Friday, January 2, 2026

Letda Made Juni Diduga Ikut Siksa Prada Lucky Namo, Padahal Sempat Ngurus dan Antar Jenazah ke Kupang

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo lagi-lagi bikin geger jagat maya. Gimana enggak, fakta-fakta yang muncul di sidang Pengadilan Militer III-15 Kupang bener-bener bikin merinding. 

Salah satu nama yang jadi sorotan adalah Letnan Dua (Letda) Made Juni Arta Dana — perwira yang awalnya dikira orang baik, eh malah diduga ikut nyiksa korban.

Yang bikin makin “mind-blown”, Letda Made ini ternyata juga sempat ngurusin jenazah Prada Lucky, bahkan nganter langsung ke Kupang bareng keluarga.

Tapi di balik sikap baiknya itu, muncul dugaan kalau dia justru termasuk aktor utama di balik penyiksaan keji tersebut. 😨

😰 Kesaksian Sadis: Dipaksa Ngaku Gay dan Disiksa Brutal

Dalam sidang yang dipimpin Mayor Chk Subiyatno, saksi Prada Richard Bulan buka suara soal apa yang bener-bener terjadi malam itu.

Ia cerita kalau pada 28 Juli 2025 sekitar jam 9 malam, dia dibawa ke ruang staf intel buat diinterogasi langsung oleh Letda Made Juni.

Dari situ, situasi berubah jadi mimpi buruk. Richard dipaksa ngaku punya hubungan sesama jenis sama Lucky. Tapi karena nolak, dia malah dipukuli berkali-kali sampai akhirnya ngaku cuma biar siksaan berhenti.

Yang makin sadis, sekitar jam 21.15 WITA, dia disuruh telanjang, dan temennya, Egianus Kei, dipaksa ngolesin cabai halus ke bagian sensitifnya! 🥵

Rasa panas dan sakitnya bikin dia gak kuat, sementara di sisi lain, Prada Lucky juga disiksa dengan cara serupa. Semua itu dilakukan atas perintah Letda Made Juni.

🏳️‍🌈 Tuduhan LGBT Cuma Berdasarkan Asumsi?

Di sidang, orang tua Prada Lucky, yaitu Chrestian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey, nanyain dasar tuduhan anaknya dianggap LGBT.

“Apa bukti anak saya itu LGBT?” tanya sang ayah tegas.

Jawaban dari Oditur Militer Letkol Chk Yusdiharto cukup bikin kaget. Ia bilang, “Gak ada bukti kuat. Tuduhan itu cuma asumsi para saksi dan terdakwa.”

Artinya, tuduhan soal orientasi seksual itu murni dugaan tanpa dasar, tapi malah dijadikan alasan buat nyiksa korban. Parah banget. 😔

⚰️ Letda Made Juni, Si Perwira yang Ternyata Ikut Antar Jenazah

Ini dia bagian yang paling bikin publik shock. Letda Made ternyata orang yang nganter jenazah Prada Lucky dari Nagekeo ke Kupang.

Dia bahkan sempat nemenin ibu korban selama perjalanan dan transfer uang buat biaya ibadah di rumah duka.

“Iya, dia sempat bantu antar ke Kupang dan ngirim uang,” ungkap Sepriana, ibunda Lucky.

Karena sikapnya yang sopan dan ramah, keluarga sempat percaya dia tulus. Tapi siapa sangka, justru namanya kini muncul di daftar terdakwa penyiksaan.

Netizen pun langsung ramai di medsos, banyak yang nyebut ini “plot twist paling gelap dalam dunia militer.” 😬

🔥 Kronologi Lengkap: Dari Chat Pribadi ke Aksi Brutal

Awal mula kasus ini terjadi pada Juni 2025, waktu satuan Yonif TP/834/WM lagi ngecek HP para prajurit buat ngelacak judi online.

Eh, malah nemu chat pribadi antara Lucky dan Richard yang dianggap “aneh” dan langsung diasumsikan ada hubungan sesama jenis.

Tanpa bukti jelas, dua prajurit itu langsung jadi sasaran interogasi keras. Menurut dakwaan Oditur Militer, ada 17 terdakwa yang diduga ikut nyiksa — mulai dari prajurit sampai perwira.

Mereka mukulin korban, mencambuk pakai selang 40 cm, bahkan paksa ngaku gay biar dianggap salah.

Saat gak dapet pengakuan, kekerasan malah makin parah. Di satu momen, Letda Made nyuruh bawahannya ambil cabai dari dapur, tumbuk, dan olesin ke alat vital korban.

Hasilnya? Luka parah, trauma berat, dan akhirnya, nyawa Prada Lucky gak tertolong. 😢

⚖️ 17 Terdakwa Siap Disidang

Nama-nama yang terlibat bukan kaleng-kaleng. Dari Sertu Thomas Desambris Awi, Sertu Andre Mahoklory, Letda Achmad Thariq, sampai Letda Made Juni Arta Dana sendiri.

Sidang bakal lanjut lagi 4 November 2025, dengan delapan saksi tambahan yang siap buka-bukaan soal fakta baru.

Ibunda Lucky, Sepriana, gak kuasa nahan tangis saat dengar detail penyiksaan anaknya di ruang sidang.

“Lucky pernah bilang kalau Andre Maklori sering nyiksa. Padahal saya udah titip pesan biar dia dijaga,” ucapnya sambil terisak.

Publik pun ikut geram. Media sosial dibanjiri tagar seperti #KeadilanUntukLucky dan #StopKekerasanMiliter.

Banyak yang nuntut biar kasus ini diusut transparan dan semua pelaku dihukum seadil-adilnya.

Kasus Prada Lucky ini bukan cuma soal kekerasan, tapi juga soal penyalahgunaan kekuasaan dan stigma sosial.

Kisahnya jadi pengingat bahwa empati dan keadilan harus berdiri di atas pangkat dan jabatan. Karena kalau gak, bakal selalu ada “Lucky-Lucky” lain yang jadi korban.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Benarkah Suatu Hari Bisa Jadi 25 Jam Begini Cara Sains Menjelaskan

Belakangan ini timeline rame banget ngebahas soal lama satu hari di Bumi. Katanya nih, sehari nggak selalu 24 jam...

More Articles Like This

Favorite Post