Sunday, February 15, 2026

Evakuasi Udara Korban Kecelakaan ATR 42-500 Berjalan Lancar, Pramugari Florencia Resmi Teridentifikasi

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Operasi penyelamatan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 memasuki fase krusial. Setelah berjibaku dengan medan ekstrem dan jurang terjal, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi satu korban laki-laki menggunakan helikopter Basarnas.

Korban ditemukan di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter di kawasan Lampeso, Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Lokasi yang nyaris tak bisa dijangkau lewat jalur darat membuat evakuasi udara jadi satu-satunya opsi realistis.

Helikopter Basarnas Dauphin HR-3601 dikerahkan dengan menerapkan teknik hoist, metode pengangkatan yang mengandalkan tali baja dari udara. Sebelum proses ini dilakukan, tim darat lebih dulu mengevakuasi korban dari dasar jurang menuju punggungan Lampeso pada Selasa, 20 Januari 2026.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, menyebut cuaca pagi hari menjadi faktor penting keberhasilan misi tersebut.

“Pagi ini, alhamdulillah cuaca mendukung, sehingga evakuasi dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360. Helikopter lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA,” ujar Andi Sultan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).

Proses pengangkatan jenazah dilakukan sekitar pukul 07.59 WITA dengan teknik air landed. Tak lama setelah itu, helikopter kembali ke Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Bidokkes Polda Sulsel dan tiba sekitar pukul 08.55 WITA untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI,” ujarnya.

Menurut Andi Sultan, seluruh rangkaian evakuasi berlangsung tanpa kendala berarti berkat kondisi cuaca yang cukup kondusif.

Operasi Pencarian Masih Berlanjut

Meski satu korban sudah berhasil dievakuasi, operasi pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan masih menyisir berbagai titik dengan pembagian personel ke dalam sejumlah Search and Rescue Unit (SRU).

Puluhan personel diterjunkan di area sekitar lokasi jatuhnya pesawat, mulai dari jalur punggungan, titik patahan air terjun, hingga area ditemukannya bagian ekor dan mesin pesawat.

“Selanjutnya tim yang berjumlah 37 personel dan telah melakukan evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di daerah Lampeso,” pungkasnya.

Identitas Pramugari Korban Kedua Dipastikan

Sementara itu, tim DVI gabungan juga memastikan identitas korban kedua yang berjenis kelamin perempuan. Korban diketahui merupakan pramugari pesawat ATR 42-500 bernama Florencia Lolita Wibisono (33).

Kabid Dokkes Polda Sulsel, dr. Muh Haris, menyampaikan hasil identifikasi tersebut setelah pemeriksaan dilakukan pada Selasa malam, 20 Januari 2026.

“Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono jenis kelamin perempuan umur 33 tahun dengan alamat apartemen Wak Tower A unit 216 Buleleng, Jakarta Timur,” kata dr Haris saat rilis di Bidokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Proses identifikasi dilakukan oleh tim lintas instansi, melibatkan tenaga medis, forensik, hingga kepolisian. Pencocokan dilakukan melalui berbagai indikator medis.

“Melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis,” sebutnya.

Kondisi Jenazah Permudah Proses Identifikasi

Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, menjelaskan bahwa kondisi jenazah korban masih memungkinkan identifikasi dilakukan dengan cepat, terutama lewat sidik jari.

“Tim IDEN Polda melihat jenazah masuk dalam keadaan bagus sehingga untuk papiler yang ada di sidik jati masih bisa terbaca sehingga kami sudah langsung mengambil sidik jarinya, kemudian dengan alat peralatan kami miliki bisa langsung membaca identitas yang bersangkutan,” jelasnya.

Meski demikian, tim tetap melakukan pembandingan data secara manual sebagai bagian dari prosedur ilmiah.

“Tetapi untuk memastikan, untuk membuktikan secara sains, kami melakukan pembandingan yaitu dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan kami melakukan pembandingan dengan data pembanding,” ujarnya.

“Contohnya kita mengambil sidik jari pada postmortem kemudian kita melakukan pembandingan secara manual dengan data pembanding maka kami bisa meyakini secara keilmuan bahwa bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono,” lanjut Mashudi.

Mashudi pun menegaskan keyakinannya atas hasil identifikasi tersebut.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Cek Syarat, Jadwal dan Cara Daftar Program Magang Kemenkeu 2026 Dapat Uang Saku

Para kaum muda yang lagi hunting magang legit dan bukan kaleng-kaleng, sini merapat! 🚨 Kementerian Keuangan Republik Indonesia alias Kemenkeu...

More Articles Like This

Favorite Post