Monday, February 9, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 12 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik, Hari Kamis Biasa V, Warna Liturgi Hijau

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 12 Februari 2026.

Kalender Liturgi hari Kamis 12 Februari 2026 merupakan Hari Kamis Biasa V, Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman, Santo Benediktus dari Anaine, Abbas, Santa Marina, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 12 Februari 2026:

Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 11:4-13

“Salomo tidak berpegang pada perjanjian Tuhan maka kerajaannya dikoyakkan.”

Ketika Raja Salomo menjadi tua, isteri-isterinya mencondongkan hatinya kepada dewa-dewa, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.

Demikianlah Salomo mengikuti Ashtoret, dewi orang Sion, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon. Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud ayahnya.

Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengurbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung sebelah timur Yerusalem, dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.

Demikianlah dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan kurban ukupan dan kurban sembelihan kepada dewa-dewa mereka. Maka Tuhan menunjukkan murka-Nya kepada Salomo,

sebab hatinya telah menyimpang dari Tuhan, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya supaya jangan mengikuti dewa-dewa lain.

Akan tetapi ia tidak berpegang pada apa yang diperintahkan Tuhan. Lalu bersabdalah Tuhan kepada Salomo, “Oleh karena engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka Aku akan mengoyakkan kerajaanmu dan akan memberikannya kepada hambamu.

Hanya saja, demi Daud ayahmu, Aku belum mau melaksanakannya selama engkau masih hidup. Dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.

Namun demikian tidak seluruh kerajaan akan Kurenggut daripadanya. Satu suku akan Kuberikan kepada anakmu demi hamba-Ku Daud dan demi Yerusalem yang telah Kupilih.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 106: 3-4.35-36.37.40

Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.

Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di setiap saat! Ingatlah akan aku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat, perhatikanlah aku, demi keselamatan yang datang dari pada-Mu.

Mereka malah bercampur baur dengan bangsa-bangsa itu, dan meniru kebiasaan mereka. Mereka beribadah kepada berhala-berhala para bangsa, yang menjadi perangkap bagi mereka.

Mereka mengurbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kurbankan kepada roh-roh jahat. Maka berkobarlah murka Tuhan terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik pusaka-Nya.

Bait Pengantar Injil Yakobus 1:21

Ref. Alleluya

Terimalah dengan lemah lembut sabda Allah yang tertanam dalam hatimu, sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.

Bacaan Injil Markus 7:24-30

“Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya. Tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

Malah di situ ada seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat. Begitu mendengar tentang Yesus, ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia.

Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya. Yesus lalu berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu! Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu Yesus berkata kepada ibu itu: “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Ibu itu pulang ke rumah dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Kamis 12 Februari 2026

Renungan ini membawa kita berhadapan dengan dua sosok yang sangat kontras: Raja Salomo dan seorang ibu asing dari Siro-Fenisia. Keduanya sama-sama pernah berjumpa dengan Allah, tetapi arah hati mereka sangat berbeda.

Salomo memulai hidupnya dengan begitu indah. Ia dipilih Tuhan, diberkati dengan kebijaksanaan, kekayaan, dan kehormatan. Ia mengenal Tuhan, bahkan Tuhan sendiri menampakkan diri kepadanya. Namun justru di saat hidupnya terasa “lengkap”, hatinya pelan-pelan bergeser. Bukan karena ia berhenti percaya, melainkan karena ia membiarkan hal-hal lain mengambil tempat utama di hatinya. Demi relasi, kenyamanan, dan kompromi, Salomo memberi ruang bagi berhala. Ia tidak langsung meninggalkan Tuhan, tetapi ia tidak lagi mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Di sinilah letak kejatuhannya. Kehidupan rohani sering kali runtuh bukan karena penolakan besar, tetapi karena kompromi kecil yang dibiarkan terus-menerus.

Kisah ini terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sekarang. Kita pun hidup di tengah banyak “berhala” modern: ambisi, pengakuan, uang, kesuksesan, gengsi, bahkan relasi yang membuat kita perlahan menjauh dari nilai iman. Kita masih datang ke gereja, masih berdoa, tetapi hati kita terbagi. Tuhan tidak lagi menjadi pusat, hanya salah satu bagian dari hidup. Seperti Salomo, kita mungkin merasa aman karena merasa “pernah dekat” dengan Tuhan, padahal kesetiaan bukan soal masa lalu, melainkan pilihan setiap hari.

Lalu Injil hari ini menghadirkan seorang ibu yang justru tidak memiliki apa-apa selain iman dan kerendahan hati. Ia bukan bagian dari umat pilihan, ia orang asing, bahkan dipandang rendah. Namun ia tidak mundur. Ia datang dengan hati yang utuh, penuh kepercayaan, dan keberanian. Kata-katanya sederhana, tetapi lahir dari iman yang jujur dan mendalam. Ia tidak menuntut hak, ia hanya berharap pada belas kasih. Dan justru iman seperti inilah yang digerakkan oleh Yesus untuk menghadirkan keselamatan.

Di sini kita belajar bahwa Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang setia dan rendah. Salomo memiliki segalanya, tetapi kehilangan fokus. Sang ibu tidak memiliki apa-apa, tetapi hatinya melekat penuh pada Tuhan. Hidup beriman bukan soal status, pengetahuan, atau prestasi rohani, melainkan tentang kepada siapa kita sungguh bersandar ketika hidup menjadi sulit.

Renungan ini mengajak kita bercermin dengan jujur: apa yang diam-diam menggeser Tuhan dari pusat hidup kita? Apakah kita masih setia dalam hal kecil, dalam pilihan sehari-hari, dalam cara kita bekerja, mencintai, dan berharap? Tuhan selalu setia, tetapi Ia menginginkan hati yang utuh, bukan hati yang terbagi. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajarilah kami setia dengan hati yang utuh. Jauhkan kami dari kompromi yang menjauhkan kami dari-Mu. Berilah kami iman yang rendah hati dan berani, agar dalam hidup sehari-hari kami selalu memilih Engkau sebagai pusat dan sumber harapan kami. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026 Renungan Harian Katolik Markus 8:1-10, Warna Liturgi Putih

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post