Saturday, February 14, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026 dan Renungan Harian Katolik dari Lukas 5:27-32

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Sabtu 21 Februari 2026.

Kalender Liturgi hari Sabtu 21 Februari 2026 merupakan Hari Sabtu sesudah Rabu Abu, Perayaan fakultatif Santo Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja, Santa Irene, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Sabtu 21 Februari 2026:

Bacaan Pertama Yesaya 58:9b-14

“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap.”

Inilah Firman Allah, “Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu. Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan.

Engkau akan disebut “Yang memperbaiki tembok yang tembus”, “Yang membetulkan jalan” supaya tempat itu dapat dihuni. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebut hari Sabat sebagai “Hari Kenikmatan” dan hari kudus Tuhan sebagai “Hari Yang Mulia”;

apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu sendiri, atau berkata omong kosong; maka engkau akan bersenang-senang, karena Tuhan.

Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 86:1-2.3-4.5-6

Ref. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu.

Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi; selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.

Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

Sebab, ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni; kasih setia-Mu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.

Bait Pengantar Injil Yehezkiel 33:11

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Aku tidak berkenan akan kematian orang fasik, melainkan akan pertobatannya supaya ia hidup.

Bacaan Injil Lukas 5:27-32

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat.”

Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Sabtu 21 Februari 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Bacaan dari Kitab Yesaya 58:9b-14 menegaskan satu kebenaran yang sederhana, tetapi sering terlewat dalam kehidupan kita: kebaikan dan belas kasih kepada sesama bukanlah sekadar pilihan, melainkan jalan menuju terang dan sukacita sejati. “Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap.” Kata-kata ini bukan metafora kosong. Terang itu muncul ketika kita melepaskan diri dari ego, dari keinginan menahan diri sendiri dan mengutamakan kepentingan pribadi, dan memilih untuk hadir bagi mereka yang membutuhkan.

Bayangkan hidup kita sehari-hari. Kita sibuk dengan pekerjaan, sekolah, media sosial, dan rencana-rencana pribadi. Sering kali kita tidak menyadari bahwa ada “gelap” di sekitar kita: tetangga yang kesepian, teman yang tersisih, orang yang terjerat kesulitan ekonomi. Tuhan menantang kita untuk menyerahkan apa yang kita ingin miliki—waktu, perhatian, sumber daya—kepada mereka. Dengan tindakan nyata itu, terang bukan hanya menyinari orang lain, tetapi juga hati kita sendiri. Kegelapan yang terasa dalam diri—ketakutan, cemas, iri—perlahan memudar, seperti rembang yang berubah menjadi siang yang terang.

Yesus dalam Injil Lukas 5:27-32 memberikan contoh konkrit: Ia datang kepada Lewi, seorang pemungut cukai yang dianggap berdosa, dan memanggilnya untuk mengikut Dia. Yesus tidak datang untuk yang merasa sudah benar, tetapi untuk yang lelah, salah, dan membutuhkan pertobatan. Kehadiran-Nya menunjukkan bahwa kasih Allah tidak menunggu kesempurnaan kita. Ia justru hadir untuk menyembuhkan, memperbaiki, dan memberi arah bagi mereka yang tersesat. Ketika kita meniru Yesus dengan membuka hati bagi sesama, kita ikut menjadi saluran penyembuhan, perbaikan, dan terang bagi dunia.

Hari ini, Tuhan menantang kita untuk melihat diri kita jujur: apakah kita lebih sibuk mengurusi diri sendiri, atau mau hadir bagi yang menderita? Apakah kita mampu melepaskan “kuk” ego, iri, dan prasangka? Ketika kita mulai berbagi, memaafkan, menolong tanpa menunda, kita sebenarnya sedang membangun taman yang diairi dengan baik, mata air yang tidak pernah kering, reruntuhan yang dibangkitkan kembali. Hidup kita menjadi berkat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Dan di sanalah sukacita sejati, di mana terang Tuhan bersinar dan kekuatan-Nya diperbarui dalam kita. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajar kami menyerahkan diri dan apa yang kami miliki bagi mereka yang lapar dan menderita. Bimbing langkah kami agar menjadi terang dalam gelap, memberi sukacita dan harapan. Semoga kami meneladani Yesus dengan membuka hati, memperbaiki yang rusak, dan setia memanggil sesama menuju pertobatan dan hidup baru. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Cek Syarat, Jadwal dan Cara Daftar Program Magang Kemenkeu 2026 Dapat Uang Saku

Para kaum muda yang lagi hunting magang legit dan bukan kaleng-kaleng, sini merapat! 🚨 Kementerian Keuangan Republik Indonesia alias Kemenkeu...

More Articles Like This

Favorite Post