Saturday, February 14, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 19 Februari 2026 dan Renungan Harian Katolik dari Lukas 9:22-25

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 19 Februari 2026.

Kalender Liturgi hari Kamis 19 Februari 2026 merupakan Hari Kamis sesudah Rabu Abu, Santo Marselus, Martir, Santo Konradus dari Lombardia, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 19 Februari 2026:

Bacaan Pertama Ulangan 30:15-20

“Pada hari ini aku menghadapkan kepadamu: berkat dan kutuk.”

Di padang gurun di seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Ingatlah, pada hari ini aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan.

Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan serta peraturan-Nya.

Dengan demikian engkau hidup dan bertambah banyak, dan diberkati oleh Tuhan, Allahmu, di negeri yang kau masuki untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, apalagi jika engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,

maka pada hari ini aku memberitahukan kepadamu bahwa pastilah kamu akan binasa, dan tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi Sungai Yordan, untuk mendudukinya.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau tidak mati, baik engkau maupun keturunanmu, yaitu dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya.

Sebab hal itu berarti hidup bagimu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 1:1-2.3.4.6

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

Ia seperti pohon, yang di tanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikianlah orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil Matius 10:7

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.

Bacaan Injil Lukas 9:22-25

“Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.”

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga.

Kata-Nya kepada mereka semua, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Kamis 19 Februari 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Ulangan, Musa berdiri di hadapan bangsa Israel dan menyampaikan sebuah pilihan yang sangat jelas: kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Ia tidak berbicara tentang sesuatu yang samar. Ia tidak memberi pilihan yang membingungkan. Ia berkata tegas, “Pilihlah kehidupan.” Hidup bukan sekadar bernapas, bukan sekadar berjalan dari hari ke hari, tetapi hidup yang berakar pada kasih kepada Tuhan, pada kesetiaan kepada jalan-Nya.

Sering kali kita membayangkan berkat dan kutuk sebagai sesuatu yang dramatis, seperti kisah-kisah besar dalam Alkitab. Namun dalam kenyataan hidup kita sekarang, pilihan itu hadir dalam hal-hal kecil: dalam kejujuran saat bekerja, dalam kesetiaan dalam keluarga, dalam keberanian untuk berkata benar walau tidak populer, dalam kesediaan mengampuni meski hati terluka. Setiap hari, tanpa kita sadari, kita sedang memilih. Memilih untuk mengasihi atau membenci. Memilih untuk peduli atau acuh tak acuh. Memilih untuk hidup dalam terang atau berjalan dalam bayang-bayang ego kita sendiri.

Musa mengingatkan bahwa berpaling dari Tuhan bukan sekadar soal menyembah berhala secara lahiriah. Dalam hidup modern, “allah lain” itu bisa berupa ambisi yang tak terkendali, uang yang dijadikan ukuran harga diri, popularitas yang dikejar tanpa batas, atau keinginan untuk selalu menang sendiri. Ketika hati kita lebih melekat pada hal-hal itu daripada pada Tuhan, perlahan-lahan kita kehilangan arah. Dari luar mungkin tampak berhasil, tetapi di dalam terasa kosong.

Dalam Injil menurut Injil Lukas 9:22-25, Yesus berbicara lebih tajam lagi. Ia tidak menjanjikan jalan yang mudah. Ia berkata bahwa Anak Manusia harus menderita, ditolak, bahkan dibunuh. Lalu Ia menantang setiap orang yang mau mengikuti-Nya untuk menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Setiap hari. Bukan hanya ketika kita kuat, bukan hanya ketika suasana hati kita baik.

Menjadi pengikut Kristus bukan soal status, bukan soal identitas di KTP, melainkan soal pilihan harian untuk setia. Menyangkal diri bukan berarti membenci diri sendiri, tetapi berani berkata tidak pada ego yang ingin selalu diutamakan. Memikul salib bukan berarti mencari-cari penderitaan, tetapi setia pada kebenaran meski ada konsekuensi. Seorang ayah yang tetap jujur walau kesempatan korupsi terbuka lebar sedang memikul salibnya. Seorang ibu yang sabar merawat anak atau orang tua yang sakit sedang memikul salibnya. Seorang remaja yang menolak ikut arus pergaulan yang merusak juga sedang memikul salibnya.

Yesus bertanya, apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi merugikan dirinya sendiri? Pertanyaan itu sangat relevan hari ini. Kita hidup di zaman yang menilai keberhasilan dari pencapaian, jumlah pengikut, jumlah harta, atau jabatan. Namun Yesus mengajak kita melihat lebih dalam: bagaimana keadaan jiwa kita? Apakah kita masih punya damai? Apakah kita masih mampu mengasihi dengan tulus? Ataukah kita kelelahan karena terus membuktikan diri di hadapan dunia?

Ironisnya, Yesus mengatakan bahwa justru ketika kita kehilangan nyawa karena Dia, kita akan menyelamatkannya. Artinya, ketika kita rela menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, ketika kita tidak lagi menjadikan diri sendiri sebagai pusat segalanya, di situlah kita menemukan hidup yang sejati. Hidup yang tidak mudah goyah oleh penolakan, tidak hancur oleh kegagalan, tidak sombong oleh keberhasilan.

Maka hari ini Sabda Tuhan mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri. Di mana hati kita melekat? Pilihan apa yang sedang kita buat dalam hidup ini? Tuhan tidak memaksa, tetapi Ia mengundang: pilihlah kehidupan. Pilihlah untuk mengasihi. Pilihlah untuk setia. Pilihlah untuk berjalan bersama Kristus, meski jalannya sempit dan menanjak, karena di ujungnya ada kebangkitan. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, ajar kami memilih kehidupan di tengah godaan zaman ini. Teguhkan hati kami untuk setia, berani memikul salib, dan tidak terjebak oleh ambisi yang kosong. Bimbing langkah kami agar tetap mengasihi dan percaya pada-Mu dalam setiap keputusan hidup kami. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 dan Renungan Harian Katolik dari Matius 9:14-15

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post