Saturday, February 14, 2026

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 18 Februari 2026 dan Renungan Harian Katolik, HARI RABU ABU, Pantang dan Puasa

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Rabu 18 Februari 2026.

Kalender Liturgi hari Rabu 18 Februari 2026 merupakan HARI RABU ABU, Pantang dan Puasa, Santo Flavianus, Uskup dan Martir, dengan Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Rabu 18 Februari 2026:

Bacaan Pertama Yoel 2:12-18

“Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.”

“Sekarang,” beginilah sabda Tuhan, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu.

Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya.

Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, “Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka.

Mengapa orang berkata di antara bangsa-bangsa: “Di mana Allah mereka?” Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya dan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 51:3-6a.12-14-17

Ref. Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa.

Atau Mohon ampun kami orang berdosa.

Atau Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam diriku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dari padaku!

Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bacaan Kedua 2 Korintus 5:20-6:2

“Berilah dirimu didamaikan dengan Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan.”

Saudara-saudara, kami ini adalah utusan-utusan Kristus; seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Sebab teman-teman sekerja, kami menasihati kamu supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima.

Sebab Allah berfirman, “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu; hari inilah hari penyelamatan itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Pada hari ini kalau kamu mendengar suara Tuhan janganlah bertegar hati.

Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18

“Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau.”

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.

Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang.

Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.

Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’.

Tetapi jika engkau berdoa masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu 18 Februari 2026

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Hari ini Sabda Tuhan berbicara sangat dalam dan sangat pribadi kepada kita. Melalui Nabi Yoel, Tuhan berseru, “Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu.” Seruan itu bukan ditujukan kepada orang lain, melainkan kepada kita masing-masing. Bukan besok, bukan nanti kalau keadaan sudah tenang, bukan ketika masalah sudah selesai. Sekarang.

Dalam Kitab Kitab Yoel kita mendengar kalimat yang mengguncang: “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.” Pada zaman itu orang mengoyakkan pakaian sebagai tanda penyesalan. Tetapi Tuhan berkata, Aku tidak membutuhkan simbol luar. Aku menginginkan hatimu. Bukan penampilan religius, bukan kesan rohani, melainkan pertobatan yang sungguh lahir dari dalam.

Betapa relevannya sabda ini bagi hidup kita sekarang. Kita hidup di zaman di mana segala sesuatu mudah dipertontonkan. Kebaikan bisa difoto, doa bisa dipublikasikan, bahkan sedekah bisa diumumkan. Tanpa sadar, kita bisa lebih sibuk membangun citra sebagai orang baik daripada benar-benar menjadi pribadi yang diubahkan. Kita bisa terlihat saleh di luar, tetapi hati kita tetap menyimpan kepahitan, kesombongan, luka yang tidak mau diampuni.

Melalui Rasul Paulus dalam Surat Kedua kepada Jemaat di Korintus, 2 Korintus, kita mendengar permohonan yang lembut namun mendesak: “Berilah dirimu didamaikan dengan Allah… hari inilah hari penyelamatan itu.” Perhatikan, Paulus tidak berkata, “Berdamailah,” tetapi “berilah dirimu didamaikan.” Artinya, Allah sudah lebih dahulu bergerak. Allah sudah membuka tangan-Nya. Yang sering menjadi penghalang justru hati kita yang menutup diri.

Sering kali kita menunda pertobatan. Kita berkata, “Nanti saja kalau sudah lebih mapan… nanti kalau sudah tidak sibuk… nanti kalau suasana hati membaik.” Tetapi Sabda Tuhan berkata: hari ini. Karena yang kita miliki sungguh-sungguh hanyalah hari ini. Masa lalu tidak bisa diubah, masa depan belum tentu kita genggam. Hari ini adalah kesempatan rahmat.

Dalam Injil menurut Injil Matius, Yesus berbicara sangat konkret tentang sedekah, doa, dan puasa. Ia tidak menolak ketiganya. Justru Ia mengajarkannya. Tetapi Ia menegaskan satu hal: jangan lakukan semuanya supaya dilihat orang. “Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau.”

Yesus membawa kita masuk ke ruang yang sunyi: kamar yang tertutup, doa yang tidak disaksikan siapa pun, pengorbanan yang tidak diketahui orang lain. Di sanalah keaslian iman diuji. Siapakah kita ketika tidak ada yang melihat? Apakah kita tetap jujur ketika tidak ada yang memeriksa? Apakah kita tetap mengasihi ketika tidak ada yang memuji?

Saudara-saudari, banyak luka dalam hidup manusia modern lahir dari keinginan untuk diakui. Kita ingin dilihat, dihargai, dianggap penting. Itu manusiawi. Tetapi ketika pengakuan menjadi pusat hidup, kita mudah kecewa. Kita lelah mempertahankan citra. Kita takut gagal karena merasa harga diri tergantung pada pandangan orang.

Yesus mengajak kita kembali kepada relasi yang paling mendasar: relasi dengan Bapa. Bapa yang melihat yang tersembunyi. Bapa yang tahu perjuangan kita yang tidak pernah kita ceritakan. Bapa yang melihat air mata yang jatuh dalam diam. Bapa yang mengetahui niat terdalam kita, bahkan sebelum kita mampu mengungkapkannya.

Pertobatan sejati bukan soal wajah muram atau kata-kata religius. Pertobatan adalah keberanian untuk jujur: jujur mengakui kesalahan, jujur menerima bahwa kita rapuh, jujur bahwa kita membutuhkan Tuhan. Dan ketika hati sungguh “dikoyakkan”, kita akan menemukan bahwa Allah bukanlah Hakim yang kejam, melainkan Bapa yang penuh belas kasih.

Dalam kehidupan sehari-hari, pertobatan itu bisa sangat konkret. Memaafkan anggota keluarga yang melukai kita. Menghentikan kebiasaan kecil yang tidak jujur. Mengendalikan amarah. Menyisihkan waktu untuk berdoa meski jadwal padat. Melakukan kebaikan tanpa perlu diumumkan. Hal-hal kecil, tetapi dilakukan dengan hati yang tulus.

Hari ini Tuhan tidak menuntut kesempurnaan seketika. Ia hanya meminta satu hal: hati yang kembali. Dan ketika kita kembali, kita akan menemukan bahwa Ia sudah menunggu. Bukan dengan teguran keras, tetapi dengan pelukan belas kasih.

Saudara-saudari terkasih, “hari ini adalah hari penyelamatan.” Jangan biarkan rahmat lewat begitu saja. Jangan keraskan hati. Masuklah ke dalam keheningan batinmu, tutuplah pintu hatimu dari kebisingan dunia, dan biarkan Bapa yang melihat yang tersembunyi menyentuh dan memulihkan hidupmu.

Amin.

Doa Penutup

Tuhan yang penuh belas kasih, ajar kami kembali kepada-Mu dengan hati yang jujur dan rendah. Lembutkan hati kami yang keras, sembuhkan luka batin kami, dan mampukan kami hidup tulus tanpa mencari pujian manusia. Jadikan hari ini awal pertobatan sejati dalam hidup kami. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 dan Renungan Harian Katolik dari Matius 9:14-15

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada...

More Articles Like This

Favorite Post