Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 5 Mei 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Yohanes 14:27-31a

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Selasa 5 Mei 2026.

Kalender Liturgi hari Selasa 5 Mei 2026 adalah Hari Biasa Pekan V Paskah dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Selasa 5 Mei 2026:

Bacaan I: Kis. 14:19-28

Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.

Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.

Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.

Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm. 145:10-11,12-13b,21

  • Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
  • Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
  • Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
  • Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

Bacaan Injil: Yohanes 14:27-31a

“Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.”

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.

Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku.

Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang, namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.

Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 5 Mei 2026

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Yesus memberikan satu janji yang sangat didambakan oleh setiap hati manusia: damai sejahtera. Namun Yesus langsung menegaskan bahwa damai yang Ia berikan tidak sama dengan damai yang ditawarkan dunia.

Dunia sering mengartikan damai sebagai tidak adanya masalah. Damai itu terasa ketika hidup lancar, ketika keinginan terpenuhi, ketika relasi berjalan baik, ketika keadaan aman dan nyaman. Tetapi kita semua tahu, hidup tidak selalu seperti itu. Masalah datang silih berganti, kekhawatiran muncul tanpa diundang, dan hati manusia mudah sekali gelisah.

Di tengah kenyataan itu, Yesus berkata: “Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Ini bukan sekadar kata penghiburan kosong. Ini adalah undangan untuk percaya bahwa damai sejati tidak tergantung pada situasi di luar, tetapi pada siapa yang tinggal di dalam hati kita.

Bacaan pertama memberi gambaran yang sangat kontras. Paulus baru saja dilempari batu sampai disangka mati. Itu bukan situasi yang damai menurut ukuran dunia. Namun yang mengejutkan, ia bangkit, kembali masuk ke kota, dan terus mewartakan Injil. Bahkan ia menguatkan murid-murid dengan mengatakan bahwa untuk masuk Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Di sini kita melihat sesuatu yang sangat dalam: damai dari Tuhan tidak berarti hidup tanpa penderitaan, tetapi kekuatan untuk tetap berdiri dan melangkah di tengah penderitaan. Damai itu memberi keberanian, bukan sekadar kenyamanan.

Sering kali kita mencari damai dengan cara-cara duniawi: menghindari masalah, lari dari tanggung jawab, menutup diri, atau bahkan mencari pelarian yang hanya memberi ketenangan sementara. Tetapi setelah itu, hati tetap kosong. Mengapa? Karena damai sejati bukan sesuatu yang kita ciptakan sendiri, melainkan sesuatu yang kita terima dari Tuhan.

Yesus sendiri menunjukkan hal itu. Ia tahu penderitaan akan datang, Ia tahu salib menanti, tetapi hati-Nya tetap teguh. Mengapa? Karena Ia hidup dalam kasih dan ketaatan kepada Bapa. Di situlah sumber damai-Nya.

Saudara-saudari, hidup kita hari ini penuh dengan kegelisahan: tekanan studi, pekerjaan, keluarga, relasi, masa depan yang tidak pasti. Semua itu nyata dan tidak bisa diabaikan. Tetapi Injil hari ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam: apakah kita hanya mencari damai di luar, atau kita berani membuka hati untuk menerima damai dari Tuhan?

Damai dari Tuhan hadir ketika kita tetap percaya di tengah ketidakpastian, ketika kita tetap berbuat baik meski disakiti, ketika kita tetap berharap meski keadaan tidak sesuai keinginan. Damai itu pelan, tetapi kuat. Tidak selalu menghapus masalah, tetapi memberi kita kekuatan untuk menghadapinya.

Maka hari ini, kita diajak bukan untuk menunggu hidup menjadi sempurna baru merasa damai, tetapi untuk menemukan damai itu justru di tengah hidup yang tidak sempurna ini, bersama Tuhan yang setia berjalan bersama kita. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, anugerahkan damai-Mu dalam hati kami di tengah kegelisahan hidup. Ajari kami percaya saat keadaan tidak pasti, dan tetap kuat dalam pencobaan. Jauhkan kami dari ketakutan yang melemahkan. Penuhilah kami dengan Roh-Mu agar kami hidup tenang, berani, dan setia berjalan bersama-Mu setiap hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Aturan Outsourcing Diperbarui, Pemerintah Tegaskan Batasan Pekerjaan dan Kewajiban Perusahaan

Tanggal 1 Mei 2026, aturan baru soal outsourcing resmi di-update nih, guys. Pemerintah akhirnya ngerilis kebijakan baru biar sistem...

More Articles Like This

Favorite Post