Palembang lagi-lagi berduka, guys. Salah satu sosok paling dikenal di kota pempek, pengusaha tajir melintir yang kerap dijuluki Crazy Rich Palembang, Haji Halim Ali atau akrab disapa Haji Alim, resmi berpulang pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 14.25 WIB.
Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di RS Fatimah Azzahra Palembang dalam usia 88 tahun. Yang bikin publik auto kaget dan merinding, kepergian Haji Alim ini terjadi di hari yang sama dengan jadwal persidangan perkaranya di Pengadilan Negeri Palembang. Sebuah momen yang nggak pernah ada di wishlist siapa pun.
Sidang Ditunda, Takdir Mendahului
Pagi harinya, sidang yang seharusnya digelar harus ditunda. Alasannya? Kondisi kesehatan Haji Alim drop parah dan dinyatakan kritis oleh tim medis.
Majelis hakim pun akhirnya ngasih lampu hijau untuk penundaan sidang selama dua minggu demi menghormati hak terdakwa mendapatkan perawatan medis.
Bahkan, menurut tim kuasa hukum, izin berobat ke Singapura sempat diajukan. Sayangnya, rencana itu belum sempat terwujud. Takdir keburu bicara lebih dulu.
“Iya, benar. Beliau wafat pukul 14.25 WIB di RS Fatimah Azzahra,” ujar Lisa Merida, perwakilan kuasa hukum almarhum, membenarkan kabar duka tersebut.
Dari Ruang ICCU ke Peristirahatan Terakhir
Sebelum wafat, Haji Alim diketahui menjalani perawatan intensif di ruang ICCU RSUD Siti Fatimah Palembang. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sore hari.
Kabar tersebut juga dikonfirmasi oleh Kasi Intel Kejari Musi Banyuasin, Abdul Harris, yang mengaku menerima pemberitahuan resmi dari pihak keluarga.
“Kami turut berdukacita. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga diberikan kekuatan,” ucapnya.
Sosok Berpengaruh, Jejaknya Panjang di Palembang
Terlepas dari proses hukum yang masih berjalan, nama Haji Halim Ali sudah lama melekat di Palembang sebagai figur berpengaruh di dunia usaha dan sosial. Bagi sebagian warga, beliau dikenal sebagai dermawan. Bagi yang lain, sebagai pengusaha besar dengan jaringan luas. Sosok yang penuh cerita dan kontroversi—tapi tak bisa dipungkiri, punya pengaruh besar.
Kepergiannya pun langsung menyisakan tanda tanya besar soal kelanjutan proses hukum yang sedang bergulir. Publik kini menanti bagaimana arah perkara tersebut setelah terdakwa utama wafat.
Pihak keluarga besar Haji Alim menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kesalahan almarhum semasa hidup. Mereka juga memohon doa agar seluruh amal ibadah diterima dan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Hari itu, Palembang seakan berhenti sejenak.
Bukan cuma kehilangan seorang crazy rich, tapi juga satu bab besar dalam cerita panjang kota ini.
Selamat jalan, Haji Alim.
Cerita hidupmu akan selalu jadi bagian dari sejarah Palembang.
