawan keluarga Daud, melainkan cermin dari umat yang pelan-pelan menutup telinga terhadap suara Allah dan memilih berjalan menurut kehendaknya sendiri.

Sering kali kita berpikir bahwa perpecahan selalu disebabkan oleh orang lain, oleh sistem, oleh keadaan. Padahal Sabda Tuhan dengan jujur menunjukkan bahwa perpecahan lahir dari hati yang keras dan tidak mau mendengar. Ketika manusia berhenti mendengarkan Tuhan, ia mulai mendengarkan suara lain: ego, ambisi, rasa benar sendiri. Dari situlah muncul keputusan-keputusan yang memecah, melukai, dan menjauhkan.

Injil hari ini menghadirkan kebalikan yang menyentuh. Seorang tuli dan gagap dibawa kepada Yesus. Ia tidak bisa mendengar, tidak bisa berbicara dengan baik, dan pasti selama hidupnya banyak disalahpahami. Yesus tidak menyembuhkannya di tengah keramaian. Ia menarik orang itu ke tempat sunyi. Ini sangat manusiawi. Tuhan tahu bahwa penyembuhan sejati sering kali terjadi ketika kita berani berhenti sejenak dari hiruk-pikuk suara dunia dan membiarkan Tuhan menjamah bagian diri kita yang paling terluka.

Kata “Effata” bukan hanya untuk telinga orang itu, tetapi untuk hati kita semua. Banyak dari kita sebenarnya tuli secara rohani. Kita mendengar banyak hal, tetapi tidak sungguh mendengarkan Tuhan. Kita berbicara banyak, tetapi kata-kata kita tidak selalu membawa kebaikan. Ketika Yesus membuka telinga dan melepaskan lidah, Ia sedang memulihkan relasi: dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan diri sendiri.

Renungan ini mengajak kita bertanya dengan jujur: suara siapa yang paling sering kita dengarkan dalam hidup sehari-hari? Dan kata-kata apa yang keluar dari mulut kita setelah itu? Jika kita mau membuka diri pada sentuhan Tuhan, Ia sanggup memulihkan apa yang retak, menyatukan yang tercerai, dan menjadikan hidup kita kembali “baik”, seperti yang diakui orang banyak dalam Injil. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, bukalah telinga hati kami agar peka mendengarkan kehendak-Mu. Lepaskan lidah kami dari kata-kata yang melukai. Pulihkan hati kami yang keras, agar hidup kami membawa kesatuan, pengharapan, dan kebaikan di tengah dunia saat ini. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026 Renungan Harian Katolik Markus 8:1-10, Warna Liturgi Putih

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post