Wednesday, March 11, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 dan Renungan Harian Katolik dari Matius 9:14-15

Must Read
5/5 - (1 vote)

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 20 Februari 2026.

Kalender Liturgi hari Jumat 20 Februari 2026 merupakan Hari Jumat sesudah Rabu Abu, Santo Nemesius, Martir, Santo Eleuterius, Uskup dan Martir, dengan Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 20 Februari 2026:

Bacaan Pertama Yesaya 58:1-9a

“Berpuasa yang Kukehendaki ialah engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman.”

Beginilah firman Tuhan Allah, “Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka,

dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku.

Seperti bangsa yang berlaku benar dan tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyai Aku tentang hukum-hukum yang benar. Mereka suka mendekat menghadap Allah,

dan bertanya, “Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak memperhatikannya juga?” Kami merendahkan diri, mengapa Engkau tidak mengindahkan juga?”

Camkanlah! Pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi, serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena.

Dengan cara berpuasa seperti ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Inikah puasa yang Kukehendaki: Mengadakan hari merendahkan diri? Menundukkan kepala seperti gelagah?

Dan membentangkan kain sarung serta abu sebagai lapik tidur? Itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan?

Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah: Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk; membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah;

dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera.

Kebenaran menjadi barisan depanmu, dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia berkata: Ini Aku!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 51:3-4.5-6a.18-19

Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.

Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil Amos 5:14

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup, dan Allah akan menyertai kamu.

Bacaan Injil Matius 9:14-15

“Mempelai itu akan diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus, dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?

Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 20 Februari 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan,

Nabi Yesaya berbicara dengan suara yang keras, hampir seperti sangkakala yang membelah keheningan. Dalam Kitab Kitab Yesaya 58:1-9a, Tuhan menegur umat-Nya yang rajin beribadah, rajin berpuasa, rajin bertanya tentang kehendak Allah, tetapi hidupnya tidak berubah. Mereka merasa sudah melakukan kewajiban rohani, namun hati dan tindakan mereka masih melukai sesama.

Betapa teguran itu terasa sangat dekat dengan hidup kita sekarang. Kita bisa saja datang ke gereja, mengikuti misa, berdoa rosario, berpantang dan berpuasa, tetapi di rumah masih mudah marah, di tempat kerja masih berlaku tidak adil, di media sosial masih gemar menghakimi. Kita mungkin bertanya dalam hati, “Tuhan, mengapa Engkau tidak menjawab doaku?” Dan Tuhan menjawab melalui Yesaya: karena puasamu belum menyentuh hatimu dan belum mengubah caramu memperlakukan sesamamu.

Tuhan berkata, puasa yang Kukehendaki ialah membuka belenggu kelaliman, melepaskan kuk penindasan, membagi roti kepada yang lapar, memberi pakaian kepada yang telanjang, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri. Artinya, ibadah yang sejati tidak berhenti pada ritus, tetapi menjelma menjadi belas kasih yang nyata. Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi menahan ego. Bukan sekadar tidak makan, tetapi berani berbagi.

Dalam kehidupan modern ini, “belenggu kelaliman” bisa berarti sistem yang tidak adil, tetapi juga sikap kita yang meremehkan orang lain. “Membagi roti” bisa berarti memberi secara materi, tetapi juga memberi waktu, perhatian, dan telinga yang mau mendengarkan. Ada begitu banyak orang di sekitar kita yang lapar bukan hanya akan makanan, tetapi akan pengertian, penghargaan, dan kasih.

Lalu dalam Injil menurut Injil Matius 9:14-15, Yesus berbicara tentang puasa dengan cara yang berbeda. Ia menyebut diri-Nya sebagai mempelai laki-laki. Selama mempelai itu bersama mereka, para sahabat tidak berdukacita. Ada saat untuk bersukacita, ada saat untuk berpuasa. Yesus mengajarkan bahwa puasa bukanlah kewajiban kosong, melainkan ungkapan relasi cinta.

Jika kita sungguh mengalami kehadiran Kristus sebagai Mempelai jiwa kita, maka hidup kita dipenuhi sukacita yang dalam. Namun ketika kita menyadari betapa sering kita menjauh dari-Nya, ketika kita merasakan kerapuhan dan dosa kita, di situlah puasa menjadi kerinduan untuk kembali. Puasa menjadi bahasa cinta yang berkata, “Tuhan, aku ingin lebih dekat dengan-Mu.”

Maka hari ini kita diajak untuk memeriksa hati. Apakah puasa dan doa kita membuat kita lebih lembut terhadap orang lain? Apakah ibadah kita membuat kita lebih jujur, lebih sabar, lebih peduli? Jika tidak, mungkin kita masih berhenti pada kulitnya saja. Tuhan menghendaki isi, bukan sekadar bentuk. Ia menghendaki hati yang hancur dan rendah, seperti yang digemakan dalam doa tobat kita.

Janji Tuhan indah sekali: bila kita hidup dalam keadilan dan belas kasih, terang kita akan merekah seperti fajar, luka kita akan pulih, dan ketika kita berseru, Tuhan akan menjawab, “Ini Aku.” Betapa menguatkan. Tuhan tidak jauh. Ia hadir ketika kita berani mengasihi secara nyata.

Semoga masa tobat, masa puasa, dan seluruh hidup rohani kita tidak menjadi rutinitas kosong, tetapi sungguh menjadi jalan pembaruan. Jalan yang membuat kita semakin serupa dengan Kristus: lembut, adil, dan penuh belas kasih. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ubahlah hati kami agar puasa dan doa kami tidak kosong. Ajari kami mengasihi dengan tindakan nyata, membela yang lemah, dan peduli pada sesama. Jadikan hidup kami terang bagi sekitar, agar saat kami berseru, kami sungguh merasakan Engkau menjawab, “Ini Aku.” Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 15 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI MINGGU PRAPASKAH IV

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post